Fix! Said-Irawan Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali 2020

Pilkada Boyolali 2020 diwarnai dengan hanya adanya satu paslon.

SOLOPOS.COM - Pasangan Said-Irawan mengendarai motor tua saat ke KPU Boyolali untuk mendaftarkan sebagai calon bupati dan wakil bupati yang diusulkan PDIP Boyolali, Jumat (4/9/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- KPU Boyolali memastikan hanya ada satu pasangan calon bupati dan wakil bupati pada masa pendaftaran paslon untuk Pilkada 2020. Selanjutnya KPU Boyolali akan menjalankan tahapan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin, mengatakan hingga batas akhir masa pendaftaran paslon, Minggu (13/9/2020) pukul 24.00 WIB, jumlah pendaftar tidak bertambah.

"Sampai Sampai Minggu pukul 24.00 WIB, ternyata tidak ada parpol [partai politik] atau gabungan parpol yang mendaftarkan paslon. Maka pendaftaran semalam kami tutup," kata dia kepada wartawan di kantornya, Senin (14/9/2020).

11.637 Tempat Tidur Disiapkan untuk OTG Covid-19, Di Mana Saja?

Dia mengatakan tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan terhadap paslon terdaftar. Tahapan tersebut dijadwalkan dua hari, yakni 14-15 September 2020 di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Solo. Selain itu, KPU juga tengah melakukan verifikasi administrasi terkait syarat calon. Hal itu akan dilakukan hingga 17 September nanti.

"Ketika syarat calon dan tes kesehatan dinyatakan memenuhi syarat, maka per tanggal 23 September nanti akan kami tetapkan menjadi calon bupati dan wakil bupati Pilkada Boyolali 2020 . Pada hari itu juga akan kami tetapkan pemilihan bupati dan wakil bupati dengan satu paslon," lanjut Ali.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, satu-satunya paslon yang telah mendaftar ke KPU Boyolali adalah pasangan Muhammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan, yang diusulkan PDIP. Mereka mendatangi KPU Boyolali untuk mendaftarkan diri pada 4 September 2020. Saat itu masa pendaftaran dibuka pada 4-6 September 2020.

Namun karena hingga hari terakhir masa pendaftaran tidak ada lagi pendaftar lain, maka KPU Boyolali menunda tahapan dan kembali membuka perpanjangan masa pendaftaran paslon pada 11-13 September 2020. Hasilnya masih sama, tidak ada lagi tambahan pendaftar paslon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2020 Kabupaten Boyolali.

Bawaslu

Sementara itu sebelumnya Koordinator SDM dan Organisasi Bawaslu Boyolali, M. Mahmudi, mengatakan Bawaslu Boyolali siap menjalankan tugas dalam pelaksanaan pilkada tahun ini. Termasuk, ketika pasangan calon bupati dan wakol bupati nantinya adalah calon tunggal yang berhadapan dengan kotak kosong. Menurutnya calon tunggal bukan berarti menjadi satu-satunya pilihan.

Pengakuan Syekh Ali Jaber: Pelaku Hampir Tusuk Bagian Vital

"Terkait dengan pengawasan tentu Bawaslu tidak memandang apakah calon tunggal maupun lebih dari dua pasangan calon. Sebab calon tunggal juga akan disandingkan dengan kotak kosong. Sesungguhnya kotak kosong juga dimaknai sebuah pilihan. Calon tunggal tidak semata-mata hanya satu pilihan. Ini menjadi tantangan. Ke depan harusnya ada sosialisasi yang dilakukan bahwa pilihan terhadap kotak kosong itu juga konstitusional," kata Mahmudi.

Berita Terbaru

KPU Solo Sebut Ada Kemungkinan Pemungutan Suara Pilkada 2020 Pakai Kotak Suara Keliling, Setuju Lur?

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menggodok peraturan KPU (PKPU) tentang pemungutan suara Pilkada serentak, 9 Desember...

KPU Grobogan Tak Undang Bapaslon Saat Penetapan

Solopos.com, PURWODADI -– Penetapan pasangan calon oleh KPU Grobogan tahun ini berbeda dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Bakal pasangan calon...

Penetapan Paslon Pilkada Sukoharjo Digelar Tertutup, Etik-Agus dan Joswi Tak Diundang

Solopos.com, SUKOHARJO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo akan menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon atau paslon pada Pilkada...

KPU Sragen Pastikan TPS Aman dari Covid-19, Warga pun Tak Takut Nyoblos

Solopos.com, SRAGEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memastikan tempat pemungutan suara (TPS) tempat warga mencoblos...

KPU Klaten: Calon Bupati-Wakil Bupati Dilarang Bawa Massa saat Pengundian Nomor Urut!

Solopos.com, KLATEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten melarang pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati membawa massa saat menghadiri pengundian...

Polemik Penundaan Pilkada 2020, Ini Kata Wali Kota Solo Rudy

Solopos.com, SOLO -- Desakan penundaan pilkada serentak 2020 terus bergulir selama beberapa waktu terakhir. Hal itu menyusul sikap Presiden...

Komisi II DPR, Mendagri dan KPU Sepakat Pilkada 2020 Jalan Terus

Solopos.com, JAKARTA -- Hasil pertemuan Komisi II DPR bersama Mendagri Tito Karnavian, KPU, Bawaslu, dan DKPP sepakat tidak ada...

Rebut Hati Milenial Solo, Gibran-Teguh Siapkan Konser Musik Virtual

Solopos.com, SOLO -- Tim Pemenangan cawali-cawawali Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, menyiapkan acara konser musik secara virtual...

Strategi Fajri Galang Suara di Pilkada Klaten: Sering Nongkrong di Angkringan

Solopos.com, KLATEN — Salah satu calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Muhammad Fajri, bakal lebih rutin menongkrong di sejumlah angkringan...

Kompak! 6 Parpol Deklarasikan Yuni-Suroto Jadi Cabup-Cawabup Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Pimpinan enam partai politik (parpol) secara resmi mendeklarasikan pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto (Yuni-Suroto)...