FKUB Jateng Sebut Tren Intoleransi Soloraya Meningkat, Ini Pemicunya

FKUB Jawa Tengah menyebut tren atau kecenderungan sikap intoleransi di Jateng dan Soloraya belakangan meningkat dipicu sejumlah faktor.

 Ilustrasi tentang toleransi dan kerukunan. (freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tentang toleransi dan kerukunan. (freepik.com)

Solopos.com, SUKOHARJO — Tren atau kecenderungan sikap intolerasi di wilayah Soloraya cenderung meningkat selama beberapa tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor seperti ujaran kebencian di berbagai platform media sosial (medsos).

Pernyataan ini diungkapkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Taslim Syahlan, di sela-sela acara sarasehan bertajuk Pemberdayaan Potensi Daerah dan Percepatan Moderasi Beragama Untuk Indonesia Tangguh dan Tumbuh di Gedung Menara Wijaya, Sukoharjo, Rabu (13/10/2021).

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Kegiatan itu dihadiri para pengurus FKUB se-Soloraya. “Tren intolerasi di Jawa Tengah khususnya di wilayah Soloraya cenderung meningkat. Baru saja kasus intolerasi terkini di Cilacap,” katanya, Rabu.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Aset Bank Sukoharjo Justru Melesat Jadi Rp125 Miliar

Taslim menyebut meningkatnya tren intolerasi di Soloraya dan Jateng dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya, ujaran kebencian di berbagai platform medsos yang memantik reaksi umat beragama tertentu.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan keberagaman untuk memperkokoh solidaritas guna mewujudkan kerukunan antarumat beragama. Taslim mendorong sikap moderasi beragama untuk merajut persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sinergitas pemerintah dan masyarakat dibutuhkan untuk mewujudkan moderasi beragama. Sikap toleran dan rukun harus dibangun sejak dini sehingga tercipta keberagaam yang inklusif,” ujarnya.

Baca Juga: Jembatan Dibangun, Desa Terbelah Sungai di Sukoharjo Akhirnya Terhubung

4 Prinsip Cegah Intoleransi

Moderasi beragama bertujuan melindungi hak-hak pemeluk agama dalam menjalankan kebebasan beragama serta mewujudkan ketenteraman dan kedamaian dalam kehidupan keagamaan.

“Ada empat prinsip untuk mencegah potensi kasus intolerasi yakni kedewasaan beragama, soliditas, solidaritas, serta integritas. Antarumat beragama tidak boleh saling mencaci. Tokoh-tokoh agama harus menjadi perekat bukan penyekat kerukunan umat beragama,” paparnya.

Ketua FKUB Sukoharjo, Zainal Abas, menyatakan pengurus FKUB se-Soloraya selalu melaksanakan pertemuan setiap triwulan. Pertemuan itu guna menjaga soliditas dan kerukunan umat beragama di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga: Biaya Umrah Naik sampai Rp8 Juta, Biro Travel Sukoharjo Tunggu Regulasi

Zainal merangkul para tokoh agama untuk menyamakan persepsi terkait mekanisme izin pendirian tempat ibadah. Masyarakat harus diberi pemahaman mengenai regulasi yang mengatur izin pendirian tempat ibadah.

“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah pemahaman izin pendirian tempat ibadah. Sehingga masyarakat bisa membangun sikap toleransi di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

+ PLUS Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

Gaya rambut pendek kini menjadi tren di kalangan wanita di Arab Saudi. Ini setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, mendorong reformasi sosial yang salah satunya tidak lagi mewajibkan wanita mengenakan jilbab.

Berita Terkini

Espos Plus: Tujuan Konser, Transformasi Jakarta hingga Jackson Effect

Berita terkait tujuan digelarnya konser musik pada zaman dulu dan sekarang, transformasi Jakarta serta The Jackson Effect di hari kematian sang Raja Pop menjadi sajian menu Espos Plus edisi Minggu (26/6/2022).

Sapi Suspek PMK di Karanganyar Dijual Murah, Begini Komentar DPRD

Sejumlah peternak di Karanganyar, Jawa Tengah rela menjual murah ternak sapi lantaran khawatir mati di kandang gara-gara sakit.

Begini Keseruan Ganjar-Rudy Nonton Denny Caknan di Vastenburg Solo

Ganjar Pranowo dan FX Hadi Rudyatmo alias Rudy tampak menikmati keseruan konser Trisakti Bulan Bung Karno yang menghadirkan penyanyi Denny Caknan di Benteng Vastenburg Solo.

Beda dari Lainnya! Bugisan Klaten Bikin Paket Wisata Pengelolaan Sampah

Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan berkeinginan menjadi desa wisata di tengah potensi wilayah yang dikelilingi candi dan kental dengan potensi budaya. Namun, keinginan menjadi desa wisata itu terganjal permasalahan sampah.

Jelang Penutupan Untuk Revitalisasi, TSTJ Solo Malah Tambah Ramai

Jumlah pengunjung TSTJ atau Jurug Solo Zoo justru semakin ramai menjelang penutupan untuk revitalisasi yang direncanakan mulai 1 Juli 2022.

Tahap I, Boyolali Peroleh 1.900 Dosis Vaksin dari Kementan

Kabupaten Boyolali mendapatkan dropping 1.900 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian (Kementan), Jumat (24/6/2022) sore.

Misterius! Sungai Mungkung Sragen Tercemar Berat, Pemerintah Cari Tahu

DLH Kabupaten Sragen menyebut tingkat pencemaran di Sungai Mungkung Sragen cukup berat apabila dibandingkan dengan sungai lain di Kabupaten Sragen.

Vaksinasi PMK Boyolali Dimulai Besok, Sapi Perah Jadi Prioritas

Vaksinasi menanggulangi persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Boyolali dimulai, Senin (27/6/2022). Vaksinasi PMK di Boyolali diperkirakan akan diselesaikan dalam dua hari.

Lepas 111 Calhaj Menuju Donohudan, Ini Pesan Wabup Boyolali

Pemkab Boyolali melepas 111 calon jemaah haji (calhaj) di kompleks Kantor Bupati Boyolali, Minggu (26/6/2022) pagi.

Karanganyar Akan Terima 2.000 Dosis Vaksin PMK, Sapi Ini Jadi Prioritas

Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan alokasi 2.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Cerita Bocah Pemulung Cilik Solo: Cari Rongsokan Sejak Usia 3 Tahun

Bocah pemulung cilik di Solo menceritakan kisahnya ikut mencari rongsokan sejak berusia tiga tahun.

Geronjal! Jalan di Palang Sepur Dagen Berbatu & Sempit

Kondisi palang sepur di Desa Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, terus menjadi keluhan warga.

Bupati Karanganyar: Palang Sepur Dagen Sering Macet, Dibaikan PT KAI

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, curhat keluhannya tentang palang sepur Dagen selama tujuh tahun terakhir diabaikan PT KAI.

Ribuan Honda CB Nangkring di Terminal Tirtonadi Solo, Ngapain Ya?

Ribuan sepeda motor Honda CB memenuhi di kawasan Terminal Tirtonadi Kota Solo, Minggu (26/6/2022).

Mau Keliling Soloraya Naik Bus Wisata Solo? Segini Tarifnya

Tarif menyewa bus wisata Dishub Solo untuk berwisata keliling Soloraya ternyata cukup ramah di kantong.