Fadia Arafiq, Pedangdut dan Putri A Rafiq yang Jadi Bupati Pekalongan

Fadia Arafiq yang menjabat sebagai Bupati Pekalongan adalah putri mendiang pedangdut senior A. Rafiq ini yang melejit karena single-nya yang berjudul Cik Cik Bum pada tahun 2000 silam.

 Fadia Arafiq, Bupati Kabupaten Pekalongan 2021-2026 (Sumber: Detik.com)

SOLOPOS.COM - Fadia Arafiq, Bupati Kabupaten Pekalongan 2021-2026 (Sumber: Detik.com)

Solopos.com, PEKALONGAN – Kabupaten Pekalongan merupakan satu-satunya wilayah di Jawa Tengah yang memiliki Kepala Daerah dari kalangan pesohor. Dia adalah Fadia Arafiq, putri mendiang pedangdut senior A. Rafiq yang populer dengan single-nya yang berjudul Cik Cik Bum pada tahun 2000 silam.

Mengutip situs Pekalongankab.go.id, Senin (20/9/2021), wanita yang lahir dengan nama Laila Fathiah ini lahir di Jakarta, 23 Mei 1978. Meskipun bukan asli Kabupaten Pekalongan, bahkan bukan berasal dari daerah manapun di Jawa Tengah, namun Fadia menyelesaikan studi kuliahnya dari Strata-1 hingga Strata-2 di Semarang dan bahkan dirinya mengawali karier politiknya di kabupaten yang berada di jalur pantura Jawa Tengah tersebut.

Baca Juga: Profil Wihaji, Bupati Batang Kelahiran Sragen Cucu Abdi Dalem Mangkunegaran Solo

Karier politiknya berawal pada tahun 2011 lalu di mana dirinya menjadi Waki Bupati Pekalongan periode 2011-2016 mendampingi Amat Antono. Setelah itu dirinya menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar di Kabupaten Pekalongan serta Ketua KNPI Jawa Tengah periode 2016-2021.

Mengutip Detik,com, pada  Pilkada serentak tahun 2020 lalu, Fadia yang merupakan istri dari pedangdut asal negeri Jiran Ashraff Khan yang dikenal lewat lagu Sharmilla ini mencalonkan diri menjadi Calon Bupati Pekalongan bersama dengan Ketua DPD PDIP Kabupaten Pekalongan, Riswadi sebagai Calon Wakil Bupati periode 2021-2026.

Dalam pencalonannya, dirinya diusung oleh Partai Golkar dan didukung oleh koalisi partai lainnya, seperti PDIP dan PAN. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang diadakan pada 9 Desember 2020 lalu akhirnya memenangkan pasangan Fadia dan Riswadi dengan presentase 57,60 persen, mengalahkan lawannya yang merupakan Calon Bupati Petahana, Asip Kholbihi.

Baca Juga: Jangan Lupa Cicipi Pindang Tetel Jika Singgah ke Pekalongan

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) saat itu yang datang berpartisiasi ada sekitar 523.583 suara dari total DPT keseluruhan, yaitu 720.654. Mengutip dari Jatengprov.go.id, pasangan Fadia dan Riswadi ini resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan pada 27 Juni 2021.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Pelantikannya dinilai tidak biasa karena dilakukan saat hari libur. Bagi Ganjar, hal ini merupakan sebuah pengingat bahwa menjabat sebagai Kepala Daerah itu mengayomi dan melayani rakyat dengan setia dan dalam kondisi apapun dan tidak kenal hari (meskipun hari libur).

Setelah pelantikan, Fadia yang merupakan ibu dari enam orang anak ini mengatakan bahwa dalam program kerjanya ke depan, dirinya dan wakilnya akan menekankan pelayanan yang mudah, murah dan cepat dan akan benar-benar dirinya wujudkan di Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga: Nikmatnya Glotak Tegal, Makanan Unik Khas Kota Bahari, Pernah Coba?

Dia juga akan fokus membantu rakyat kecil yang terdampak pandemi melalui kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu dirinya juga memastikan ketersediaan media sosial dan nomor kontak pada masyarakat sebagai upaya tindakan responsif yang cepat.

Dalam hal ini, Ganjar berpesan kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Fadia-Riswadi untuk terus berupaya dalam penanganan wabah Covid-19. Keduanya diminta untuk memetakan data epidemologis di wilayahnya sampai tingkat RT dan menerapkan 5 M dan menggencarkan program 3T.

Dalam hal ini, pasangan Fadia dan Riswadi siap melaksanakan perntah Ganjar itu dan berjanji akan bekerja optimal untuk melayani masyarakat Pekalongan. Acara pelantikan ini digelar secara luring dan daring. Untuk luring, tamu yang hadir dibatasi dan semuanya menerapkan protokol kesehatan (prokes).


Berita Terkait

Berita Terkini

Pengakuan Mbah Minto Bacok Maling Ikan Gegara Disetrum

Mbah Minto yang melakukan penganiayaan terhadap maling ikan di Demak mengaku aksinya dilakukan untuk membela diri.

Inspiratif! Tunanetra di Temanggung Dilatih Jadi Barista

Belasan penyandang disabilitas sensorik netra atau tunanetra di Temanggung dilatih cara meracik kopi ala barista.

Berkunjung ke Tobelo, Ganjar Dianugerahi Gelar Kesatria

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dianugerahi gelar kesatria oleh suku Tobelo saat berkunjung di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Waduh! Praktik Ayam Kampus di Kota Semarang Marak

Satpol PP Kota Semarang mengungkapkan praktik prostitusi mahasiswi atau ayam kampus di tempat indekos cukup marak.

Korban Susur Sungai Ciamis asal Brebes Baru Masuk Ponpes 3 Bulan

Salah satu korban tragedi susur sungai di Ciamis merupakan bocah asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng).

Ikonik! Menara Kembar di Pekalongan Jadi Penjara Tercantik di Indonesia

Menara kembar di kompleks Lapas Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ini ikonik dan bernilai sejarah, bahkan menjadi penjara tercantik di Indonesia.

Indahnya Puncak Natas Angin: Ada Petilasan Bung Karno - Wali Songo

Setiap bulan suro atau muharam, para peziarah sering datang ke tempat-tempat petilasan tersebut untuk menaikan doa. Setelah mereka berziarah, mereka akan mengambil air suci yang dianggap sebagai berkah bagi para peziarah.

Polda Jateng Ungkap Alasan Tahan Kakek di Demak yang Bacok Maling

Polda Jateng ungkap alasan melakukan penahanan terhadap Mbah Minto, kakek penjaga kolam ikan di Demak yang bacok pencuri.

Walah! Tunggakan PBB di Semarang Capai Rp35 Miliar

Tunggakan pembayaran pajak bumi dan bangunan atau PBB tahun 2021 di Kota Semarang mencapai Rp35 miliar.

Heboh Banteng vs Celeng, Ganjar Tapak Tilas Sukarno di Ternate

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berkunjung ke Kesultanan Ternate yang juga pernah dikunjungi Sukarno saat polemik banteng vs celeng tengah mencuat.

Selfie Membawa Maut, Dua Ibu Muda di Banyumas Tersambar Kereta

Selfie membawa maut dialami dua ibu muda di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) yang tersambar kereta saat asyik berswafoto di jalur kereta api.

Srumbung Gunung Buat Master Plan Menuju Desa Wisata Kreatif Perdamaian

Visual 3 dimensi master plan yang sudah final telah ditunjukkan kepada masyarakat Srumbung Gunung di acara soft opening Gazebo Kuliner Nusantara.

Ini Dia 4 Masjid di Semarang dengan Bangunan Unik

Masjid di Kota Semarang berjumlah ribuan dan beberapa di antaranya memiliki bentuk bangunan yang unik.

Lezatnya Tiwul Lava Merapi, Ada yang Meleleh

Kuliner tiwul lava merapi menjadi salah satu makanan unik yang patut dicoba saat berkunjung ke wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Rujak Belut Khas Brebes, Lembut Legit Lazizzz, Mau Coba?

Rujak belut merupakan kuliner khas Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang lezat, gurih, dan sedap tiada tanding.

Diramalkan Kelep, Rumah Warga di Pesisir Semarang Ini Nyaris Amblas

Selain di Kabupaten Demak, wilayah di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Tengah yang terancam tenggelam adalah Kota Semarang, khususnya daerah pesisir.