FKSPN Karanganyar Kembali Mediasi Pekerja dengan Perusahaan

Dari dua permasalahan yang diadukan sejak 2020 tersebut, muncul kesepakatan bersama terkait nominal pesangon yang diterima pengadu.

 Pemkab Karanganyar dan FKSPN Karanganyar bermediasi terkait tuntutan dua orang pekerja di dua perusahaan terkait pesangon dengan Komisi B DPRD Karanganyar di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Senin (2/8/2021). (Solopos/Candra Putra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Pemkab Karanganyar dan FKSPN Karanganyar bermediasi terkait tuntutan dua orang pekerja di dua perusahaan terkait pesangon dengan Komisi B DPRD Karanganyar di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Senin (2/8/2021). (Solopos/Candra Putra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Karanganyar kembali melakukan mediasi antara pekerja dengan perusahaan yang sebelumnya dilaporkan ke Komisi B DPRD Karanganyar. Hasilnya, satu kasus tercapai kesepakatan tentang nominal pada Kamis (5/8/2021).

Ketua DPD FKSPN Karanganyar, Haryanto, mengatakan dari dua permasalahan yang diadukan sejak 2020 tersebut, muncul kesepakatan bersama terkait nominal pesangon yang diterima pengadu. Satu aduan yang sudah keluar hasil kesepakatan merupakan kasus PHK salah satu karyawan pabrik tekstil di Karanganyar.

“Tadi kami melakukan mediasi lagi di Kantor Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar. Sudah ada kesepakatan. Tapi nominalnya saya belum bisa menerangkan kesepakatannya berapa. Karena kemarin naik turun terus nominalnya dan hari ini [Kamis] sudah sepakat,” ucap dia kepada Solopos.com, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Update Covid-19 Indonesia: Hari Ini Tambah 35.764, Pasien Sembuh 39.726

Haryanto mengatakan kesepakatan muncul karena pihak pengadu sudah sangat membutuhkan uang pesangon tersebut. Sehingga, nominal yang ditawar oleh perusahaan terkait akhirnya disetujui.

“Pengadu sudah menganggur selama setahun. Sudah butuh uang untuk menyambung hidup. Jadi akhirnya disepakati. Kalau sesuai atau tidak, sebenarnya menurut kami memang masih belum sesuai,” imbuh dia.

Sementara itu, satu aduan lainnya terkait uang tali asih untuk ahli waris salah satu karyawan yang meninggal dijadwalkan akan dimediasi lagi pada Jumat (6/8/2021). Diharapkan mediasi akan mengeluarkan kesepakatan yang adil bagi kedua pihak. Sehingga, aduan tersebut tidak perlu dinaikan ke Pengadilan Hubungan Industri, Semarang.

Baca Juga: Akhir Agustus, Vaksinasi Covid-19 di Boyolali Ditarget 70%

“Harapan kami bisa selesai di tingkat kabupaten. Karena kalau sampai ke Pengadilan HI, akan semakin lama prosesnya. Besok [Jumat] kami akan mediasi lagi,” ucap dia.

Sebelumnya, Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Karanganyar mengadu ke Komisi B DPRD Karanganyar Senin (2/8/2021). Aduan terkait belum dipenuhinya pesangon dan uang tali asih kepada dua karyawan dari dua perusahaan di Karanganyar.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Muhammad Rohani Gantikan Muh. Abdullah sebagai Anggota KPU Boyolali

Muh. Abdullah, yang dinilai telah melanggar kode etik setelah terlibat perkara kesusilaan.

Terowongan Gunung Pegat, Kokoh Berdiri Meski Berumur Hampir Seabad

Dari dalam terowongan disebut-sebut kerap mengeluarkan gas beracun serta pernah ada yang meninggal dunia

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.