Ilustrasi operasi bedah (diseaseproff.com)

Solopos.com, BANGKOK -- Kepolisian menegaskan artis sensasional Lucinta Luna adalah transgender. Artis yang terlahir dengan nama Muhammad Fatah ini diketahui melakukan operasi penggantian kelamin di Rumah Sakit Rajyindee, Thailand, 2016 lalu.

Negara dengan julukan Negeri Gajah Putih ini memang kerap menjadi destinasi bagi mereka yang ingin melakukan operasi penggantian kelamin. Selain Rumah Sakit Rajyindee, ada juga Rumah Sakit Yanhee yang melayani operasi penggantian alat kelamin.

Dibekuk Thailand, Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Jadi Runner Up Grup

Dilansir Detik.com, dua tahun silam, Direktur Marketing Internasional Rumah Sakit Yanhee, Ismael Naypa, membeberkan biaya yang harus dikeluarkan pasien operasi penggantian kelamin seperti yang dilakukan Lucinta Luna.

Meski tergolong tidak murah, operasi penggantian alat kelamin di Thailand diminati oleh warga Thailand maupun masyarakat dari luar negeri, termasuk Indonesia. Tercatat ada 10 orang Indonesia telah melakukan operasi penggantian alat kelamin di rumah sakit yang berlokasi Khet Bang Phlat, daerah yang berjarak 9 kilometer dari Bangkok ini.

Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo, Langsung Ludes Dalam 3 Jam

Untuk operasi penggantian kelamin dari laki-laki menjadi perempuan, ada dua biaya utama yang harus disiapkan pasien. Pertama adalah operasi pemotongan penis memerlukan biaya mulai dari 295.000 bath. Kedua adalah operasi colon vaginoplasti dengan biaya mencapai 400.000 bath.

Kemudian, pasien juga harus menyiapkan biaya untuk berbagai tindakan lainnya. Di antaranya adalah biaya operasi payudara 120.000-130.000 bath, operasi penghilangan jakun seharga 38.000 bath, dan operasi hidung seharga 30.000-50.000 bath.

Bebas Corona, 62.000 Ton Bawang Putih China Segera Banjiri Indonesia

Total biaya yang harus dikeluarkan adalah 913.000 bath atau setara Rp401 juta (kurs=Rp440/bath). Harga tersebut sudah termasuk biaya rawat inap selama 12 malam.

Operasi penggantian alat kelamin ini dalam dunia medis dikenal dengan nama genitoplasti. Prosedur untuk mengubah alat kelamin laki-laki menjadi perempuan adalah dengan mengangkat penis dan testis. Proses tersebut dilanjutkan dengan pembuatan vagina (vaginoplasti).

Psikotes SIM Tak Mudah, Satlantas Wonogiri Siapkan Latihan Gratis

Dikutip dari Suara.com, operasi penggantian alat kelamin ternyata juga mempunyai risiko. Pembuatan vagina bisa menyebabkan hilangnya sensasi pada sebagian atau seluruh neoklitoris akibat kerusakan saraf.

Bahkan, beberapa orang yang telah melakukan operasi penggantian alat kelamin akan mengalami inkontinensia urine atau sulit menahan buang air kecil. Situasi ini juga dialami oleh perempuan seusai melahirkan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten