SOLOPOS.COM - kartu pos yang dipercaya dikirim oleh john anglin (google)

kartu pos yang dipercaya dikirim oleh john anglin (google)

Dengan begitu banyak alasan yang mendukung bahwa ketiga napi tersebut selamat, Dyke terus mengikuti semua petunjuk. Baru-baru ini dia mendapatkan bukti baru, yakni sebuah sidik jari seorang pria di Delaware, yang cocok dengan deskripsi Clarence Anglin.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Dia juga mengejar kisah seorang pemilik kedai di Florida, yang diduga telah mengirim perahu ke Alcatraz pada malam pelarian itu. Tak hanya itu, Dike telah mewawancarai puluhan orang di Georgia, tempat asal Anglin bersaudara.

Ekspedisi Mudik 2024

Bagaimanapun, hingga hampir setengah abad, belum ada sepotong bukti yang meyakinkan mengenai keberadaan Morris dan Anglin bersaudara di daratan, bahkan selama satu jam. “Higga sekarang, memang tidak ada bukti konkret bahwa mereka masih hidup atau berhasil dalam pelarian itu,” ujar Dyke yang mengaku akan merasa sangat lega jika akhirnya mengetahui kepastian nasib ketiga tahanan yang meloloskan diri itu.

Jika benar ketiganya selamat dan berhasil menyembunyikan jati diri mereka dengans angat rapi hingga sekian lama setelah pelarian mereka, tahun ini Frank Morris akan berusia 83 tahun. Sedangkan John Anglin akan berusia 79 tahun dan Claren 78 tahun.

Selain Dyke yang sangat terobsesi dengan pelarian itu, banyak orang lainnya beranggapan bahwa ketiga juga berhasil lolos dan bersembunyi entah di mana. Termasuk Clarence Carnes, yang mengaku menerima kartu pos dari salah satu napi itu, beberapa pekan setelah pelarian.

Di dalamnya, tertulis kata-kata berkode yang mengkonfirmasi pelarian mereka. Tulisannya, “Pergi memancing.”

Carnes percaya bahwa Morris dan Anglin bersaudara mendapat bantuan dari pihak luar, yang diatur oleh seorang narapidana di dalam. Carnes juga mengklaim, Ellsworth “Bumpy” Johnson, seorang tokoh bawah tanah Harlem, telah menyiapkan perahu untuk menjemput para pelarian tersebut.

Masih menurut Carnes, perahu yang dikirim Johnson itu menjemput mereka di Dermaga 13 di Distrik Hunter San Franscisco. Namun, kisah Carnes tersebut diragukan Philip Bergen.

“Perasaan saya adalah bahwa Carnes bermimpi dan tidak ada kemungkinan, sekecil apa pun, ada kebenaran di dalamnya,” ujar Bergen. (Bersambung Bagian XV)

Dari berbagai sumber

Bagian XIII

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya