Fakta Baru Bentrokan di Pedan Klaten: Berawal dari Tagih Utang

Berikut sederet fakta baru dari kasus bentrokan yang terjadi di Pedan, Klaten, pada Minggu (4/10/2020).

 Gerobak milik pedagang terguling saat terjadi bentrokan di dekat Pasar Pedan, Desa Keden, Kecamatan Pedan, Klaten, Minggu (4/10/2020) malam. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Gerobak milik pedagang terguling saat terjadi bentrokan di dekat Pasar Pedan, Desa Keden, Kecamatan Pedan, Klaten, Minggu (4/10/2020) malam. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Fakta baru terkait bentrokan massa di sekitar Pasar Pedan, Klaten, Minggu (4/10/2020) terungkap. Ternyata kericuhan ini diawali oleh persoalan pribadi, yakni utang piutang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Semula, warga Pedan berinisial A, 30, mendatangi S, 30, warga Keden, Pedan. Antara A dengan S sebenarnya sudah saling mengenal satu sama lain.

PromosiJembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Pada Minggu sekitar pukul 18.30 WIB, A bersama tiga temannya datang ke Keden untuk menemui S. Tujuannya adalah untuk menagih utang ke S senilai Rp100.000. Tak lama, A dan teman-temannya pergi.

Yeay! Uji Coba KRL Jogja-Klaten Dilakukan Bulan Ini

Sekitar pukul 19.00 WIB, A kembali mendatangi S di Keden. Kali ini, ia datang bersama lebih banyak temannya. Di saat itulah, terjadi penganiayaan terhadap S. Penganiayaan dilakukan teman-teman A. Saat itu, A justru tak terlibat dalam penganiayaan.

Korban penganiayaan ternyata bukan hanya S. Keributan meluas di sekitar Keden. Hingga warga di Pedan, Klaten, yang tidak tahu akar persoalan antara A dan S ikut menjadi korban penganiayaan dan perusakan.

Bakul Klambi di Sukoharjo Terduga Teroris Ditangkap Densus 88, Rumahnya Digeledah

3 Korban

Total korban penganiayaan mencapai tiga orang. Dua warga lainnya jadi korban perusakan fasilitas akibat kerusuhan tersebut.

"Sebelum datang ke Keden itu, A ini sudah memberitahu ke teman-temannya via Whatsapp [WA]. Makanya dia dikenakan pasal penghasutan dalam kasus ini. Dia yang menjadi pelaku utama kerusuhan. Total tersangka ada 17 orang. Lima di antaranya di bawah umur. Seluruh tersangka berasal dari kelompok penyerang," kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/10/2020).

Lagi Mabuk, Geng Eker Komplotan Begal Sadis di Kendal Ditangkap Polisi

Tersangka

Polres Klaten sempat menangkap 92 orang dalam bentrokan dua kelompok massa di Pedan, Klaten Minggu (4/10/2020) malam. Sebanyak 75 dari 92 orang yang diperiksa intensif di Mapolres Klaten dilepas polisi pada Senin (5/10/2020).

Polisi telah menetapkan 17 tersangka terkait bentrokan massa di Pedan Klaten. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa celurit, parang, batu, kayu, bambu, handphone (HP), sepeda motor.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Ratusan Orang Berkumpul di Joglo Sunyan Klaten, Ada Apa?

Ratusan orang di Klaten, Jawa Tengah mengikuti Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) tahun 2022 yang digelar DPC PDIP Klaten, Jumat (20/5/2022) untuk ikut memecahkan rekor Muri dengan peserta terbanyak.

Ini Daftar Wisata Candi di Klaten, dari Prambanan hingga Merak

Salah satu daya tarik Kabupaten Klaten, yakni menyimpan deretan candi bersejarah.

61 CPNS & 788 PPPK Terima SK, Bupati Sragen: Jangan Terus Beli Mobil!

Sebanyak 61 CPNS dan 788 PPPK mendapatkan SK pengangkatan, Jumat (20/5/2022), Bupati Sragen berpesan jangan menambah motor atau mengganti dengan mobil.

Hantu KKN Rumah Kosong Klaten Ternyata Mbah-Mbah

Wujud hantu dalam kisah KKN di Rumah Kosong Klaten adalah mbah-mbah.

Bikin Deg-degan, Damkar Wonogiri Tangkap Ular Sanca di Permukiman Warga

Petugas Damkar Wonogiri membantu warga mengevakuasi ular sanca jenis Pythonidae yang masuk ke pekarangan rumah warga di Pokoh Kidul, Wonogiri, Kabupaten Wonogiri pada Kamis (19/5/2022).

Kenapa Jalan Solo-Boyolali Kerap Terjadi Kecelakaan?

Kira-kira kenapa jalan di Solo-Boyolali kerap terjadi kecelakaan, bahkan ada korban yang meninggal dunia?

Bupati Karanganyar: Pilih Pengurus PGRI yang Rajin!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta Konferensi Kerja tahun ke-2 Kabupaten (Konkerkab) Karanganyar PGRI untuk memilih pengurus yang rajin.

Disdik Kota Solo Izinkan Kantin Sekolah Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Dinas Pendidikan Kota Solo, Jawa Tengah tidak melarang kantin sekolah membuka usahanya selama pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini.

KPU Sukoharjo Bocorkan Cara Memelihara Data Pemilih, Begini Lo...

Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, menyampaikan beberapa cara memutakhirkan atau memperbarui Daftar Pemilih Tetap (DPT), salah satunya untuk mempersiapkan Pemilu 2024.

Simak! Inilah Daftar SMK Negeri di Kabupaten Boyolali

Berikut daftar SMK Negeri yang tersebar di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Pemkab Wonogiri Berniat Hentikan PTM Terbatas, Lo... Kenapa?

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri berniat menghentikan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

Catat Gaes, Ini Daftar Lengkap SMA Negeri di Boyolali

Inilah daftar SMA Negeri di Kabupaten Boyolali.

Terbaru! Laka Kereta Kelinci di Andong Boyolali, Begini Kondisi Sopir

Sopir kereta kelinci yang terlibat kecelakaan maut di wilayah Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (11/5/2022) belum dapat dimintai keterangan karena masih sakit.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik di Sukoharjo Hari Ini

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada hari ini, Jumat, 20 Mei 2022.

12 Klub Ponpes Boyolali Unjuk Gigi dalam Liga Santri Piala Kasad 2022

Liga Santri sekaligus menjadi wadah silaturahmi kebangsaan untuk santri di Boyolali.