Salahudin saat memimpin latihan Persis Solo. (Persis-solo.id)

Solopos.com, SOLO - Persis Solo mendapat banyak pelajaran berharga pada laga persahabatan melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (11/1/2020) malam WIB. Meski kalah 0-4, Laskar Sambernyawa justru bisa mengetahui sisi lemah yang kelak bisa diperbaiki sebelum Liga 2 Indonesia musim 2020 bergulir.

Pelatih Persis Solo, Salahudin, mengungkapkan evaluasi paling besar berada di lini belakang. Menurutnya, pemain belakang jangan mudah dilewati tetapi menggunakan perhitungan serius, khususnya saat menangani lawan di kotak terlarang.

Lazismu Sragen Berdayakan 100 Keluarga Miskin Jadi Ahli Zakat

“Pemain belakang jangan emosi. Mereka harus mampu mengkaver dan mengintersep bola dari pemain lawan. Lini belakang benar-benar harus dievaluasi ke depan,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di Mes Persis di Karangasem, Laweyan, Solo, Senin (13/1/2020).

Ditanya soal performa bek tengah Persis, Bruno Casimir pada laga tersebut, Salahudin mengakui hal itu adalah kesalahan individu. Pada laga tersebut, Bruno Casimir melakukan pelanggaran di kotak terlarang sehingga membuat Persis mendapat ganjaran satu penalti.

Setelah itu, pemain naturalisasi asal Kamerun itu diberi ganjaran kartu merah karena melanggar pemain Bajul Ijo, julukan Persebaya. Meski begitu, Salahudin menganggapnya sebagai pelajaran berharga bagi Bruno. Ia meminta suporter memberi motivasi kepada Bruno supaya dia lebih tenang dan lebih baik ke depan.

“Insya allah, kalau saya lihat dia akan berusaha memperbaiki diri. Bruno belajar dari uji coba. Lebih baik di uji coba kami salah, tapi saat kompetisi tidak melakukan kesalahan,” terangnya.

Lebih lanjut, lini tengah dan depan juga tak luput dari perhatian. Lini tengah akan dibentuk agar lebih kreatif dan mampu menyuplai bola kepada striker dan pemain sayap. Sedangkan para striker diharapkan mampu mencetak peluang gol.

Trauma, Siswi Tak Berjilbab Korban Intimidasi di Sragen Emoh Sekolah

“Para pemain depan masih kami maklumi performanya karena sebelum berangkat [ke Surabaya], kami fokus melatih kolektivitas dan cara kerja tim. Tapi untuk latihan serangan seperti crossing dan shooting selama enam hari setelah libur belum ada. Kami tidak menuntut pemain karena kami belum memberikan materi menyerang,” kata dia.

Hanya, ia percaya pada seluruh pemainnya. Salahudin menilai para pemain masih bisa ditingkatkan kemampuannya karena mereka memiliki kualitas untuk berkembang lebih jauh. “Kami juga belum latihan. Program belum jalan. Latihan servis, latihan bola mati, latihan corner, itu akan ada. Mudah-mudahan setelah latihan itu, tim ini akan lebih baik,” tutupnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten