Fahri Hamzah ke Gibran: Jangan Susu Sebelanga Rusak, Mending Dibikin Martabak
Gibran Rakabuming Raka saat mendatangi Kantor DPC PDIP Solo, Senin (23/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, JAKARTA -- Sinyal putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka akan terjun ke dunia politik membuat spekulasi pencalonannya sebagai kandidat Wali Kota Solo menguat. Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun memberikan saran untuk Gibran.

Fahri Hamzah meminta agar Gibran tak terburu-buru ambil bagian dalam kontestasi politik itu. Meski itu adalah hak Gibran dan bisa jadi dipilih rakyat, Fahri menyebut hal itu justru membebani Jokowi yang masih menjabat sebagai Presiden RI hingga 5 tahun ke depan.

"Kalau saya boleh kasi masukan ke Gibran, jangan ambil bagian dalam kekuasaan meskipun itu pilihan rakyat..itu membebani reputasi babenya...jangan mau diolok-olok oleh penjilat yang akhirnya merusak susu sebelanga...mendingan susu dibikin martabak saja...eman2..," kicau Fahri melalui akun Twitter @fahrihamzah, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Kerap Kritik Keras, Fahri Hamzah Diusulkan Jadi Menteri Jokowi

Dia pun menyarankan agar Gibran dan anggota keluarga Jokowi lainnya tidak masuk ke dunia politik jika belum matang. Alasannya, hal itu justru menimbulkan anggapan Presiden Jokowi sedang membangun dinasti politik.

"Berilah tenaga pada reputasi presiden itu lebih penting sekarang," ujarnya.

Fahri menyinggung tentang fenomena feodalisme yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, feodalisme membakar kredibilitas dan reputasi seseorang. Karena itu, kata dia, ada waktu tersendiri bagi keluarga untuk terjun ke dunia politik.

"Bung Karno tdk mempromosikan anaknya ke dlm kekuasaan. Bahkan mereka tumbuh sendiri. Ibu mega jadi presiden setelah perjuangan panjang. Pak Harto juga demikian, anaknya kebanyakan jadi pengusaha tapi diujung ada persoalan," kicau Fahri.

Baca juga: Pilkada Solo: Sinyal Serius Gibran Terjun ke Politik Disambut Positif

Dia mencontohkan Almarhum BJ Habibie yang pernah melarang anaknya masuk ke pemerintahan. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesan adanya politik dinasti.

"Jadi, ada waktu bagi keluarga untuk memulai masuk dalam politik kekuasaan sehingga tidak nampak sebagai dinasti yang ingin terus mengincar kekuasaan. Momentum itu penting."

Namun, kata Fahri, pesan ini bukan hanya untuk satu orang saja secara personal, namun berlaku bagi siapa saja.

Baca juga: Ketua PDIP Solo Minta Gibran Putra Jokowi Maju Pilkada 2024, Bukan 2020

Sebelumnya, Gibran saat ditemui di acara Jakarta Culinary Feastival di Senayan, Jakarta, Minggu (6/10/2019), buka-bukaan perihal preferensinya memilih politik dalam waktu dekat.

"Ya, harus gitu," tutur Gibran saat ditanyai tentang fokusnya di bidang politik yang dilansir Bisnis/JIBI.

"Kalau usaha bisnis kan bisa dijalankan orang lain. Sekarang kan Kaesang sudah lulus, sudah bisa saya delegasikan ke Kaesang. Minggu depan dia lulus," tambah Gibran.

Sebagian besar usaha yang dijalankannya bersama Kaesang Pangarep, adiknya, termasuk Mangkok Ku, Ternak Kopi, Goola hingga makanan ringan dengan brand Siap Mas!, ia sebutkan akan diturunkannya pada Kaesang seandainya ia mencalonkan diri dalam Pilkada di wilayah Solo.

"Ya, sebagian besar akan di-manage oleh Kaesang. Ntar aja, belum waktunya. Pilkada masih lama," sambung Gibran.

Baca juga: Fahri Hamzah: Jokowi Sebenarnya Setuju Revisi UU KPK


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho