Tutup Iklan
Ilustrasi penanganan flu burung. (Dok/JIBI)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak empat daerah di Karanganyar dinyatakan rawan terserang flu burung jenis H7N9 selama musim hujan. Masing-masing daerah itu, yakni Mojogedang, Tasikmadu, Karangpandan, dan Jaten.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, itik milik sejumlah peternak di empat daerah tersebut baru saja diserang flu burung atau avian influenza (AI). Indikasinya, ratusan itik mati mendadak. Setelah dicek di laboratorium, itik di daerah Mojogedang dan Tasikmadu dipastikan terindikasi flu burung. Sedangkan, itik di Karangpandan dinyatakan positif flu burung. Di sisi lain, petugas peternakan juga perlu mewaspadai ancaman mengganasnya flu burung di Jaten mengingat jumlah unggas di daerah tersebut dinilai cukup banyak.

"Di masing-masing daerah tadi banyak ditemukan peternak rakyat dan pengusaha ternak itik. Tapi saat ini sudah ada penanganan khusus, seperti pemberian vaksin secara gratis, disinfektan, dan sosialisasi kepada warga. Hasilnya, semua daerah itu sudah aman," kata dokter hewan di Dinas Peternakan dan Perikanan Karanganyar, Linda Christina, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (29/11/2013).

Linda menjelaskan sejauh ini pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Dinas Peternakan Dati I Jateng terkait pemenuhan stok vaksin H7N9 di Bumi Intanpari. Vaksin flu burung itu diberikan kepada peternak rakyat secara gratis.

"Setelah dilakukan sosialisasi, kesadaran warga di Karanganyar untuk turut serta memberantas flu burung juga tinggi. Di antaranya dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang setiap hari. Kalau ada apa-apa, warga juga langsung melapor kepada petugas agar segera ada penanganan lebih lanjut," katanya.

Hal senada dijelaskan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Karanganyar, Agung Tjahjo. Antisipasi merebaknya perlu mendapatkan penanganan serius di Karanganyar menyusul datangnya musim hujan dalam beberapa pekan terakhir. Penyebaran virus flu burung di musim hujan dinilai cukup cepat.

"Kondisi di kandang ternak milik warga biasanya lembab. Makanya, penyebaran flu burung lebih cepat dibandingkan waktu biasanya. Agar tak terjadi seperti itu, perlu disiapkan langkah khusus. Sosialisasi terus kami lakukan agar masyarakat peternak memahami indikasi dan bahaya flu burung di masa mendatang," katanya.

Flu burung jenis H9N7, lanjutnya, mirip flu burung jenis H5N1. Flu burung H9N7 menyerang ke itik. Sedangkan, H5N1 menyerang ayam. "Menjaga kesehatan di lingkungan cukup penting. Ini langkah awal mencegah adanya flu burung. Komitmen menggelar sosialisasi ke depan terkait antisipasi flu burung terus dilakukan. Terlebih, di daerah tetangga di Soloraya [Klaten] juga terserang flu burung dalam beberapa hari ini," ujarnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten