Final Liga Champions: Secuil Kisah dari Paris 41 Tahun Silam

Liverpool akan menghadapi Real Madrid pada final Liga Champions 2021/2022 di Stade de France, Prancis, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.

 (Twitter/ChampionsLeague)

SOLOPOS.COM - (Twitter/ChampionsLeague)

Solopos.com, JAKARTA – Parc des Princes, Paris, Prancis, 27 Mei 1981. Pertandingan final Piala Champions 1980-81 antara Liverpool kontra Real Madrid memasuki menit ke-82 ketika bola lemparan ke dalam Ray Kennedy diterima oleh Alan Kennedy.

Pantulan bola yang mengenai dada bek sayap kiri Liverpool itu berusaha disapu oleh Rafael Garcia Cortes, tapi kaki kirinya menendang angin, sementara Kennedy terus merangsek ke dalam kotak penalti Real Madrid.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Sentuhan Kennedy berikutnya adalah tendangan penyelesaian yang tak mampu diantisipasi sempurna oleh kiper Agustin dan bola melesak ke dalam gawang Real Madrid. Liverpool memecahkan kebuntuan setelah jual beli serangan kedua tim tak kunjung membuahkan hasil.

Kennedy sebelumnya sudah menciptakan peluang pertama di pertandingan itu pada menit ke-11 dengan sebuah tembakan jarak jauh yang masih bisa dijinakkan oleh Agustin.

Real Madrid balas mengancam mengandalkan umpan-umpan berbahaya dari Juanito, termasuk yang bisa dikejar oleh Jose Antonio Camacho yang kemudian memperdaya Alan Hansen tapi tembakan penyelesaiannya melenceng dari sasaran.

Baca Juga: Liga Champions Sudah Lahirkan 22 Tim Juara, Berikut Daftarnya

Liverpool kembali melancarkan serangan di pengujung babak pertama melalui kombinasi Phil Neal dan Kenny Dalglish yang kemudian menyodorkan bola untuk diselesaikan Graeme Souness, tetapi sekali lagi Agustin sigap mengamankan gawang Real Madrid.

Babak kedua dibuka dengan antisipasi buruk lini belakang Liverpool yang merasa Laurie Cunningham berada di posisi offside, memberi kesempatan Camacho merangsek berhadapan satu lawan satu dengan kiper Ray Clemence. Camacho berusaha mengecoh Clemence dengan tendangan cungkil, tapi bola masih terlalu tinggi di atas gawang.

Setelah Kennedy yang memecahkan kebuntuan, manajer Bob Paisley menempuh langkah pragmatis dengan menarik keluar Dalglish digantikan gelandang Jimmy Case demi mengamankan keunggulan.

Skor 1-0 bertahan hingga bubaran. Liverpool meraih trofi paling bergengsi Eropa ketiga mereka, sembari menjaga status juara bertahan di tangan klub Inggris untuk lima musim beruntun dan Real Madrid melanjutkan paceklik setelah kali terakhir juara pada 1966.

Baca Juga: Sengit, Sekilas Head to Head Liverpool Vs Real Madrid di Liga Champions

Hasil itu juga membuat Liverpool jadi tim keempat yang pernah menjuarai Piala Champions sekurang-kurangnya tiga kali, setelah Real Madrid, Ajax, dan Bayern Muenchen.

Sedangkan Paisley menorehkan rekor sebagai pelatih pertama yang tiga kali menjuarai Piala Champions, catatan yang di kemudian hari disamai oleh dua pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane, ketika kompetisi sudah berganti nama menjadi Liga Champions.

Pada Sabtu 28 Mei 2022 nanti, tepat 41 tahun dan satu hari setelah gol menentukan Alan Kennedy tersebut, sekira 15 km dari Parc des Princes tepatnya di Stade de France, Liverpool akan kembali bertemu Real Madrid dalam final Liga Champions 2021/2022.

Nyaris Absen

Gol semata wayang Alan Kennedy berakhir menjadi penentu trofi Eropa ketiga Liverpool sekaligus membantu mencatatkan nama Paisley dalam sejarah emas kompetisi klub Benua Biru.

Namun, sang pahlawan rupanya nyaris absen dari pertandingan semifinal Piala Champions 1980-81 lantaran cedera yang dideritanya di leg pertama semifinal melawan Bayern Muenchen yang berkedudukan akhir 0-0 di Anfield pada 8 April 1981.

Baca Juga: Liverpool Vs Madrid di Final Liga Champions, Berikut Perjalanan Mereka

“Pergelangan tangan saya patah dalam leg pertama semifinal dan dokter klub bilang itu cedera yang butuh masa pemulihan 10 pekan,” kata Kennedy dalam wawancara dengan BBC pada 2018.

“Saya ingin bermain tapi kami tidak menemukan cara mengatasi kondisi cedera ini, entah diplester atau perban. Pada akhirnya sebuah gips logam diikatkan ke pergelangan tangan saya. Itu agak rumit, berat dan jelas akan dinilai tindakan berbahaya di dunia sepak bola sekarang,” ujarnya menambahkan.

Konsultasi panjang bagaimana mengatasi cedera dan kondisinya memaksa Kennedy tinggal di Merseyside dan hanya bisa menyimak pertandingan leg kedua semifinal di Jerman lewat siaran radio.

Liverpool juga mengalami kesulitan lain di Muenchen, di mana Dalglish harus menepi di menit-menit awal karena cedera digantikan pemain minim pengalaman Howard Gayle.

Baca Juga: Jacksen Sebut Pemain Persis Youth Ini Bisa Jadi Bayangan Samsul Arif

Sebuah gol dari Ray Kennedy membawa Liverpool memimpin tujuh menit jelang bubaran waktu normal, yang segera dijawab oleh Bayern melalui Karl-Heinz Rummenige, tetapi skor 1-1 bertahan dan The Reds berhak lolos ke final berkat aturan gol tandang.

Sebulan berlalu Kennedy turut dalam rombongan Liverpool yang terbang ke Paris untuk partai final, tapi ia masih diliputi keraguan akan peluangnya bermain.

Kennedy, yang didatangkan Liverpool seharga 300.000 poundsterling pada musim panas 1978, mengaku tidak cukup tidur pada malam menjelang final selain karena sambutan suporter tetapi juga kondisinya sendiri apakah ia bisa tampil untuk melakoni final Piala Champions perdananya.

“Beberapa pemain sudah ambil bagian dalam dua final sebelumnya, tetapi itu adalah kali pertama bagi saya. Saya tidak cukup tidur malam harinya. Pikiran saya tersita akan pertandingan itu dan sakit yang masih terasa di pergelangan tangan,” tuturnya.

Baca Juga: Madrid ke Final Liga Champions, Ini Daftar Rekor yang Mereka Ciptakan

Di hari pertandingan, para pemain Liverpool dibangunkan pukul 16.00 sore setelah tidur siang oleh asisten pelatih Ronnie Moran dan Kennedy baru mengetahui namanya dalam starting eleven begitu tiba di Parc des Princes.

“Itu sedikit mengejutkan untuk dilibatkan dan saya merasa tidak cukup siap secara mental. Tetapi ketika mana manajer memanggil namamu, Anda harus segera menyesuaikan diri dan bersiap-siap untuk tampil,” kata Kennedy.

Situasi Kennedy 1981 tentu mau tak mau akan mengingatkan publik akan kondisi Liverpool saat ini, di mana mereka masih diliputi tanda tanya mengenai kondisi dua gelandang yakni Fabinho dan Thiago Alcantara untuk final melawan Real Madrid nanti.

Fabinho sudah absen sejak ditarik keluar karena cedera di pertengahan babak pertama pertandingan Liga Inggris melawan Aston Villa pada 10 Mei lalu.

Sedangkan Thiago menepikan diri di menit-menit tambahan babak pertama partai pemungkas Liga Inggris di Anfield, Minggu (22/5).

Parade Juara

Apabila ada sedikit saja kemungkinan bagi Fabinho dan Thiago bermain di final nanti, Juergen Klopp harus berani melakukan perjudian seberani Paisley menurunkan Alan Kennedy di Paris 1981 silam.

Perjudian Paisley terbukti berbuah manis sebab Kennedy menjadi pencetak gol semata wayang penentu kemenangan Liverpool, gol yang diakuinya terjadi tanpa perencanaan secara terperinci.

“Saya tidak berpikir untuk mencetak gol, saya hanya ingin berlari menciptakan ruang bagi Souness, [Terry] McDermott, atau Dalglish. Tapi Dalglish pergi mendekati garis kotak penalti di sisi lain sehingga saya berlari ke ruang yang terbuka itu,” katanya.

Kennedy masih mengingat jelas salah satu bek Real Madrid berusaha menyapu bola dan meleset, memberinya kesempatan untuk terus melanjutkan tusukan.

Baca Juga: Turnamen Pramusim Digelar di 4 Kota, Bagaimana Peluang Solo?

Menurut Kennedy momentum penentu lainnya adalah keputusan kiper Real Madrid, Agustin, beranjak meninggalkan gawang untuk menutup pergerakannya.

“Jika kiper bertahan di tempatnya, mungkin dia akan berakhir menyelamatkan tembakan saya, tapi dia melakukan sedikit pergerakan ke sisi kirinya untuk menutup celah tiang jauh sebaik tiang dekat. Itu memberi sinyal saya bisa mengarahkan bola ke area yang bisa menjadi gol,” pungkasnya.

Ketika bola melesak ke dalam gawang Real Madrid, sontak Kennedy berlari ke tepi lapangan untuk melakukan selebrasi bersama suporter Liverpool yang memadati tribun belakang gawang sebelum ditelan hujan pelukan dari rekan-rekannya.

Suasana perayaan berlanjut di tempat hiburan malam Paris, di mana menurut pengakuan Kennedy sebagian pemain Liverpool bahkan menyambangi kelab tari telanjang membawa serta trofi Piala Champions.

Parade juga dilakukan ketika Kennedy dkk mendarat lagi di Liverpool, mereka berkeliling kota di atas bus terbuka di mana rekan-rekannya membentangkan spanduk bertuliskan “Thanks Barney”, merujuk pada kemiripan Kennedy dengan tokoh Barney Rubble dalam serial kartun Flintstones.

Baca Juga: Potret Kelam Tragedi Heysel, Renggut 39 Nyawa di Final Liga Champions

Parade serupa juga sudah dipastikan akan kembali dilangsungkan oleh Liverpool pada 29 Mei 2022 nanti di mana pasukan besutan Juergen Klopp sudah pasti akan memamerkan dua trofi raihan musim ini yakni Piala Liga Inggris dan Piala FA.

Partai di Stade de France sehari sebelumnya akan menentukan apakah Klopp bakal mendapatkan satu trofi tambahan untuk dipamerkan dirayakan bersama para pemuja warna merah di Kota Liverpool nanti.

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

+ PLUS Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi

Gaya rambut pendek kini menjadi tren di kalangan wanita di Arab Saudi. Ini setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, mendorong reformasi sosial yang salah satunya tidak lagi mewajibkan wanita mengenakan jilbab.

Berita Terkini

Ini Daftar Pemain Lokal Termahal PSIS Semarang

Berikut daftar pemain lokal atau dalam negeri di skuat PSIS Semarang yang memiliki nilai pasar tertinggi atau termahal.

Timnas U19 Beruji Coba Lawan Bhayangkara FC Senin Besok

Uji coba Timnas U19 sebagai persiapan mengikuti Piala AFF U-19 2022 pada 2-15 Juli 2022 mendatang.

Bukan Carlos Fortes, Ini Pemain Termahal PSIS Semarang

Berikut daftar pemain termahal atau memiliki nilai pasar paling tinggi dalam skuat PSIS Semarang.

Suporter Bokongi Lapangan Kecewa Permainan Persis, Pelatih Anggap Wajar

Suporter Persis Solo membokongi lapangan Stadion Manahan karena kecewa dengan permainan tim kebanggaannya saat melawan Dewa United di laga Piala Presiden 2022, Jumat (24/6/2022).

Suporter Kecewa Permainan Persis Solo, Jacksen: Kami Tetap Tepuk Tangan

Ribuan suporter kecewa dengan permainan Persis Solo, sang pelatih, Jacksen, menganggap hal tersebut wajar.

Legenda Sepak Bola Brasil Ronaldinho Siap Bermain untuk RANS Nusantara

Ronaldinho didatangkan RANS Nusantara FC untuk peluncuran jersey dan laga trofeo melawan Arema FC dan Persik Kediri.

PSIS 5-2 PSS: Suporter Semarang Langsung Pulang, Sleman Tunggu Sejam

Suporter PSS Sleman BCS harus menunggu sejam di Stadion Manahan Solo sebelum pulang ke Sleman.

PSIS vs PSS, Stadion Manahan Solo pun Full Biru-Hitam

Suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman memadati Stadion Manahan Solo saat kedua tim bertanding di Piala Presiden 2022.

Begini Skenario Persis Solo Lolos ke Perempat Final Piala Presiden 2022

Berikut hitung-hitungan atau skenario Persis Solo agar bisa lolos ke perempat final Piala Presiden 2022.

Klasemen Grup A Piala Presiden Setelah Persis Ditahan Dewa United

Berikut klasemen terbaru Grup A Piala Presiden 2022 setelah PSIS menaklukan PSS 5-2 dan Persis Solo ditahan imbang Dewa United FC 1-1.

Bos Persis: Jadikan Pelajaran, Tatap Laga 1!

Aga Thohir meminta hasil minor yang diperoleh Persis Solo menjadi pembelajaran bagi tim untuk menatap Liga 1 mendatang.

Josss! Kalahkan PSS Sleman 5-2, PSIS Juara Grup A

PSIS Semarang memastikan lolos ke perempat final Piala Presiden 2022 setelah mengalahkan PSS Sleman dengan skor 5-2 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (24/6/2022).

Nil Maizar: Seluruh Tim Masih Punya Peluang Lolos Grup A

Seluruh tim yang ada di Grup A masih berpeluang untuk lolos ke 8 besar tergantung hasil pertandingan PSIS vs PSS Sleman

Persis Imbang Lagi, Ini Permintaan Maaf Irfan Jauhari

Winger Persis Solo Irfan Jauhari meminta maaf kepada suporter karena gagal membawa tiga poin dalam laga ketiga Grup A Piala Presiden 2022.

Jacksen Tak Risaukan Hasil Minor dalam Turnamen Pramusim

Menurut Jacksen, dirinya memiliki 35 pemain sehingga turnamen pramusim menjadi ajang untuk mencari komposisi terbaik.