Evakuasi Bus Rombongan SMK PGRI Karanganyar dari Jurang Magetan Butuh Crane
Polisi memeriksa bus rombongan SMK PGRI 1 Karanganyar yang terjun ke jurang di Plaosan, Magetan, Selasa (25/9/2018). (Istimewa-Polres Magetan)

Madiunpos.com, MAGETAN -- Proses evakuasi bangkai bus pariwisata PO Suka Damai berpelat nomor K 7745 AZ yang terperosok ke jurang sedalam 20 meter di kawasan Mojosemi, Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, membutuhkan biaya tidak sedikit.

Setidaknya dibutuhkan dua alat ekskavator atau crane berkapasitas 40 ton untuk mengangkat bus tersebut .

"Saat ini evakuasi belum dilakukan. Kami menunggu alat berat," kata Kasatlantas Polres Magetan, AKP Himawan Setiawan, Selasa (25/9/2018) sore.

AKP Himawan Setiawan menyampaikan proses evakuasi bus yang mengangkut puluhan pelajar SMK PGRI 1 Karanganyar itu membutuhkan biaya tidak sedikit. Dia menyebut dibutuhkan dua alat ekskavator atau satu crane seberat 40 ton untuk menarik bangkai bus dari dasar jarang sedalam 20 meter.

"Iya kedalaman jurang sampai 20 meter. Jadi harus menggunakan alat berat untuk menariknya. Untuk itu, butuh biaya besar," ujar dia.

Lebih lanjut, pihaknya kini sedang koordinasi dengan pihak perusahaan bus tersebut terkait pengangkatan bus dari jurang.

Koordinasi dengan pihak perusahaan bus penting supaya nanti saat diangkat terjadi kerusakan bus bisa diketahui. 

Diberitakan sebelumnya, sopir bus pengangkut rombongan study tour SMK PGRI 1 Karanganyar yang terjun ke jurang di Plaosan, Magetan, Agus Riyanto, 41, warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, akhirnya meninggal dunia, Selasa (25/9/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dengan demikian, korban meninggal akibat kecelakaan ini menjadi dua orang. Sebelumnya kru bus Elmufida Ullya, warga Colomadu, Karanganyar, juga meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

Sejauh ini masih ada tiga korban yang kritis dan masih dirawat di RSUD Magetan, yakni Giyanto, 44, warga Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen; Susilo, 37, warga Mondokan, Kabupaten Sragen, dan Joko Purwanto, 33, warga Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantoro, Kabupaten Karanganyar.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom