Pengrajin menghias payung untuk Festival Payung Indonesia 2020. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Festival Payung Indonesia mengawali program 2020 dengan menggelar promo tur ke Asia dan Eropa. Agenda pengenalan festival payung ke sejumlah negara tersebut dimulai pekan ini.

Direktur Program Festival Payung Indonesia yang merupakan kreator seni asal Solo, Heru Prasetya, Jumat (17/1/2020) mengatakan, saat ini mereka sedang berada di Chiangmai, Thailand. Pada Maret 2020 mendatang mereka dijadwalkan berkunjung ke China, Myanmar, dan Jepang.

Tur ditutup dengan kunjungan ke beberapa negara Eropa, yakni Paris (Prancis), Budapest (Hungaria), dan Vienna (Austria) pada Juni 2020.

Selama tur mereka menggelar pameran payung Nusantara di sejumlah destinasi wisata kota, workshop melukis di atas payung kertas, serta pertunjukan fashion dan dance dengan payung tradisi.

Acara ini bertujuan membangun jaringan festival payung di dunia, sekaligus perintisan sister festival untuk negara-negara kreator payung. Seperti Kyoto, Jepang dan Chiangmai, Thailand.

“Serta untuk bisa promosi festival biar festival payung bisa menghadirkan juga wisawatan mancanegara datang di Festival Payung Indonesia nanti,” kata dia kepada Solopos.com.

Agenda Festival Payung Indonesia digelar pada September 2020. Agenda tahunan ini digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (4-5/9/2020) di Garuda Mandala, Candi Prambanan, Klaten.

Mengusung Sepayung Kertas, mereka akan mengupas tradisi payung kertas di masa lalu sampai hari ini. Serta melihat elaborasi tradisi kertas terhadap ragam seni kekinian.

“Kertas yang berbahan dasar tanaman juga mengingatkan dan mendorong kita untuk suka menanam pepohonan, yang bermanfaat memproduksi oksigen untuk kehidupan manusia dan selektif menggunakan plastik,” tambah Heru.

Konten festivalnya meliputi pameran, workshop, diskusi, dan seni pertunjukan yang berinspirasikan kertas sebagai penciptaan karya seni. Sepayung Kertas menyapa kita untuk merenungkan kontribusi Kebijaksanaan Kertas.

Tujuannya adalah membangun kebersamaan dalam melestarikan payung tradisi Indonesia, mendorong pertumbuhan kreativitas kolektif masyarakat, menumbuhkan semagat rasa kebersatuan dalam keberagaman, dan menjadikan festival sebagai ruang dialog persahabatan antarbangsa.

Panitia melibatkan pengrajin payung tradisional dan kreasi dari berbagai pelosok negeri serta pegiat seni di wilayah Asia untuk memeriahkan Festival Payung 2020.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten