FINDING SRIMULAT: Sebelum Nonbar, Artis Finding Srimulat Nyekar

SOLO -- Para pemain Finding Srimulat berencana nyekar berbarengan sebelum menggelar nonton bareng (nonbar) di Ngarsopuro, Sabtu (30/3/2013) mendatang. Nyekar bersama itu bakal dilakukan di dua tempat yaitu di makam Raden Ajeng (R A) Srimulat, salah satu pendiri kelompok lawak itu dan makam budayawan Solo Gusti Pangeran Haryo Herwasto Kusumo atau lebih dikenal dengan  Gusti Heru.

Manajer Pelaksana Srimulat, Eko Saputro, saat ditemui di kediamannya daerah Gremet, Manahan, Solo, Senin (25/3/2013), mengatakan acara nyekar bersama dilakukan  sebagai wujud penghormatan mereka kepada dua budayawan senior tersebut. Almarhum Gusti Heru mereka anggap sudah banyak membantu selama proses syuting 2012 lalu. Sementara, nyekar di makam R A Srimulat seolah sudah menjadi tradisi mereka tiap datang ke Solo.

“Pas awal syuting nyekar di makam R A Srimulat, sekarang selesai produksi kami ya nyekar lagi,” ucap Eko.

Eko yang biasa disapa Koko ini mengaku persiapan nonbar layar tancep Finding Srimulat sudah hampir selesai. Pihak panitia menarget 3.000-5.000 penonton bisa menyaksikan nonbar tersebut. Diputar di giant screen, ia berharap acara nonbar tersebut bisa memuaskan masyarakat Solo.

Sebelumnya, pemutaran film tersebut bakal mendatangkan sejumlah pemain Finding Srimulat seperti Reza Rahardian, Tessy, Mamiek, Gogon, Nunung dan Djujuk Srimulat.  Sebelum nonbar, mereka bakal menggelar pawai melintasi sejumlah kawasan sepanjang Jl Slamet Riyadi dan sekitarnya. Pawai menggunakan Bus Tingkat Werkudara dan mobil Jeep dengan dikawal sejumlah pasukan pengamanan.

Acara yang mengundang sejumlah pejabat Kota Solo dan mantan Walikota Solo, Joko Widodo serta Dewan Pembina Srimulat, Agum Gumelar, itu bakal dibuka dengan dagelan yang memaksa semua artis naik ke panggung. Seusai pementasan dagelan, film berdurasi 100 menit itu langsung diputar di hadapan publik hingga rampung.

Koko menambahkan, sebelum Finding Srimulat, mereka juga pernah mengangkat Srimulat ke layar lebar. Film-film tersebut di antaranya Mayat Cemburu dan  Walang Kekek yang diputar sekitar tahun 74. Pada tahun 80-an, mereka kembali memproduksi sekitar lima film horor komedi, dilanjutkan Finding Srimulat yang proses produksinya dimulai 2012 lalu.

Menurutnya, Finding Srimulat ini berbeda dengan film Srimulat sebelum-sebelumnya. Pasalnya, dalam film ini tak melulu dimainkan dengan konsep komedi. Film Finding Srimulat ini banyak mengangkat kisah nyata awak Srimulat yang bakal menguras emosi penonton.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho