Febri Diansyah Objektif Bela Putri Sambo, Deolipa: Yang Bisa Dipegang Hanya HP

Febri Diansyah itu menjelaskan kenapa dirinya yang seorang aktivis antikorupsi dan selama kritis terhadap pelanggaran di Polri mau menjadi pengacara Putri Sambo.

 Deolipa Yumara. (Youtube/metrotvnews)

SOLOPOS.COM - Deolipa Yumara. (Youtube/metrotvnews)

Solopos.com, JAKARTA — Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, berjanji bersikap objektif saat menjadi penasihat hukum istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Pernyataan Febri Diansyah itu menjelaskan kenapa dirinya yang seorang aktivis antikorupsi dan selama kritis terhadap pelanggaran di Polri mau menjadi pengacara Putri Sambo.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Janji Febri untuk objektif itu mendapat tanggapan dari sesama pengacara, Deolipa Yumara.

Mantan penasihat hukum Bharada Eliezer (saksi kunci kasus Ferdy Sambo) itu mengatakan adalah hak Febri Diansyah untuk menjadi pengacara siapapun karena sudah tidak lagi di KPK.

Baca Juga: Profil Febri Diansyah, Eks Jubir KPK yang Menjadi Pengacara Putri Sambo

“Ini masalah hak dan kewajiban, tidak bisa kita ‘oh ini advokatnya si Sambo’ ya jangan juga. Biar bagaimana Sambo juga butuh pengacara untuk dibela. Cuman kan rasa keadilan itu kan pertanyaan dasarnya kan, kalau dari wilayah kanan masuk ke wilayah kiri timbul tanda tanya. Saya gak berani menjawab (penawaran uang dari Ferdy Sambo) karena itu bukan wilayah saya. Tapi sebaiknya kalau orang menegakkan keadilan dari sisi sana sisi sini jadi bebas aja, ya siapa tahu objektif, kan itu kata dia,” ujar Deolipa seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube KompasTV, Rabu (28/9/2022).

Biasanya, lanjut Deolipa, orang-orang yang pernah bergabung dengan KPK memiliki integritas tinggi.

Karenanya, Deolipa mengajak publik untuk mencermati langkah Febri Diansyah yang sudah resmi menjadi pembela Putri Sambo.

Baca Juga: Eks Jubir KPK Bela Putri Sambo, Deolipa: Gak Ada Kerjaan Ya Jadi Advokat

Secara berseloroh ia menyebut yang bisa dipegang hanya telepon seluler (handphone).

“Jadi anggap saja kata-katanya bisa dipegang, biasanya kalau orang-orang dari kaliber itu kan bisa dipegang, pegang saja kata-katanya. Cuman yang bisa dipegang kan handphone, kalau kata-kata kan susah, tapi siapa tahu kata-katanya bisa dipegang,” ujar Deolipa yang dipecat sebagai pengacara Bharada Eliezer karena dirinya berseteru dengan Kabareskrim Komjen Pol Agus Andiranto.

Janji Objektif

Sebelumnya diberitakan, eks Jubir KPK Febri Diansyah mengakui dirinya ditawari menjadi penasihat hukum Putri Candrawathi sejak pekan lalu.

Dia mengatakan hari ini, Rabu (28/9/2022), dirinya resmi menjadi penasihat hukum dan akan bekerja secara objektif.

“Ya, saya memang diminta bergabung di tim kuasa hukum perkara tersebut sejak beberapa pekan lalu. Setelah saya pelajari perkaranya dan bertemu dengan Bu Putri, saya sampaikan bahwa kalaupun saya menjadi kuasa hukum, saya akan dampingi secara objektif,” ujar Febri kepada wartawan, Rabu.

Baca Juga: Bareskrim Polri Serahkan Ferdy Sambo ke Kejagung Maksimal 14 Hari

Febri menegaskan dirinya mendampingi Putri Candrawathi dalam perkara ini bukan hanya secara objektif namun juga faktual.

“Jadi, sebagai advokat saya akan dampingi perkara Bu Putri secara objektif dan faktual,” ungkapnya.

Baca Juga: Berkas Lengkap, Kasus Ferdy Sambo Disidangkan Secepatnya

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi

      Kementerian BUMN segera membuka Rekrutmen bersama bumn batch 2 dan diikuti 30 perusahaan BUMN.

      Mendagri Ungkap Daerah dengan Serapan APBD Rendah, Ini Daftarnya

      Sejumlah daerah serapan APBD masih rendah meski tahun anggaran 2022 tinggal sebulan selesai.

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.

      Misteri Empat Jasad Mengering Kalideres

      Berbagai fakta tentang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat itu terus bermunculan namun belum mampu mengungkap misteri kematian mereka.

      Warganet Dukung Bharada Eliezer: Terima Kasih, Teruslah Jujur demi Yosua

      Warganet mendukung Eliezer yang merupakan penembak Yosua itu terus berkata jujur di persidangan.

      Anggota Brimob Diadang lalu Ditembaki di Papua, 2 Tertembak, 1 Gugur

      Petugas patroli Damai Cartenz ditembaki ketika melintas di Dekai, Kabupaten Yahukimo hingga terjadi baku tembak.

      Fakta Persidangan: Sebelum Dibunuh Yosua Sempat akan Dicelakai di Jalan

      Bripka Ricky Rizal disebut berniat menabrakkan sisi kiri mobil yang ditempati Brigadir Yosua.

      Breaking News, 1 Anggota Brimob Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB Papua

      Informasi yang dihimpun menyebutkan, baku tembak Brimob dan KKB Papua terjadi di KM 9 Dekai, Kabupaten Yahukimo.