Joko Widodo. (Instagram-@jokowi)

Solopos.com, JAKARTA -- Satu bulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin telah berjalan semenjak dilantik pada Minggu (20/10/2019) lalu. Meski belum lama, periode kedua Jokowi ini disorot pendiri Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah.

Bahkan, Fahri Hamzah mengungkap kelemahan Presiden Jokowi. Menurutnya, salah satu kelemahan Jokowi adalah tidak tertarik dengan ide-ide besar.

Mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mencontohkan polemik rasisme dan kekerasan di Papua. Fahri menilai Jokowi tidak mempunyai ide yang solid untuk menyelesaikan persoalan Papua. Oleh karena itu, katanya, seharusnya Jokowi mempunyai juru bicara (jubir) dengan latar belakang pemerintahan.

"Saya ini lima tahun membaca Jokowi dari dekat. Kelebihan dan kelemahannya apa, saya tahu. Kelemahannya dia [Jokowi] enggak tertarik ide-ide besar. Maka dari itu, harus ada jubir dari latar pemikiran pemerintah. Kita tidak pernah lihat ide yang solid soal Papua," kata Fahri Hamzah di acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, Rabu (20/11/2019).

UU Keistimewaan DIY Digugat Karena Diskriminatif ke Warga Tionghoa, Ini Komentar Sultan

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman menegaskan tak mungkin Jokowi tidak peduli dengan ide-ide besar. Gagasan-gagasan yang selama ini ia turunkan berasal dari permasalahan besar.

"Tidak mungkin ide-ide besar tidak diturunkan. Gagasan selama ini dari ide-ide besar. Tidak pernah tindakan-tindakan yang dilakukan tanpa gagasan yang empiris," jawab Fadjroel.

Daftar UMK 2020 Se-Jateng: Semarang Tertinggi, Soloraya di Bawah Rp2 Juta


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten