Tutup Iklan
Tiga orang menunggang kuda dengan latar belakang Gunung Bromo yang menyemburkan abu vulkanis di Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019). (Antara-Umarul Faruq)

Solopos.com, LUMAJANG -- Erupsi Gunung Bromo memicu hujan abu vulkanis di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (20/3/2019). Hal itu karena arah angin mengarah ke selatan atau tepatnya ke wilayah objek wisata Argosari puncak B29.

"Warga di sekitar puncak B-29 Desa Argosari, Kecamatan Senduro, merasakan dampak erupsi abu vullkanik Gunung Bromo pada pagi hari tadi dan sedikit mengganggu aktivitas warga," kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswoyo di Lumajang.

Dia menambahkan warga sebenarnya sudah merasakan dampak erupsi Gunung Bromo sejak sepekan lalu. Namun hal tersebut tergantung arah angin yang membawa abu vulkanis dan kalau ke arah selatan, maka mengarah ke Desa Argosari yang diguyur hujan abu tersebut.

"Hujan abu vulkanik dirasakan cukup deras khususnya di wilayah puncak wisata B-29, sehingga wisatawan diimbau untuk tidak berkunjung ke kawasan wisata yang dikenal dengan negeri di atas awan tersebut selama erupsi Gunung Bromo," tutur Wawan Hadi Siswoyo.

Pihak BPBD Lumajang, ungkap dia, telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Lumajang untuk melakukan asessment terkait dengan pembagian masker kepada warga yang terdampak abu vulkanis Bromo.

"Kami berkoordinasi dengan kepala desa dan penyerahan masker diberikan kepada Kepala Desa Argosari untuk dibagikan kepada warga setempat sebanyak 500 masker yang dibagikan," katanya.

Wawan mengatakan BPBD Lumajang memiliki stok masker sebanyak 2.000 lembar, sehingga kalau jumlah yang diberikan kepada Kepala Desa Argosari kurang, maka bisa sewaktu-waktu menghubungi pihak BPBD untuk diberikan tambahan masker.

Sebelumnya Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologo dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengatakan aktivitas Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl) masih fluktuatif, sehingga petugas terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gunung api tersebut.

"Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitasnya dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo seiring dengan statusnya yang masih waspada atau level II, namun gunung tersebut aman dikunjungi wisatawan dengan mematuhi sejumlah rekomendasi tersebut," katanya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten