Fantastis Harga Rumah di Gentan Sukoharjo, Capai Miliaran Rupiah

Kawasan Gentan tetap menjadi primadona perumahan warga sekitar Solo meskipun harga rumah di Gentan Sukoharjo mencapai Rp1 miliar untuk ukuran tanah di atas 100 meter persegi.

 Salah satu rumah di Gentan Sukoharjo yang dijual dengan harga di atas Rp1 miliar di situs jual beli property online Rumah.123.com. (Istimewa/Rumah123.com).

SOLOPOS.COM - Salah satu rumah di Gentan Sukoharjo yang dijual dengan harga di atas Rp1 miliar di situs jual beli property online Rumah.123.com. (Istimewa/Rumah123.com).

Solopos.com, SUKOHARJO – Desa Gentan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, termasuk Kawasan primadona, meskipun harga rumah di Gentan, Sukoharjo, bisa dibilang cukup fantastis.

Salah satu alasan perumahan di Gentan banyak dicari yakni karena wilayahnya cukup strategis dekat dengan Solo. Jarak antara Gentan ke Solo sekitar 6,4 kilometer via Jalan Veteran atau sekitar 18 menit dengan sepeda motor.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Selain itu kompleks Gentan juga sudah dilengkapi dengan beragam fasilitas umum. Sebut saja pusat perbelanjaan, sekolah dekat dengan kantor pemerintahan, hingga sejumlah destinasi wisata buatan.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, harga rumah di Gentan Sukoharjo cukup variatif. Namun, berdasarkan range harga, kami klasifikasikan mulai ukuran luas tanah 100 meter persegi dan di bawah 100 meter persegi.

Tanah sekaligus bangunan rumah dengan luas 100an meter persegi harganya mencapai Rp1 miliar. Sementara, rumah dengan luas tanah di bawah 100 meter persegi dan di atas 60 meter persegi dijual minimal Rp350 juta.

Baca juga: KULINER SOLORAYA : Ke Gentan Sukoharjo, Cicipi Juga Tahu Kupat Sami Marem hingga Sop Iga

Dilansir dari situs jual beli online https://www.rumah123.com/, rumah bekas di Gentan Sukoharjo dengan luas tanah 167 meter persegi dan luas bangunan 140 meter persegi dihargai Rp1,3 miliar.

Di situs yang sama, harga rumah baru dengan luas tanah 103 meter persegi di Gentan Sukoharjo sekitar Rp1,25 miliar. Berdasarkan situs tersebut, rumah lantai dua di Gentan Sukoharjo dengan luas tanah 120 meter persegi ini dibanderol dengan harga Rp1 miliar.

Spesifikasinya yakni rumah full furnish cluster 2 lantai dekat dengan Luwes Gentan. Luas bangunan 109 meter persegi, dengan lebar depan 8 meter.

Spesifikasi lain yakni kamar tidur sebanyak empat, kamar mandi tiga, menggunakan sumur sanyo dengan listrik 2.200 watt. Bagi calon pembeli dengan budged di bawah Rp1 miliar tak perlu khawatir.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, harga beberapa rumah dengan luas tanah 70 meter persegi di Gentan Sukoharjo masih cukup terjangkau. Harga rumah di Gentan Sukoharjo dengan ukuran tersebut sekitar Rp450 juta.

Baca juga: Beli Rumah Tipe 36/72 Meter Persegi di Satelit Solo Bisa Tanpa DP Loh

Belum lama ini situs jual beli online OLX.co.id mengunggah info rumah di Gentan Sukoharjo dengan luas bangunan 70 meter persegi dan luas tanah 84 meter persegi dihargai Rp470 juta. Rumah tersebut terdiri atas dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Selanjutnya, OLX.co.id juga merilis harga rumah di Gentan Sukoharjo dengan luas tanah 80 meter persegi dan luas bangunan 50 meter persegi sekitar Rp385 juta.

Namun, berdasarkan penelusuran Solopos.com, rumah tersebut tepatnya berada di Desa Waru, Baki, Sukoharjo. Jaraknya masih sekitar 2,8 kilometer dari Desa Gentan, Baki, Sukoharjo.

Solopos.com mencoba membuat kesimpulan. Harga rumah di Gentan Sukoharjo bekisar Rp1 miliar ke atas untuk rumah dengan luas tanah 100 meter persegi. Sementara, harga rumah di Gentan Sukoharjo dengan luas tanah sekitar 60 meter persegi sekitar Rp400 juta.

Baca juga: Bikin Kaget, Harga Rumah Tipe 36 di Kota Satelit Solo Tembus Rp800 Juta

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Secuil Cerita dari Mereka yang Memilih Seni Tradisi di Wonogiri

      Agus Subakir, 40, mendirikan Komunitas Janggleng di Desa Bulusari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada 2009.

      Badan Wakaf Sukoharjo: Yuk, Berwakaf Juga Bisa dengan Uang Tunai

      Badan Wakaf Kabupaten Sukoharjo diminta mulai menyosialisasikan gerakan wakaf tunai.

      Walah, 50 Persen ASN Pemkot Solo Ternyata Belum Punya Rumah

      Sebanyak 50% dari total jumlah ASN di Pemkot Solo diketahui belum memiliki rumah sendiri. Pemkot bersama PT Taspen akan membangunkan rumah untuk mereka.

      Berantas Narkoba di Klaten, 5 Pengendar dan 1 Pemakai Dibekuk Polisi

      Satnarkoba Polres Klaten mengungkap empat kasus dengan enam tersangka selama September 2022.

      DPUPR Solo: Jurug A Jadi Jembatan Darurat Khusus Pengendara Sepeda Motor

      DPUPR Solo menegaskan jembatan darurat tidak dibangun di Beton, Sewu, ke Gadingan, Sukoharjo, melainkan menggunakan Jembatan Jurug A yang kini tengah diuji dan akan diperbaiki.

      Inilah Rute ke Air Terjun Jurug Kemukus Wonogiri

      Rute ke Air Terjun Jurug Kemukus Wonogiri dinilai sangat gampang.

      Soal Tragedi Kanjuruhan, Psikolog UIN RM Said Surakarta: Perlu Saling Evaluasi

      Psikolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, Kartasura, Sukoharjo, Ernawati, mengajak semua pihak saling evaluasi terkait tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang.

      Pemilihan Rektor UNS Solo, Pendaftar Boleh dari Perguruan Tinggi Lain

      Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UNS Solo belum mendapat satu pun pendaftar hingga hari kedua pendaftaran, Selasa (4/10/2022).

      Jumlah Pengguna QRIS Wonogiri Terendah di Soloraya, Ini Data Lengkapnya

      Merchant atau pedagang pengguna QRIS di Wonogiri hanya 8% dari total 358.410 pengguna di Soloraya.

      Marak KDRT hingga Kalangan Artis: Selingkuh dan Budaya Patriarki Penyebabnya

      Perselingkuhan dan budaya patriarki menjadi salah satu penyebab maraknya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

      Berikut Data Produksi Kopi Arabika dan Robusta di Wonogiri

      Festival Kopi dan Batik di Wonogiri akan dijadikan sebagai agenda tahunan di waktu mendatang.

      Soal Jembatan Sasak Beton-Gadingan, DPUPR Solo Pasrahkan ke Balai Besar Sungai

      DPUPR Solo sudah mengadukan permasalahan jembatan sasak yang menghubungkan Kampung Beton, Sewu, dengan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

      Bupati Sragen Minta Cakades yang Tak Siap Kalah Untuk Mundur

      Sebanyak 48 calon kepala desa (cakades) di Sragen mendeklarasikan komitmen untuk menjaga Pilkades Serentak 2022 berlangsung damai dan lancar.

      Flyover Manahan dan Purwosari Solo Dilengkapi JPO, Konsepnya Modern Pakai Lift

      Dua jembatan penyeberangan orang atau JPO yang masing-masing akan dibangun di flyover Manahan dan Purwosari Solo berkonsep modern dilengkapi lift.

      Pendataan Calon Penerima Bantuan Sapu Jagat di Karanganyar Belum Juga Klir

      Pendataan calon penerima bantuan sapu jagat di Karanganyar belum juga klir. Dinsos Karanganyar mengembalikan data calon penerima ke Disdagnakerkop UKM karena tak lengkap.