Kategori: Nasional

Fadli Zon Pertanyakan Urusan Pangdam Jaya Campuri Wewenang Satpol PP


Solopos.com/Aprianus Doni Tolok

Solopos.com, JAKARTA — Tindakan Panglima Daerah Militer Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman memerintahkan anak buahnya mencopoti baliho Rizieq Syihab yang dipasang Front Pembela Islam menjadi sorotan. Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan urusan Pangdam Jaya mencampuri wewenang Satpol PP DKI Jakarta.

Fadli Zon bahkan mengingatkan petinggi TNI semacam Pangdam Jaya itu untuk kembali membatasi diri dalam urusan politik. Sebagaimana diketahui, dwifungsi ABRI telah dipupuskan oleh Amanat Reformasi 1998.

Astronom Klaim Temukan Kembaran Bulan di Balik Mars

“Apa urusannya Pangdam Jaya memerintahkan mencopot baliho? Di luar kewenangan n tupoksi TNI. Sebaiknya jgn semakin jauh terseret politik, kecuali mau hidupkan lg ‘dwifungsi ABRI’ imbangi ‘dwifungsi polisi’,” cuitnya melalui akun Twitter @fadlizon, Jumat (20/11/2020).

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dengan gaya militer menunjukkan sikap memusuhi Front Pembela Islam. Dia memerintah anak buahnya mencopoti spanduk dan baliho yang dipasang FPI. Ia bahkan menuduh FPI dan pimpinannya, Rizieq Syihab, memprovokasi publik dengan menggemakan revolusi akhlak.

Akui Kerahkan Tentara

Di hadapan wartawan, perwira tinggi itu secara terbuka mengaku sengaja memerintahkan anggota Kodam Jaya menertibkan spanduk dan baliho ajakan provokatif itu. Ulah Pangdam Jaya itulah yang jadi sorotan Fadli Zon yang hingga kini masih legislator Fraksi Partai Gerindra di parlemen itu.

"Itu perintah saya, berapa kali Satpol PP turunkan dinaikkan lagi. Jadi, siapapun di Republik ini. Ini negara hukum harus taat hukum. Kalau pasang baliho, jelas aturan bayar pajak, tempat ditentukan. Jangan seenak sendiri, seakan-akan dia paling benar," tegas Dudung.

Gatot Brajamusti Meninggal Dunia, Ada Wasiat buat Parfi...

Dia bahkan menyebut pemerintah bisa membubarkan Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq Syihab jika terus bertindak seenaknya sendiri. "Kalau perlu, FPI bubarkan saja! Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri," katanya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono