Pialadunia
Rabu, 11 Juni 2014 - 05:46 WIB

FILM ANIMASI BINTANG BOLA : Neymar Jadi Penata Rambut, Rooney Jadi Nelayan

Redaksi Solopos.com  /  Mulyanto Utomo  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ini dia Neymar dalam ebuah film animasi yang berprofesi tukang cukur. Ist/dailymail.co.uk

Solopos.com, RIO DE JANEIRO — Bintang Timnas Brasil, Neymar, beralih profesi sebagai penata rambut. Sementara superstar Timnas Inggris, Wayne Rooney, banting stir menjadi nelayan yang sehari-hari sibuk menangkap ikan di pelabuhan.

Tunggu dulu, hal itu hanya terjadi dalam sebuah film animasi. Dengan memanfaatkan momentum Piala Dunia 2014, sebuah appereal ternama di dunia, Nike, mengeluarkan film animasi berdurasi lima menit yang memakai karakter tokoh-tokoh bintang sepak bola dunia.

Advertisement

Selain Neymar dan Rooney, masih ada sederet pemain top dunia lainnya. Seperti Cristiano Ronaldo,  Franck Ribery, Andres Iniesta, David Luiz, dan Tim Howard.  Bahkan pemain asal Swiss, Zlatan Ibrahimovic yang tak bisa ikut Piala Dunia karena timnya gagal lolos ke Brasil, juga menjadi salah satu karakter dalam film pendek animasi ini.

Film animasi ini diberi judul The Last Games ini dikemas dengan cerita dan gambar yang sangat menarik. Delapan pesepak bola di dunia tersebut menjadi tokoh utama yang harus menyelamatkan olahraga kulit bundar ini dari ancaman permainan membosankan yang dimainkan drone (kloning) mereka.

Seperti dilansir Daily Mail, Selasa (10/6/2014),  The Last Games dimulai dari seorang ilmuwan yang menilai permainan sepak bola terlalu berisiko dan tidak efektif. Akhirnya, sang ilmuwan menciptakan drone yang memiliki kemampuan hebat dan bisa bermain efektif.

Advertisement

Hasilnya, tim drone itu bisa mengalahkan pemain-pemain asli.  Alhasil, Rooney dkk. harus beralih profesi. Neymar dan Luiz digambarkan banting stir menjadi penata rambut. Rooney yang terlihat gemuk dalam karakternya di film ini menjadi nelayan.  Sedangkan Ronaldo menjadi seorang model.

Namun, kondisi itu tidak berlangsung terus-menerus. Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo, berusaha menggerakkan kembali hati superstar sepak bola dunia untuk kembali ke “jalur yang benar”. Sebab kalau  tidak, maka permainan sepak bola akan selamanya terjebak dalam kebosanan tanpa risiko. Singkat cerita, para pemain asli akhirnya akhirnya bisa mengalahkan the winning team yang diperkuat pemain-pemain palsu tadi.

“Dalam 90 detik terakhir dalam The Last Game membuktikan, di luar banyak keraguan, sepak bola brilian adalah hanya sepak bola yang seperti ini [apa adanya sekarang]. Brilian, kreatif, berisiko. Inilah yang dimaksud dengan #riskeverything [segala sesuatu ada risikonya],” beber Chief Marketing Officer Nike, Davide Grasso. (Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos)

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif