Dua sepeda motor diparkir di dekat tempat khusus parkir (rak) sepeda di belakang Pos Keamanan Kantor DPRD Solo, Senin (1/4/2019) lalu. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membudayakan bersepeda ke tempat kerja dengan menyediakan fasilitas berupa rak atau tempat khusus untuk parkir sepeda di kantor pemerintahan belum sepenuhnya disikapi secara positif.

Rak atau tempat khusus parkir sepeda belum dimanfaatkan dengan baik oleh pegawai di institusi pemerintahan itu. Seperti yang terjadi di Kompleks Sekretariat https://soloraya.solopos.com/read/20180429/489/913007/kinerja-dprd-solo-kurang-bermanfaat" title="Kinerja DPRD Solo Kurang Bermanfaat -">DPRD Solo, Senin (1/4/2019). Rak khusus sepeda malah dipakai untuk parkir sepeda motor.

Pantauan Solopos.com dari enam rak sepeda di Kompleks Kantor Sekretariat DPRD, tidak ada satu pun sepeda yang diparkir di tempat itu. Justru ada dua sepeda motor yang diparkir di dekat fasilitas yang terdapat lambang Dinas Perhubungan itu.

Rak khusus untuk parkir sepeda tersebut berada di belakang (timur) Pos Keamanan Kompleks DPRD Solo. Rak parkir khusus sepeda di Kompleks DPRD Solo itu merupakan fasilitas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo.

Kasi Parkir Umum Khusus Dinas Perhubungan Solo, Henry Satya Negara, mengatakan selain di https://soloraya.solopos.com/read/20181221/489/960322/akhirnya-tahun-2019-raperda-kawasan-tanpa-rokok-solo-digarap-dprd" title="Akhirnya, Tahun 2019 Raperda Kawasan Tanpa Rokok Solo Digarap ">DPRD Solo, fasilitas yang sama juga disediakan di beberapa lokasi lain seperti di kawasan Ngarsopuro atau Jl. Diponegoro Solo.

Demikian pula di Kompleks Balai Kota Solo, Kantor Dishub Solo, kawasan Pasar Gede, Citywalk Plaza Sriwedari, dan Plaza Air Mancur Manahan. Secara bertahap fasilitas bagi pesepeda itu akan ditambah dari waktu ke waktu.

Henry berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pesepeda. Dia juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas publik yang telah disediakan. Jangan sampai fasilitas-fasilitas itu rusak atau hilang karena dicuri.

Terkait kondisi fasilitas rak parkir sepeda di Kompleks DPRD Solo yang tak dimanfaatkan dengan baik, Henry berencana berkoordinasi dengan Sekretariat https://soloraya.solopos.com/read/20181126/489/955213/diduga-kampanye-saat-reses-anggota-dprd-solo-abdullah-a.a.-diperiksa-bawaslu" title="Diduga Kampanye Saat Reses, Anggota DPRD Solo Abdullah A.A. Diperiksa Bawaslu">DPRD. “Pada Kamis [5/4/2019] akan kami koordinasikan lebih lanjut,” tutur dia.

Terpisah, pegiat sepeda Kota Solo, Okie Nugroho, mengatakan mengendarai sepeda ke tempat kerja merupakan budaya masyarakat di negara-negara maju. Selain membuat badan jadi sehat dan bugar, bersepeda mengurangi polusi gas buang kendaraan.

Keberadaan fasilitas parkir khusus untuk sepeda di kantor institusi pemerintahan di Solo menunjukan iktikad yang baik dari pemerintah kota. Tapi Okie menyayangkan iktikad baik itu belum disambut positif jajaran pegawai.

“Saat Pemkot sudah menyediakan fasilitas penunjang bersepeda ke kantor, mestinya direspons para pegawai dengan bersepeda. Lah kalau disediakan fasilitas parkir sepeda malah dipakar parkir motor, artinya kesadaran masih kurang,” kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten