Fakta Baru Pembunuhan Brigadir J: Dipanggil, Dijambak, Ditembak

Fakta terbaru menyebutkan Brigadir J dijambak Ferdy Sambo sebelum akhirnya ditembak mati.

 Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias J, ajudan Kadiv Propam Polri. (Twitter)

SOLOPOS.COM - Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias J, ajudan Kadiv Propam Polri. (Twitter)

Solopos.com, JAKARTA — Kronologi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias J dibunuh dengan cara ditembak atas perintah atasannya, Irjen Pol Ferdy Sambo, pada 8 Juli 2022 lalu masih samar.

Banyak versi yang simpang siur terkait kronologi peristiwa berdarah itu. Salah satunya adalah yang diceritakan oleh Muhammad Burhanuddin, mantan pengacara tersangka kasus penembakan, Bharada E.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dia menyebut berdasarkan kesaksian Bharada E, Brigadir J sempat dijambak oleh Ferdy Sambo sebelum akhirnya ditembak mati.

“Pada saat di TKP, mereka berempat yaitu FS, RR, RE, dan KM sudah ada di dalam. Ricky kemudian disuruh memanggil Brigadir J,” lanjut Burhanuddin dikutip dari Youtube Indonesia Lawyers Club, Sabtu (13/8/2022).

Setelah Brigadir J berada di lokasi kejadian perkara di rumah dinas Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga Pancoran Jakarta Selatan, dia dipaksa berjongkok oleh Ferdy Sambo.

Baca juga : Eks-Pengacara Bharada E Bongkar Kronologi Brigadir J Ditembak

Dikatakan, Ferdy Sambo sempat menjambak rambut Brigadir J dan langsung memerintahkan Brigadir E untuk melepaskan tembakan ke arah almarhum.

“Si bos itu katanya menjambak rambutnya, lalu diperintah Bharada E untuk menembak. ‘Woi tembak, tembak, tembak’,” ujarnya.

Burhanuddin menambahkan, pokok permasalahan yang memicu pembunuhan itu terjadi di Magelang, Jawa Tengah. Dia menyebut terjadi pertengkaran antara mendiang Brigadir J dengan Bripka RR yang kini menjadi tersangka kasus pembunuhan berencana.

“Pokok masalahnya ada di Magelang. Ada pertengkaran antara Ricky sama almarhum, begitu ditanya apa masalahnya, keduanya tidak ingin menyampaikannya ke Bharada. Katanya tidak usah ikut campur,” terang Burhanuddin.

Baca juga : Mobil di Garasi Ferdy Sambo Apa Saja, Bikin Penasaran

Setibanya di Jakarta, mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo, memerintahkan Bripka R mengamankan senjata milik Brigadir J.

Burhanuddin menduga hal itu dilakukan untuk mencegah pembalasan yang mungkin dilakukan Brigadir J sebelum akhirnya ditembak mati.

Tak Ada Pelecehan Seksual

Diberitakan sebelumnya, Ferdy Sambo mengaku motifnya memerintahkan Brigadir J ditembak yakni melindungi martabat keluarga. Dia mengaku emosi mendengar laporan istrinya yang mengaku dilecehkan martabatnya oleh Brigadir J.

Akan tetapi, belakangan Bareskrim Polri menyebut tidak terjadi pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, yang dilakukan mendiang Brigadir J.

Jangankan melecehkan, semua saksi yang diperiksa penyidik Bareskrim Polri menyatakan Brigadir J tidak berada di dalam rumah Ferdy Sambo di Kompleks Duren Tiga, Jakarta Selatan, sebelum ditembak.

Baca juga : Kisah LPSK Diberi Uang dalam Amplop oleh Ferdy Sambo

Sang ajudan mantan Kadiv Propam Polri itu baru masuk setelah dipanggil oleh atasannya yang ternyata untuk dibunuh.

“Saat pimpin gelar tadi, berdasarkan paparan Dirtipidum, semua saksi kejadian menyatakan Brigadir Josua almarhum tidak berada di dalam rumah. Almarhum J masuk saat dipanggil ke dalam oleh FS,” kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto di Jakarta, seperti dikutip Solopos.com dari Antara, Sabtu (13/8/2022).

Karena fakta itulah akhirnya Bareskrim Polri menyimpulkan laporan pelecehan seksual terhadap Putri Sambo itu bohong belaka.

Bahkan, Bareskrim mengkategorikan apa yang dilakukan Ferdy Sambo dan istrinya itu sebagia upaya penghalangan penyidikan kasus terbunuhnya Brigadir J.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin: Jaksa Penerima Suap Langsung Dipidana!

      Beberapa hari sebelumnya, seorang jaksa di Semarang, Jawa Tengah dituding memeras seorang pengusaha.

      Datangi Pengungsi, Rizky Billar dan Lesty Kejora Doakan Korban Gempa Cianjur

      Kedatangan Rizky Billar dan istrinya itu diunggah di salah satu akun Instagram resmi Pemkab Cianjur, @diskominfocianjur.

      5 Pengungsi Korban Gempa Cianjur Alami Gangguan Jiwa

      Kelima pengungsi yang mengalami gangguan jiwa tersebut dalam penanganan serius tim dari Kementerian Kesehatan.

      Cerita Ndan Bhabin Soal Kesederhanaan Ayahnya yang Polisi Berpangkat Rendah

      Menurut Ndan Bhabin, ayahnya seorang polisi berpangkat rendah yang menjaga moralitas.

      Pak Ndan Bhabin Hadir di Podcast Deddy Corbuzier, Warganet Banjiri Pujian

      Ribuan komentar positif membanjiri kanal Youtube Deddy Corbuzier dengan 19,7 juta pengikut tersebut.

      Pemerintah Terbitkan SE Kepala Daerah agar Bantu Korban Gempa Cianjur

      Pemberian bantuan untuk korban bencana Cianjur itu menyesuaikan keuangan daerah masing-masing.

      Gempa Cianjur Melemah, Korban Meninggal Tercatat 327 Jiwa

      Berdasarkan data terbaru korban meninggal akibat gempa Cianjur mencapai 327 jiwa.

      Innalillahi, Bocah Kakak Beradik di Pamekasan Tenggelam di Sungai

      Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan berhasil mengevakuasi jasad kakak beradik tersebut sekitar pukul 11.00 WIB.

      Ferdy Sambo Menyesal Banyak Polisi Jadi Korban Kebohongannya

      Ferdy Sambo meminta maaf karena sudah memberikan keterangan yang tidak benar pada awal penyidikan dan pada sidang kode etik.

      Satu Lagi Korban Helikopter Jatuh Ditemukan, Copilot Briptu M Lasminto

      Karopenmas Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadan mengatakan satu orang jenazah yang ditemukan, Selasa (29/11/2022), adalah Briptu M. Lasminto yang merupakan copilot helikopter P-1103.

      Sambo Vs Kabareskrim, Ismail Bolong Menghilang Bak Ditelan Bumi

      Ismail Bolong seharusnya diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus setoran uang tambang ilegal di Kalimantan Timur.

      Veronica, Istri Yudo Margono Ternyata Seorang Perwira Polri Berpangkat AKBP

      Berdasarkan informasi, Vero Yudo Margono saat ini berdinas di Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri.

      Ferdy Sambo: Kabareskrim Sudah Diperiksa dan Dilaporkan Terlibat Tambang Ilegal

      Sambo menegaskan tim Propam Polri sudah memeriksa Agus Andrianto terkait pengakuan setoran uang Rp6 miliar dari mantan anggota Polri, Ismail Bolong.

      Gibran Cuit Tambang Ilegal Ngeri, Menteri ESDM Langsung Kirim Tim ke Klaten

      Melky Nahar membenarkan cuitan Gibran terkait dengan dugaan adanya individu atau kelompok yang memiliki kekuasaan untuk membekingi kegiatan tambang ilegal di sejumlah daerah.

      DPR Bantah Kabar BUMN Danai Proposal Rp100 Miliar untuk Acara Nusantara Bersatu

      Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP, Deddy Yevri Sitorus, membantah tudingan mantan Sekjen Projo, Guntur Siregar, bahwa BUMN terlibat dalam kabar proposal Rp100 miliar untuk acara Nusantara Bersatu.

      Peringati Hari Korpri 2022, PNS Minta Uang Pensiun Jadi Rp1 Miliar

      Pada peringatan Hari Korpri 2022, Selasa (29/11/2022), kali ini PNS meminta agar skema uang pensiun PNS segera diubah.