Festival Kopi dan Batik Wonogiri Diwacanakan Jadi Agenda Rutin

Pemkab Wonogiri akan menjadikan Festival Kopi dan Batik Wonogiri agenda rutin tahunan jika ada respons positif dari semua stakeholders.

 Festival kopi dan batik Wonogiri. (Istimewa/IG@humas_Wonogiri)

SOLOPOS.COM - Festival kopi dan batik Wonogiri. (Istimewa/IG@humas_Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI–Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan bakal menjadikan acara Festival Kopi dan Batik sebagai agenda rutin.

Rencana itu dinilai dapat diwujudkan apabila kreativitas dan respons dari masyarakat positif.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Agenda Festival Kopi dan Batik digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti, Kabupaten Wonogiri, Sabtu-Minggu (1-2/10/2022). Rangkaian pada hari pertama, Sabtu, meliputi pameran potensi kopi dan batik yang dimiliki Kabupaten Wonogiri, pembagian 1.000 gelas kopi secara gratis, dan audiensi antara Bupati Wonogiri dengan petani kopi dan pengrajin batik di Wonogiri.

Sementara pada hari kedua, rangkaiannya meliputi fashion show batik Wonogiren dan konser musik akustik serta keroncong.

Pantauan Solopos.com, acara yang berpusat di Alun-alun Giri Krida Bakti itu ramai dikunjungi warga, baik Sabtu maupun Minggu.

Atas rangkaian itu, Bupati yang akrab disapa Jekek mengatakan bakal menggelar kegiatan serupa minimal dua kali dalam setahun. Sebab selain dapat mengenalkan dan menumbuhkan perekonomian pelaku usaha kopi dan batik, kegiatan tersebut juga mendorong pemerataan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Wonogiri.

“Melalui festival kopi dan batik, Pemkab Wonogiri menghadirkan berbagai program di tengah masyarakat. Kerangka besarnya adalah untuk menumbuhkan ekonomi di Wonogiri sehingga PDRB kami tidak hanya terfokus di wilayah utara, tapi ada pemerataan PDRB,” kata Jekek kepada wartawan, Sabtu (1/10/2022).

Di sisi lain ia berharap, pengrajin batik dan petani kopi dapat menjalin komunikasi dan bertukar ilmu antarkelompok. Bukannya menjadi kompetitor satu sama lain, melainkan harus saling menguatkan.

“Hal yang kerap terjadi, kelompok datu dan kelompok lain tidak mau bertukar ilmu. Kebiasaan ini salah. Ke depan, para perajin batik dan petani kopi harus membangun sebuah kesatuan dengan semangat Go Nyawiji Sesarengan mBangun Wonogiri, agar semua potensi bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Harapan digelarnya acara Festival Kopi dan Batik secara rutin datang dari salah seorang pengusaha batik yang juga menjadi peserta festival, Yoyok Ernowo. Ia adalah Ketua Pengelola Batik Ciprat Pucung, Kismantoro. Batik itu dibikin dari hasil karya warga difabel.

“Saya berharap supaya acara seperti ini [festival dan fashion show batik] jadi agenda tahunan. Supaya sekaligus jadi ajang mengenalkan batik Wonogiri ke masyarakat,” ujarnya, Sabtu.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.