Replika Naga sajian Lautan Lentera Indonesia (Facebook.com)

Solopos.com, SOLO — Lautan Lentara Indonesia mulai Jumat (29/8/2014) hingga Minggu (21/9/2014), setiap pukul 17.30 WIB-23.00 WIB, bakal mengubah Alun-Alun Utara Kota Solo bernuansa Kota Suzhou. Sembilan lampion raksasa bakal menjadi sajian utama event budaya bertiket tanda masuk belasan ribu rupiah itu.

Kota Suzhou yang terletak di dataran Tiongkok, selama ratusan tahun dikenal dengan kreativitas warganya membuat lentera atau lampion. Karya kreatif itu kali pertama muncul pada masa pemerintahan Dinasti Han (25 Masehi), dan kini keberadaan lampion kreasi warga Negeri Tirai Bambu itu acap kali digunakan sebagai hiasan dan pelengkap artistik di berbagai belahan dunia.

Lampion laksana hasil kreasi warga Suzhou bakal dipamerkan di Festival Lentera Suzhou yang digelar di Alun-alun Utara Solo. Sembilan lampion setinggi 12 meter yang menampilkan replika naga, Taj Mahal, kapal yang digunakan laksamana Cheng Ho, hingga taman panda akan menjadi suguhan utama.

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat 15 lampion berdimensi lebih kecil yang menampilkan karakter shio dan 1.200 instalasi lampion bulat yang biasa melengkapi hiasan khas Tiongkok. Lampion yang dibuat dari material rangka besi yang dilapisi kain satin warna-warni ini akan menerangi kawasan alun-alun dengan cahaya lampu bohlam dengan total daya 150.000 watt.

Tidak Gratis
CEO Lautan Lentara Indonesia selaku penyelenggara acara, Sumadio Lie, mengutarakan pihaknya sengaja menggelar festival lampion di Kota Bengawan sebagai alternatif sarana hiburan.  “Solo sebelumnya belum ada event seperti. Ini untuk memberikan alternatif hiburan bagi warga di sini,” terang Suma, saat menggelar jumpa pers di Kestalan, Banjarsari, Solo, Selasa (26/8/2014) siang.

Suma mengungkapkan sebelum menggelar acara serupa di Solo, pihaknya telah sukses menggelar festival lampion di Semarang. “Selama 31 hari, acara kami di Semarang bisa menyedot 110.000 orang. Kami berharap di sini bisa mendapatkan sambutan yang meriah juga,” harapnya.

Menurut Suma, pengunjung yang ingin menikmati suguhan bernuansa oriental ini diwajibkan membeli tiket senilai Rp15.000 (Senin-Kamis) dan Rp20.000 (Jumat-Minggu). “Penjualan tiket kami layani mulai pukul 17.00 selama pertunjukan,” katanya.

Selain mendapatkan suguhan lampion aneka rupa, pengunjung bisa menikmati stand kuliner, UKM, wahana permainan dari Diana Land, hingga pertunjukan seni dan budaya dari berbagai penampil.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten