Solopos.com, DENPASAR -- Menjamurnya turis di Bali yang meminta-minta atau mengganggu ketertiban umum membuat Imigrasi Bali gerah. Imigrasi memutuskan turis yang bermasalah akan dikirim ke kedutaan negara masing-masing. Berdasar fenomena tersebut, pemerintah akan mengkaji ulang kebijakan bebas visa.

Keputusan Imigrasi Bali yang tidak mau lagi mengurus begpacker atau turis gembel menjadi topik yang tidak hanya diperbincangkan di Indonesia tetapi juga dunia. Media berbahasa Inggris dan Jerman banyak yang memberitakan masalah ini.

Portal online seperti The Sun dari Inggris dan Watson dari Swiss menampilkan cuitan dan foto dari orang kulit putih yang mengemis di jalanan negara Asia. Banyak pihak yang menyebut itu adalah hal yang memalukan.

“Mengemis untuk jalan-jalan, di mana ada warga lokal yang mengemis untuk bertahan hidup, adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji terhadap negara dan warganya,” kata Fabian Kronig, warga negara Swiss yang sejak delapan tahun bekerja di Bali menjadi manajer di Hideout-Hostel, Canggu, menuangkan keluh kesahnya, seperti dikutip dari portal berita Swiss watson.ch.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten