Es Gempol Pleret Khas Sukoharjo, Resep Turunan yang Masih Eksis

Minuman gempol pleret terdiri atas gempol dan pleret yang terbuat dari tepung beras. Gempol memiliki rasa gurih dengan bentuk bulat-bulat putih. Sementara pleret terasa sedikit lebih manis karena campuran gula jawa dan bentuknya panjang pipih berwarna coklat.

 Sajian es gempol pleret di Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo, Selasa (5/7/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri)

SOLOPOS.COM - Sajian es gempol pleret di Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo, Selasa (5/7/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri)

Solopos.com, SUKOHARJO— Makanan sajian khas Sukoharjo, gempol pleret hingga kini masih terus lestari, meski tak banyak penjual yang bisa ditemukan di Kabupaten Jamu.

Gempol pleret adalah minuman yang disajikan seperti dawet.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Minuman itu terdiri atas gempol dan pleret yang terbuat dari tepung beras. Gempol memiliki rasa gurih dengan bentuk bulat-bulat putih. Sementara pleret terasa sedikit lebih manis karena campuran gula jawa dan bentuknya panjang pipih berwarna coklat.

Kedua adonan dari tepung beras ini memiliki rasa cenderung hambar sehingga biasanya disajikan dengan kuah santan yang gurih. Namun, seiring berjalannya waktu penjual memodifikasi rasa hingga tampilan gempol pleret itu.

Salah seorang penjual gempol pleret di Tegalmade, Mojolaban, Sukoharjo, Darman, 53 mengatakan telah berjualan es gempol itu hampir 30 tahun lamanya. Dia menyebut mendapatkan resep dari ibunya dan meneruskan usahanya hingga kini.

Baca Juga: Segarnya Es Gempol Pleret Khas Solo, Gurih-Gurih Nyoi…

“Kalau saya dari 1993. Saya tahu resepnya langsung dari ibu saya. Kalau gempol pleret itu awalnya hanya santan gurih saja. Tapi sekarang mengikuti zaman karena ada yang suka manis jadi saya sediakan kuah gula jawa,” katanya saat berbincang-bincang di sela-sela menyiapkan pesanan pelanggan, Selasa (5/7/2022).

Dia menyebut saat ini es gempol pleretnya itu disajikan dengan dua varian. Varian asli dengan kuah santan yang terasa gurih.

Sementara bagi pelanggan yang menyukai rasa manis akan disajikan dengan kuah gula jawa ditambah dengan bubur mutiara. Seporsi gempol pleret manis maupun gurih hanya dia jual dengan harga Rp5.000.

Sejak 1993 Darman telah berkeliling menjajakan gempol pleret dari kampung ke kampung di jalanan persawahan sekitar rumahnya. Hingga kurang lebih sepuluh tahun dia memilih membuka lapak gempol pleretnya di Tegalmade, Mojolaban itu.

Dia mengatakan setiap hari kecuali Jumat pada pukul 11.00 WIB-15.00 WIB lapaknya selalu siap menerima pelanggan. Cuaca menjadi tantangan tersendiri baginya mengingat ketika hujan, pembeli tak ada yang singgah ke lapaknya itu.

Baca Juga: Suegeerr… 3 Es Legend di Solo Ini Wajib Banget Dicicipi

“Kalau hari Jumat libur, sama kalau hujan biasanya agak susah soalnya kan ini di tengah sawah juga. Kalau tahun ini kan kebanyakan juga musim hujan terus, kalau ga hujan alhamdulillah ramai terus,” kata dia.

Dalam sehari, dia mampu menghabiskan 10 kilogra-12 kilogram tepung beras untuk pembuatan esnya itu. Omzet yang didapatnya mencapai Rp500.000-Rp800.000 per hari tergantung berapa banyak gempol pleret yang dibawanya.

Omzetnya itu menurutnya mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Darman mengatakan akan mewariskan usahanya itu jika anak dan cucunya mau. Meskipun saat ini anaknya telah diajarkan proses pembuatan dan diajak berjualan di lapaknya itu.

Pasalnya di kampung asalnya, Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo pembuatan gempol pleret juga telah turun temurun sejak dahulu.

Baca Juga: Jarang yang Tahu! 5 Jajanan Pasar di Solo Ini Wajib Kamu Coba

“Kalau kata mbah-mbah saya dulu di desa saya [Karangwuni] itu pembuatan gempol pleret turun temurun,” jelasnya.

Kepala Desa Karangwuni, Polokarto, Sukoharjo, mengatakan Saat ini, ada sekira 9 warga Karangwuni yang menjadi produsen gempol pleret dan sekira 15 orang menjual es gempol pleret.

“Awalnya itu jualan di desa, lalu ada yang merantau hingga ke Semarang, dan jualan di sana. Tapi kalau sejak kapan saya kurang paham,” katanya.

Banyaknya warga yang menjadi produsen gempol pleret itu, membuat minuman tersebut menjadi ciri khas dari desa Karangwuni.

Bahkan penjual es gempol pleretnya kemungkinan lebih banyak dibandingkan jumlah itu, mengingat belasan orang itu belum termasuk reseller gempol pleret.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Olimpiade Informatika Sekaligus Belajar Seni dan Budaya Indonesia

      + PLUS Olimpiade Informatika Sekaligus Belajar Seni dan Budaya Indonesia

      Penyelenggaraan International Olympiad in Informatics (IOI) 2022 di Kota Jogja, Provinsi Daerah Instimewa Yogyakarta, 7-15 Agustus 2022, menjadi arena pengenalan aneka ragam kesenian Indonesia kepada dunia.

      Berita Terkini

      Cuaca Sukoharjo Awal Pekan Ini: Gerimis Tipis Sejak Siang Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo secara lengkap untuk hari ini, Senin (15/8/2022).

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 15 Agustus 2022, Masih Dirundung Hujan

      Prakiraan cuaca Sragen hari ini, Senin (15/8/2022), masih akan diwarnai hujan ringan hingga sedang.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 15 Agustus 2022, Hujan Ringan

      Prakiraan cuaca Karanganyar pada Senin (15/8/2022), akan turun hujan di siang hari,

      Solo Mulai Rutin Hujan Lur, Cek Prakiraan Cuaca Senin 15 Agustus

      Prakiraan cuaca Kota Solo pada siang hingga sore hari ini, Senin (15/8/2022), akan kembali diguyur hujan.

      Cuaca Boyolali Hari Senin Ini: Awal Pekan Disambut Gerimis Tipis

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Senin (15/8/2022), tersaji secara lengkap dalam artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Senin Ini: Gerimis Siang-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Senin 15 Agustus 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Senin Ini: Hujan Siang-Malam

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Senin 15 Agustus 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Diusut Polisi, Begini Modus Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo

      Hasil penyidikan polisi mengungkap modus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo, yang diawali dengan pembersihan dan perataan lahan.

      Di Solo, Joko Anwar Cerita Sempat Diganggu saat Garap Pengabdi Setan 2

      Sutradara Joko Anwar mengobrol dengan para penggemar film Pengabdi Setan seusai nonton bareng di bioskop tua Singosaren Plasa Solo, Minggu (14/8/2022).

      Warga Berdesakan demi Nonbar Film Pengabdi Setan 2 di Bioskop Tua Solo

      Sutradara film Pengabdi Setan 2: Communion, Joko Anwar, dan beberapa pemain film tersebut hadir dalam nonbar di bioskop tua Singosaren Plasa Solo, Minggu (14/8/2022).

      Menikah pada Bulan Sura itu Dilarang? Begini Penjelasan Budayawan Solo

      Budayawan Solo memberikan pandangannya mengenai kepercayaan masyarakat Jawa bahwa menikah di bulan Sura itu tidak baik dan dilarang.

      Begini Langkah Penjual Mi Ayam di Boyolali Siasati Harga Gandum Naik

      Kenaikan harga gandum terus dirasakan para pemilik usaha yang produk olahannya dari gandum.

      Kronologi Wong Sragen Diduga Loncat dari Jembatan ke Kali Bengawan Solo

      Seorang warga Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, SU, 53, dilaporkan hilang setelah diduga loncat dari Jembatan Sapen dan masuk ke aliran Sungai Bengawan Solo pada Minggu (14/8/2022).

      Sudah 70%, Kapan Masjid Sheikh Zayed di Gilingan Solo Jadi?

      Progres pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, yang dimulai sejak 6 Maret 2021 lalu saat ini sudah mencapai 70%, kapan jadi?

      Byur! Peserta Lomba Meniti Bambu di Kalijaran Klaten Tercebur di Sungai

      Warga Dukuh Kalijaran, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, menggelar lomba ketangkasan meniti batang bambu di tengah sungai di daerah setempat, Minggu (14/8/2022) pagi.

      BOB Latih 8 Kelompok Pembatik di Karanganyar & Sragen, Ini Materinya

      Badan Pelaksana Otorita Borobudur atau BOB menggelar pelatihan desain fesyen dan purwarupa untuk delapan perwakilan kelompok pembatik di Kabupaten Karanganyar dan Sragen.