Festival Durian Klaten: Berdesak-Desakan Dahulu, Nikmati Duren Kemudian
Warga berebut menukarkan voucher untuk mendapatkan buah durian gratis saat Festival Durian di Lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Klaten, Minggu (2/2/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Berdesak-desakan dahulu, nikmati durian kemudian. Pengalaman itu lah yang didapat para pengunjung Festival Durian yang digelar Pemkab Klaten melalui Kecamatan Jatinom di Lapangan Desa Randulanang, Minggu (2/2/2020).

Sebanyak 1.120 buat durian dibagikan secara kepada warga yang datang ke lapangan tersebut. Durian tersebut dibagikan sudah dalam kondisi dikupas dan buahnya diwadahi bungkus plastik mika.

Satu bungkus berisi tiga pongge durian. Total 5.500 bungkus mika yang masing-masing berisi tiga pongge durian. Untuk mendapatkan durian ini, warga harus menukarkan dengan voucher yang sudah dibagikan sebelum acara.

Panitia menyediakan 4.000 lembar voucher. Ribuan warga berdesak-desakan demi bisa mendapatkan durian tersebut. Ratna, 20, salah satunya.

Tabrak Pohon Tumbang, Pengendara Motor Tersungkur di Gedong Karanganyar

Dia langsung berteriak kegirangan ketika keluar dari kerumunan orang yang berdesak-desakan di lapangan tersebut sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah kepayahan berdesakan, Ratna berhasil mendapatkan tiga plastik mika berisi buah durian.

Wanita asal Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, tersebut buru-buru menghampiri temannya, Susi, 21, warga Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY, yang sudah menunggu di dekat kerumunan. Mereka lantas bareng-bareng menikmati durian hasil buruan.

Warga memakan buah durian yang berhasil didapatkan saat digelar Festival Durian di Lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Minggu (2/2/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Warga memakan buah durian yang berhasil didapatkan saat digelar Festival Durian di Lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Minggu (2/2/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

“Suk-sukane itu lo mengerikan [berdesakannya itu mengerikan],” kata Ratna saat ditemui Solopos.com di sela-sela menikmati durian yang didapatnya.

Sementara itu, tak perlu waktu lama bagi panitia untuk membagikan ribuan plastik mika berisi durian kepada pengunjung hingga habis dalam waktu kurang dari lima menit. Panitia kewalahan lantaran saking banyaknya warga yang ingin segera mendapatkan durian meski tempat penukaran durian sudah dibagi di 11 meja.

Pabrik Kemeja PT Hermosa Garment di Ceper Klaten 2 Jam Terbakar

Festival Durian menjadi agenda tahunan yang digelar Pemkab melalui Pemerintah Kecamatan Jatinom. Kegiatan itu menjadi ajang mengenalkan Jatinom sebagai salah satu sentra durian di Klaten.

Camat Jatinom, Wahyuni Sri Rahayu, mengatakan sejumlah desa sentra durian di Jatinom seperti Randulanang, Beteng, serta Temuireng. Saban musim durian tiba, buah hasil produksi dikirimkan ke berbagai wilayah.

Rahayu mengatakan Festival Durian tahun ini merupakan kali ketiga. Panitia menghimpun durian dengan memberlinya dari petani sekitar Jatinom. “Total buah durian yang disiapkan ada 1.120 buah,” kata dia.

Sebelum durian dikupas, dikemasi, hingga dibagikan, panitia mengecek satu per satu buah durian untuk memastikan layak dibagikan.

Pemimpin King of The King Punya 2 Juta Triliun Poundsterling? Polisi: Halu!

“Ada tester yang merupakan pedagang durian berpengalaman. Dari aromanya dia sudah tahu kualitas buah duriannya baik atau buruk. Ketika dapat yang kualitas buruk, langsung ditukar,” kata salah satu panitia, Haryanto.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan festival itu menjadi ajang mempromosikan salah satu produk unggulan Klaten. Selain Jatinom, Kecamatan Karangnongko dan Kemalang juga menjadi sentra durian lokal.

Warga menunjukkan buah durian yang berhasil didapatkan saat digelar Festival Durian di Lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Minggu (2/2/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Warga menunjukkan buah durian yang berhasil didapatkan saat digelar Festival Durian di Lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Minggu (2/2/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Mulyani berharap kegiatan itu saban tahun kian viral agar semakin banyak warga dari berbagai daerah berdatangan. “Syukur-syukur bisa mendatangkan turis asing ke sini,” kata dia.

Selain buah durian yang diberikan gratis oleh panitia, pengunjung festival juga bisa membeli durian dari pedagang di sepanjang jalan sekitar Lapangan Desa Randulanang. Pedagang itu tak hanya dari Klaten tapi juga berbagai daerah lain.

Soal Rizieq Shihab, Moeldoko: Pulang Saja Kalau Berani

Salah satu pedagang, Yanto, 60, mengaku datang dari Kecamatan Musuk, Boyolali. Sejak Minggu pagi, dia sudah memarkir mobilnya yang dipenuhi durian di tepi jalan menuju lapangan.

Harga buah durian beragam mulai dari Rp100.000 dapat tiga biji, Rp50.000/buah, hingga Rp160.000/buah. “Saya bawa 300 biji buah durian. Alhamdulillah sudah habis,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom