Roberto Firmino (Reuters-Matthew Childs)

Solopos.com, LONDON — Kereta cepat Liverpool terus melaju tak tertahankan menuju trofi gelar Liga Premier Inggris. Kali ini The Reds sukses melewati tantangan berat Tottenham Hotspur lewat kemenangan 1-0 di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (12/1/2020) dini hari WIB.

Bukan Mohamed Salah atau peraih gelar Pemain Terbaik Afrika 2019, Sadio Mane, yang menjadi pembeda di duel big match tersebut. Pahlawan itu adalah Roberto Firmino. Striker Timnas Brasil ini mencetak satu-satunya gol di laga itu pada menit ke-37.

Cedera Saat Lawan Persebaya, Kiper Persis Solo Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Mendapat umpan Salah, Firmino dengan cerdik menempatkan bola lewat tembakan keras nan akurat yang menjebol gawang Tottenham. Kemenangan itu membuat Liverpool kian tak terkejar di puncak klasemen dengan 61 poin dari 21 laga. Hingga Minggu sore, Liverpool unggul 16 poin atas Leicester City yang berada di posisi kedua.

Gol tersebut pun sangat berarti bagi Firmino karena membuktikan ketajamannya sudah kembali. Setelah hanya mencetak lima gol dari 30 laga beruntun, pemain yang akrab disapa Bobby ini mampi mengemas jumlah gol yang sama hanya dalam enam pertandingan.

Selama ini Firmino kerap disorot karena tidak bisa menyumbangkan gol sebanyak Salah atau Mane, partnernya di lini depan The Reds. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, tampak berbincang dengan Firmino setelah memeluk strikernya itu usai pertandingan.

“Dia tiba-tiba berhenti lalu bicara dulu. Dia bilang 'Saya tahu harusnya bisa mencetak lebih banyak gol'. Sebenarnya saya tidak ingin berkata seperti itu,” ujar Klopp seperti dilansir Sportskeeda, Minggu.

Dalam perbincangan itu, Bobby juga sempat minta maaf karena membuang sejumlah peluang kontra Spurs. Firmino sebenarnya punya empat peluang sepanjang 90 menit di lapangan, tiga di antaranya tepat sasaran. Namun hanya satu yang berbuah gol.

Sempat Diisukan Ditangkap, Sekjen PDIP Hasto Siap Lahir Batin Dipanggil KPK

Secara umum Klopp mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Jika rentetan kemenangan dipertahankan, Jordan Henderson dkk. bisa jadi juara di bulan Maret ketika kompetisi masih menyisakan delapan/sembilan pekan lagi.

"Kalau memang perolehan poin kami tidak bisa dikejar siapapun lagi, maka barulah kita bicara soal itu [trofi]. Sebelum itu, saya tidak tertarik sama sekali,” tukas Klopp.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten