Ratusan orang menyaksikan atraksi barongsai di lokasi Festival Tahun Baru China 2020 di Jl. Batanghari, Kota Madiun, Rabu (22/1/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN — Dalam memperingati Tahun Baru Imlek tahun 2020, Pemkot Madiun menyelenggarakan PeceLand Chinese New Year Festival 2020, Rabu (22/1/2020). Festival ini digelar di Jalan Batanghari, Kota Madiun, mulai 22-26 Januari.

Festival yang menghadirkan puluhan pedagang kuliner ini ditempatkan di Jl. Batanghari karena dahulunya kawasan itu adalah Pecinan Madiun. Pemkot ingin membangkitkan kembali kenangan itu dan menjadikan kawasanan ini sebagai Pecinan Madiun.

Di arena festival ini ada beragam jajanan yang dijual. Ornamen-ornamen di sepanjang jalan itu pun dibuat bernuansa Imlek dan penuh dekorasi berwarna merah. Ratusan lampion pun bergantungan di lokasi festival.

Saat pembukaan festival, sejumlah barongsai dan naga ikut meramaikan kegiatan yang baru diselenggarakan untuk pertama kali tersebut. Atraksi barongsai ini pun menarik ratusan pengunjung yang menjejali lokasi festival.

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan kegiatan festival ini juga menjadi upaya untuk menghidupkan kawasan pecinan di Jl. Batanghari. Maidi menuturkan sejak dahulu kawasan ini memang terkenal dengan lokasi penjualan barang-barang kuno. Sebagian besar penjualnya adalah warga etnis Tionghoa.

“Karena kesannya kumuh, pedagang barang-barang kuno dan loakan di sini dipindah ke pasar kotak sana. Setelah bersih, ini baru diselenggarakan festival ini,” kata dia kepada wartawan.

Maidi menuturkan ada ribuan warga etnis Tionghoa yang tinggal di Kota Madiun. Namun, pada saat perayaan Imlek justru etnis Tionghoa ini pergi ke luar negeri maupun ke Solo.

Untuk itu, perlu ada kegiatan besar yang bisa membuat warga etnis Tionghoa ini untuk tetap tinggal di Madiun selama perayaan Imlek. Bahkan, bisa saja acara-acara yang diselenggarakan di Madiun bisa menarik minat warga Tionghoa dari daerah lain.

“Ya jangan sampai kita malah pergi meninggalkan Madiun. Akan kami selenggarakan kegiatan besar supaya warga luar yang datang ke Madiun saat Imlek. Seperti festival barongsai nasional,” terang dia.

Pengurus Kelenteng Hwie Ing Kiong Madiun, Fredy Cahyanto, mendukung rencana Pemkot untuk menghidupkan kembali kawasan Pecinan di Jl. Batanghari. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Dulu sini [Jl. Batanghari] memang kawasan kumuh, pasar loak, dan pasar kue. Saya setuju kalau memang ada rencana untuk menghidupkan kawasan pecinan di Madiun,” ujar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten