Tutup Iklan
Pagar rumah Honggorejo di Jl. Profesor dr. Soeharso, Jajar, Laweyan, Solo, roboh akibat dihantam ban truk yang terlepas, Kamis (7/11/2019). (Solopos-M. Aris Munandar)

Solopos.com, SOLO -- Istri Bambang Sugeng Haryono, warga Gedongan, Colomadu, Karanganyar, yang menjadai korban meninggal dunia akibat tertimpa pagar roboh usai dihantam ban truk di Jajar, Laweyan, Solo, Kamis (7/11/2019) pagi, mengaku mengalami firasat aneh terkait suaminya.

Saat ditemui solopos.com di Rumah Sakit JIH Solo, istri Bambang yang bernama Halimatus Sa’diyah, 59, mengatakan sekitar pukul 07.00 WIB suaminya izin ingin berangkat periksa ke dokter.

Rencananya setelah periksa ke dokter, Bambang tidak kembali pulang tapi langsung masuk bekerja di Samsat.

“Dia izin periksa di klinik belakang rumah. Mungkin karena antrean banyak, Bapak periksa di dokter Dwi, dekat Samsat Solo,” terang Halimatus Sa'diyah.

Dia mengaku mendapatkan info dari salah satu warga yang menggunakan telepon genggam milik suaminya. Saat menerima info, suaminya dikabarkan telah mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.

Menurut Halimatus Sa'diyah, dirinya seolah mempunyai firasat karena sang suami sejak Rabu (6/11/2019) malam hingga tadi pagi bertingkah laku tidak seperti biasanya.

“Tadi malam minta tidur bersama. Biasanya saya tidur di rumah sebelah, karena ada dua rumah yang saya tempati bersama suami dan anak. Tadi sebelum berangkat dia bilang ‘Bu aku minta dilayani dan ditunggu sarapannya. Nanti ambilkan pakaian buat kerja ya’”, ujar Sa’diyah menirukan suaminya.

Diberitakan sebelumnya, pagar rumah Honggorejo di Jl. Prof dr. Soeharso di Jajar, Laweyan, Solo, ambruk dihantam dua ban truk trailer peti kemas yang tiba-tiba terlepas, Kamis, sekitar pukul 07.30 WIB. Akibat kejadian itu, Bambang Sugeng Haryono, 61, meninggal dunia tertimpa pagar rumah Honggorejo. Korban Bambang saat itu sedang mengambil antrean untuk periksa dokter di rumah Honggorejo.

Sementara itu, dokter Rumah Sakit JIH Solo yang menangani Bambang, Arizha Rakhmanza, mengatakan sampai di RS korban sudah meninggal dunia. Menurut dia, korban mengalami pendarahan.

Selain itu, tangan korban terdapat luka terkena benda tumpul. Kaki kanan mengalami patah tulang dan korban mengalami patah tulang dasar tengkorak.

“Mungkin terlalu lama disana, sehingga mengalami pendarahan yang banyak. Info yang kami dapat kejadian sudah berlangsung selama setengah jam. Padahal dalam waktu lima menit otak tidak mendapatkan supply, bisa menyebabkan kematian,” kata dia saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya, Kamis.

Saksi mata kecelakaan yang juga pemilik rumah, Honggorejo, menuturkan saat ban truk menabrak pagar rumahnya terdengar suara keras.

“Truk itu melaju kencang dari selatan ke utara, rumah saya berada di barat jalan. Ban truk tiba-tiba lepas dari jalan utama melewati jalur lambat dan terpental ke pagar rumah saya. Setelah menabrak pagar, ban truk justru berguling ke arah selatan, tidak ke dalam rumah,” terang dia saat ditemu solopos.com di rumahnya, Kamis.

Sopir truk trailer Nopol H 1681 FA yang dua bannya lepas, Saipul Bahri, 33, warga Tanjung Emas, Semarang, mengatakan dirinya tidak mengetahui pasti kejadian ban terlepas yang ia alami.

“Saat kejadian saya tidak merasakan sesuatu. Saya mendapatkan info dari salah seorang pengemudi yang menghampiri saya bahwa ban truk lepas dan mengenai seseorang. Kemudian saya balik ke TKP. Sampai di TKP korban sudah meninggal,” terang dia di Satlantas Polresta Solo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten