ilustrasi pemilihan kepala desa (pilkades). (Solopos-Whisnupaksa)

Solopos.com, PONOROGO -- Sebanyak 198 desa di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, akhirnya akan melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada tahun 2019. Sebelumnya ada dua desa terancam tidak bisa mengikuti Pikades serentak karena tidak memenuhi persyaratan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, mengatakan dua desa yang awalnya terancam tidak bisa mengikuti Pilkades tahun ini akhirnya bisa mengikuti. Dua desa yang sempat terancam tidak bisa ikut Pilkades serentak yaitu Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, dan Desa Munggung, Kecamatan Pulung.

"Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Ponorogo akan diikuti 198 desa," jelas Agus dalam siaran pers yang dikutip Madiunpos.com, Jumat (10/5/2019).

Untuk Desa Kupuk awalnya hanya ada satu orang calon kepala desa (cakades). Namun, karena syarat minimal cakades harus dua orang sehingga pilkades di desa ini terancam tak bisa diselenggarakan.

Namun setelah pendaftaran cakades diundur sampai Rabu (8/5/2019) akhirnya ada satu lagi calon. Jadi syarat untuk minimal dua cakades bisa terpenuhi dan Pilkades Kupuk bisa dilaksanakan tahun ini.

Sedangkan di Desa Munggung, kata dia, justru jumlah cakadesnya terlalu banyak yaitu ada tujuh orang. Padahal maksimal cakades lima orang. Kemudian pemkab menyeleksi dari tujuh pendaftar dan hanya lima orang yang dianggap memenuhi syarat ikut pilkades.

“1 Cakades dari 5 cakades mau mengundurkan diri, tetapi kalau sudah ditetapkan tidak bisa mundur, jadi tetap 5,” kata dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten