Fakta Baru! Pelaku Di Bawah Pengaruh Miras Saat Aniaya Pemuda Jumapolo Karanganyar

Pelaku yang aniaya pemuda asal Jumapolo, Karanganyar, diketahui berada dalam pengaruh minuman keras saat melakukan penganiayaan.

 Polisi dibantu tim ahli forensik RSDM Kota Solo melakukan autopsi jenazah Ridwan, 19, warga Desa Kwangsan, Jumapolo, Karanganyar, Kamis (27/5/2021). (Solopos-Sri Sumi Handayani)

SOLOPOS.COM - Polisi dibantu tim ahli forensik RSDM Kota Solo melakukan autopsi jenazah Ridwan, 19, warga Desa Kwangsan, Jumapolo, Karanganyar, Kamis (27/5/2021). (Solopos-Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Fakta baru terungkap soal pelaku yang aniaya Ridwan, 19, pemuda asal Jumapolo, Karanganyar, yang mayatnya ditemukan di bawah jembatan Tugu Kidul, Jumantono, pertengahan Mei lalu.

Dalam rekonstruksi yang digelar Polres Karanganyar, Senin (14/6/2021), terungkap pelaku ternyata berada di bawah pengaruh minuman keras saat menganiaya Ridwan.

Mayat Ridwan ditemukan oleh warga di bawah jembatan Jalan Raya Jumapolo-Jumantono, Karanganyar, Senin (17/5/2021). Semula, Ridwan dikira korban kecelakaan tunggal.

Baca Juga: Ada Memar di Dada, Organ Vital Pemuda Jumapolo Korban Penganiayaan Dibawa ke Laboratorium

Namun, pengembangan kasus oleh polisi mengungkap fakta Ridwan merupakan korban penganiayaan. Empat orang pelaku yang aniaya pemuda Jumapolo, Karanganyar, tersebut tertangkap beberapa hari kemudian.

Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito, didampingi Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Kresnawan Hussein, mengatakan sebelum rekonstruksi, polisi sudah melakukan autopsi jenazah bersama Tim Forensik RSUD dr Moewardi, Solo, Kamis (27/5/2021).

Menurut Wakapolres, hasil autopsi hingga kini belum keluar. Namun, berdasarkan rekonstruksi kasus, penyidik mengungkap fakta terbaru dari kasus tersebut.

Baca Juga: Makam Ridwan Korban Penganiayaan Karanganyar Dibongkar, Jenazahnya Langsung Diautopsi

Niat Menganiaya Untuk Beri Pelajaran

“Yang melakukan penganiayaan langsung itu dua orang. Dua orang lainnya membantu membuang jenazah korban. Dari hasil rekonstruksi kemarin, pelaku saat menganiaya dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Purbo menambahkan pelaku yang aniaya pemuda Jumapolo, Karanganyar, itu juga mengatakan penganiayaan itu awalnya hanya untuk memberi pelajaran. Tetapi karena terpengaruh miras, pelaku lepas kontrol dan menganiaya korban hingga berujung kematian.

Baca Juga: 2 Tersangka Otak Penganiayaan Pemuda Meninggal di Jembatan Jumantono Terancam 12 Tahun Penjara

Empat orang tersangka yang sudah ditangkap masing-masing AH dan RW sebagai penganiaya langsung, serta AI dan MF yang membantu membuang mayat Ridwan di bawah jembatan. “Pelaku membuang mayat dengan cara digelundungkan [digulingkan] dari atas,” ujarnya.

Wakapolres juga menjelaskan berdasarkan keterangan tersangka, terindikasi tidak ada kesengajaan untuk melakukan pembunuhan. Meskipun begitu, polisi terus mengembangkan kasus penganiayaan pemuda Jumapolo, Karanganyar, ini.

Berita Terkait

Berita Terkini

Motor dan Truk Boks Adu Banteng di Karanggede Boyolali, 1 Orang Meninggal

Peristiwa kecelakaan itu terjadi tepatnya di Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Boyolali, sekitar pukul 17.30 WIB.

Bonus Ratusan Juta Rupiah Menanti Atlet Wonogiri Peraih Medali PON Papua

Pemberian bonus sebagai bentuk konkret dan komitmen pemerintah dalam memberikan nilai dukungan dan apresiasi kepada atlet berprestasi.

Polres Boyolali Bekuk 9 Tersangka Kasus Pembuatan dan Peredaran Upal

Penangkapan awal dilakukan terhadap sebagian tersangka yang berada di rumah tersangka DS di Mojosongo, Boyolali pada Minggu (12/9/2021).

Selamat! Sragen Raih Penghargaan Parahita Ekapraya dari Kemen PPPA

Piala dan piagam tersebut diserahkan kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruang kerjanya, Kamis (23/9/2021).

Kunjungi Klaten, Menko Airlangga Hartarto Tanam Padi Rajalele di Sawah

Airlangga juga berbincang dengan petani perempuan yang sedang bercocok tanam tanaman Srinuk di Sidowayah.

Polres Boyolali Tangani Kasus Peredaran Uang Palsu Senilai Rp500 Juta

Dalam penanganan kasus peredaran uang plasu tersebut pihak Polres Boyolali juga sudah melibatkan Bank Indonesia.

Pria Karanganyar Cabuli Bocah Pakai Selang Air Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara!

Polisi menyita barang bukti berupa pakaian korban, selang warna hijau sepanjang 11,2 meter dengan ujungnya logam sepanjang 10 sentimeter, dan tikar.

Jadwal Pemadaman Listrik Sragen Hari Ini, Jumat (24/9/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Sragen yang terjadi hari ini, Jumat (24/9/2021) selama tiga jam dari pukul 13.30-16.30 WIB.

Gamers Siap-Siap! Solopos Diplomat Solo Esport Arena 2021 Hadir Kembali

Solopos Diplomat Solo Esports Arena (SDSEA) akan hadir untuk kali kedua pada tahun ini dengan hadiah mencapai puluhan juta rupiah.

Buntut Temuan Klaster Covid-19 PTM di Jateng, Pelajar SMP Sragen akan Dites Antigen

Para pelajar SMP di Kabupaten Sragen akan dites antigen untuk mencegah munculnya klaster penularan Covid-19 saat PTM.

Waduh! 10.197 Kartu Tani di Sukoharjo Belum Dibagikan,

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mencatat sebanyak 10.197 keping kartu tani belum dibagikan kepada petani.

Sekolah di Karanganyar Terapkan Strategi ini untuk Cegah Klaster Covid-19 saat PTM

Sekolah di Karanganyar menerapkan sejumlah strategi untuk mencegah munculnya klaster penularan Covid-19 saat PTM.

Beruntung Sekali! Jawab Pertanyaan Ganjar, Siswi SMP Boyolali Ini Dapat Beasiswa Kuliah

Seorang siswi SMP negeri di Kecamatan Sawit, Boyolali, mendapatkan beasiswa kuliah gratis dari akademi analis kesehatan di Cirebon.

Wali Kota Gibran, Rilis 91 Cagar Budaya Di Solo Destination

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meluncurkan Inovasi Teman Gardagita melalui aplikasi Solo Destinationo.

Dispar Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Pelaku Usaha Buruan Daftar!

Dinas Pariwisata Kota Solo memfasilitasi pelaku usaha dan kantor instansi untuk pengajuan kode batang atau QR Code PeduliLindungi.

Menimba Air, Warga Tasikmadu Karanganyar Temukan Jasad Orang di Dalam Sumur

Jasad warga Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar, ditemukan di dalam sumur oleh tetangga rumah kontrakannya, Kamis (23/9/2021).