Fathul Wahid Kantongi Suara Terbanyak dalam Pemilihan Rektor UII
Ilustrasi (Istimewa)

Pakar Teknologi Informasi Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid mengantongi suara terbanyak dalam pemilihan calon rektor UII

Solopos.com, SLEMAN - Pakar Teknologi Informasi Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid mengantongi suara terbanyak dengan mengungguli para seniornya dalam pemilihan calon rektor UII, Rabu (28/2/2018) lalu.

Fathul bersama empat akademisi UII lainnya ditetapkan sebagai calon rektor melalui rapat pleno Panitia Pemilihan Rektor UII, Kamis (1/3/2018) siang.

Dalam pemilihan itu, Fathul Wahid unggul telak dengan mengantongi 259 suara disusul Suparman Marzuki 151 suara, Rohidin 98 suara, Widodo 83 suara dan Dwipraptono Agus Harjito memperoleh 71 suara. Nama Ilya Fajar Maharika yang kini menjabat sebagai Wakil Rektor I saat penjaringan lolos dalam 12 besar, namun dalam pemilihan itu harus tergeser dengan tidak masuk dalam lima besar.

Fathul Wahid sebelumnya pernah menjabat sebagai dekan pada Fakultas Teknik Industri UII periode 2010-2014, merupaka alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian Suparman Marzuki, pernah menjabat sebagau Pembantu Dekan Fakultas Hukum UII dan mantan Ketua Komisi Yudisial (KY).

Sedangkan rekam jejak Rohidin saat ini menjadi Wakil Dekan di FH UII periode 2014-2018. Adapun Widodo sendiri saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) dan Dwipraptono Agus Harjito juga sedang menjabat sebagai Dekan di Fakultas Ekonomi UII Periode 2014-2018.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UII M. Syamsudin menjelaskan, pada pemilihan calon rektor yang digelar ada 12 nama dari hasil penjaringan. Kelima nama yang ditetapkan sebagai calon rektor itu masuk dalam lima besar suara terbanyak.

Jumlah pemilih total sebanyak 1.049, terdiri dari dosen tetap dan tenaga kependidikan tetap sebanyak 929 orang dan unsur perwakilan lembaga kemahasiswaan 120 orang. Pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 875 orang dengan empat suara dinyatakan tidak sah, karena tidak mengikuti cara memilih yang sah sesuai peraturan.

Pemilih yang tidak menggunakan hak pilih karena sedang belajar di luar negeri dan luar kota, menjalankan tugas di dalam dan luar negeri serta ada pemilih yang sakit.

"Terdapat peningkatan tingkat partisipasi pemilih sebanyak 11% dari 72% pada saat penjaringan bakal calon rektor menjadi 83% pada saat pemilihan calon rektor," ungkap Syamsudin dalam keterangan persnya, Kamis (1/3/2018).

Ia menambahkan, kelima calon rektor itu dijadwakan mempresentasikan rencana aksi di hadapan Yayasan Badan Wakaf UII, anggota senat universitas, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa di Auditorium Kahar Muzakir pada 14 Maret 2018 mendatang.

Pemaparan itu untuk mendengar dan melihat visi dan kemampuan setiap calon rektor dalam menjabarkan arah strategis yayasan  dan rencana induk pengembangan (RIP) UII yang dijabarkan dalam bentuk rencana program kerja yang akan disusun pada periode kepengurusan rektor UII periode 2018-2022.

"Atas penetapan lima orang calon rektor tersebut bagi pihak-pihak yang merasa keberatan diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan selama lima hari kalender sejak hari ditetapkan calon rektor tersebut," imbuhnya.

Bagi pihak yang akan mengajukan keberatan, lanjut dia, harus menyertakan identitas yang jelas serta bukti kepada Panitia Pemilihan dan selanjutnya akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Jika pengajuan keberatan tersebut hasilnya diterima oleh Pengurus Yayasan, maka calon yang sudah ditetapkan akan digugurkan dan digantikan oleh calon rektor dengan nomor urut perolehan suara terbanyak di bawahnya.

Ia menambahkan, setelah memaparkan rencana aksi, selanjutnya kelima nama calon rektor diajukan kepada senat universitas untuk dilakukan pemilihan di tingkat senat universitas untuk dipilih tiga orang calon.

"Dari tiga orang calon rektor terpilih tersebut selanjutnya diajukan kepada Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII untuk ditentukan menjadi satu orang rektor terpilih," tegasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom