Tutup Iklan
Fakta Kecelakaan Perempatan Genengan Mojosongo Solo
Proses evakuasi kecelakaan di Perempatan Genengan, Mojosongo, Solo, Selasa (6/3/2018). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)

Kecelakaan lalu lintas di Perempatan Genengan, Mojosongo, Solo, mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.

Solopos.com, SOLO -- Kecelakaan lalu lintas di Perempatan Genangan, Jl. Sumpah Pemuda, Mojosongo, Solo, Selasa (6/3/2018) siang, menjadi perhatian publik lantaran banyaknya jumlah kendaraan yang terlibat dan jumlah korban.

Berikut beberapa fakta terkait kecelakaan tersebut yang berhasil dihimpun tim Solopos.com dari lokasi kejadian.

Penyebab Kecelakaan

Kecelakaan di Perempatan Genengan, Mojosongo, Solo, disebabkan truk Fuso yang mengalami rem blong saat hendak berhenti di traffic light sehingga sopir, Sugeng, warga Surabaya, kehilangan kendali dan menabrak sejumlah kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.

Jumlah Kendaraan

Jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut total ada delapan, meliputi tiga truk, satu mobil boks, satu mobil Toyota Avanza, dan tiga sepeda motor. Perinciannya:
- Truk Fuso B 9269 TQ
- Truk warna hitam H 1545 HM
- Truk warna hijau AB 8011 JC
- Mobil boks W 8276 NE
- Mobil Toyota Avanza AD 8702 SU
- Sepeda motor Honda Scoopy AD 5495 KA
- Sepeda motor Suzuki Smash AD 2380 MZ
- Sepeda motor Honda Supra X 125 AE 6647 LS.
Ketiga sepeda motor masing-masing ditumpangi dua orang berboncengan.

Baca juga:

Lokasi Kecelakaan

Lokasi kejadian merupakan jalur padat kendaraan berat menuju arah Sragen dan Surabaya via ringroad Mojosongo. Jalan cukup lebar tanpa median jalan dan penerangan minim. Dari arah timur di Perempatan Genengan jalan menanjak, dari arah barat turunan.

Jumlah Korban

Korban meninggal dalam kecelakaan ini ada tiga orang yakni:
1. Darjo, 50, pengendara Honda Scoopy, warga Kampung Ngaglik Wonowoso RT 006/RW 12, Mojosongo, Jebres, Solo
2. Ahmad Nur Fawaid, 34, pengendara Honda Supra X125, warga Duluh Sidowayah RT 005/RW 002, Desa Jenggrik, Ngawi, Jatim. Terjebak di selokan dan sudah meninggal saat dievakuasi.
3. Sumardi, 48, kernet truk hitam H 1545 HM, warga Dusun Krajan RT 001/RW 008, Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali.

Korban luka ada empat orang dirawat di RS dr. Oen Kandangsapi, yakni:
1. Andreas Joko Suwanto, 43, pembonceng Honda Supra X, warga Banjarsari, Solo, kondisi kritis. Sempat terjebak di gorong-gorong selama kurang lebih 2,5 jam.
2. Iin Rohimah 17, penumpang Honda Scoopy, warga Kampung Kentingan RT 004/RW 036, Jebres, Solo.
3. Kusnadi, 40, sopir truk hijau AB 8011 JC, warga Kendal, Jateng.
4. Bayu Agung, 23, kernet truk hijau AB 8011 JC, warga Kulonprogo, Yogyakarta.

Proses Evakuasi

- Butuh waktu sekitar tiga jam, menerjunkan banyak sukarelawan dari kepolisian, TNI, tim SAR, PMI, warga sekitar.
- Satu crane yang dikerahkan untuk mengevakuasi tiga truk.
- Setelah dievakuasi kendaraan dibawa ke Terminal Peti Kemas Pedaringan, Jebres, Solo.
- Selama proses evakuasi arus lalu lintas dialihkan mulai dari TPU Bonoloyo untuk kendaraan dari arah barat dan perempatan Mojosongo untuk kendaraan dari arah timur. Pengalihan arus dilakukan agar tidak terjadi kemacetan.
- Proses evakuasi disaksikan ratusan warga yang memadati kedua sisi jalan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho