Facebook diharamkan

KEDIRI: Kehadiran situs jejaring sosial, Facebook, rupanya tidak luput dari pengawasan sejumlah ulama. Bahkan kemarin, Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) mengharamkan penggunaan Facebook secara berlebihan, seperti mencari jodoh maupun pacaran.

Pernyataan haram tersebut sesuai dengan hasil pembahasan dalam forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubt dien Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang dilaksanakan sejak 2 hari yang lalu. “Ini merupakan hasil pembahasan terakhir yang kami lakukan. Intinya, larangan ini kami keluarkan sesuai dengan aturan yang sudah ada dalam ketentuan agama,” kata salah satu anggota perumus Komisi C FMP3, Masruhan di Pondok Pesantren Lirboyo, seperti dilaporkan detikcom.

Masruhan mengatakan, larangan tersebut ditekankan pada adanya hubungan pertemanan spesial yang berlebihan. Apabila hubungan pertemanan spesial tersebut dilakukan untuk mengenal karakter seseorang dalam kerangka keinginan menikahinya dengan keyakinan keinginannya akan mendapatkan restu dari orang tua, hal tersebut tetap diperbolehkan.FMP3 menggunakan sejumlah dasar.

Antara lain Kitab Bariqah Mahmudiyah halaman 7, Kitab Ihya’ Ulumudin halaman 99, Kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubra halaman 203, serta sejumlah kitab dan tausyiyah dari ulamak besar. Terpisah, juru bicara forum Bahtsul Masail FMP3, Nabil Haroen menegaskan, dalam pengambilan keputusan, pihaknya menggunakan dasar yang berbeda dengan dasar yang digunakan oleh forum lain.

“Seperti MUI kalau memiliki dasar lain dengan keputusan yang berbeda kami tidak dapat menyalahkan. Kami hanya menjalankan kewajiban seorang muslim untuk saling mengingatkan, dengan tidak ada maksud menekan,” kata Nabil. Dianjurkan Sikap berbeda ditunjukan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim. Muhammadiyah malah menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan situs jejaring sosial mencari teman ataupun informasi.

Menurut Sekretaris PWM Jatim, Nadjib Hamid, Facebook dan sejenisnya adalah berkah dari kemajuan ilmu pengetahuan. “Katanya supaya hidup itu benar landasilah dengan agama dan hidup ini supaya mudah gunakan ilmu pengetahuan,” ungkapnya. “Saya kira ini bukan wilayah halal dan haram, secara ansih barang itu semata tetapi dia bisa berubah menjadi haram dan halal tergantung illat hukumnya.

Bagaimana kita menggunakan teknologi itu menjadi haram atau bahkan satu ketika teknologi itu bisa menjadi wajib ketika diperlukan untuk kepentingan yang maslahat,” tandasnya. Facebook dan segala macam produk ilmu pengetahuan tambah dia harus dimanfaatkan dengan sebaik-baik mungkin. “Muhammadiyah melihat ini sama dengan ilmu pengetahuan yang lain dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” pungkasnya.

Sedangkan bagi bintang sinetron Alice Norin, Facebook bukan cuma untuk mencari pacar. “Kalau saya pribadi menggunakan Facebook bukan cuma untuk pacaran. Tapi supaya bisa tetap keep in contact dengan teman-teman lama. Saya punya temen di Inggris, yah lewat Facebook kita bisa tatap muka atau ngobrol,” jelasnya.

Alice tidak menyalahkan ulama dan Ponpes yang mengeluarkan fatwa haram tersebut. Alice malah menyayangkan para pengguna Facebook yang menggunakan situs jejaring sosial tersebut hanya untuk mencari pacar atau bahkan menyebarkan hal-hal berbau pornografi. Perempuan kelahiran Norwegia yang juga berprofesi sebagai DJ itu pun kini lebih selektif saat menerima permintaan teman baru di Facebook.

Jika dahulu ia baik hati, kini tidak. “Yah saya sekarang sih lebih hati-hati aja, kalau bikin atau nyebar hal yang aneh-aneh, yah maaf aja kalau saya hapus,” pungkasnya. Istri DJ Riri itu sudah memiliki 2 akun Facebook dengan daftar teman lebih dari 5000 akun.

Oleh A. Rizky D. Polii
HARIAN JOGJA

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom