Jakarta [SPFM], Evakuasi korban runtuhnya jembatan Mahakam II atau Jembaran Kutai Kertanegara Senin (28/11) akan dilanjutkan dengan menggunakan teknologi echosounding atau menetapkan posisi sasaran (kerangka jembatan) dengan melepaskan suara dan kemudian gaungnya ditangkap kembali. Di saat yang sama, dua tiang utama jembatan akan diikat untuk menekan potensi runtuh susulan. Ini untuk memastikan posisi kerangka baja di dalam air apakah bergeser atau tidak. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta Senin (28/11) mengatakan, jika kerangka jembatan sudah bergeser ke arah hilir akibat arus bawah, maka itu posisi yang aman untuk memulai operasi menggeser kerangka jembatan. Menurut Sutopo, teknologi ini memungkinkan menghasilkan gambar 3 dimensi secara detil profil dan batimetri dasar sungai Mahakam dari permukaan hingga kedalaman sungai yang berkisar 35-40 m. [kcm/dev]


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten