Presiden FIFA Gianni Infantino (tengah) saat bertemu dengan delagasi Indonesia Erick Thohir (Kiri) dan Agum Gumelar (Kanan). (Fifa.com)

Solopos.com, SOLO -- Kedatangan Erick Thohir meninjau Stadion Manahan Solo, Sabtu (21/9/2019), bukan hanya terkait pencalonan Indonesia sebagai host Piala Dunia U-20 2021. Rupanya, kedatangan mantan Presiden Inter Milan itu juga terkait masa depan Persis Solo.

Kisruh di tubuh manajemen Persis Solo memang sudah berlangsung lama. Setelah sebelumnya PT Syahdana Property Nusantara (SPN) membawa investor baru, kini giliran kubu pendiri PT Persis Solo Saestu (PSS) yang membawa calon investor.

PT SPN yang menguasai 90 persen saham PT PSS menyatakan telah menjual 70 persen saham PT PSS kepada penguasaha minyak asal Jakarta, Vijaya Fitriyasa. Vijaya sudah melakukan jumpa pers pekan lalu.

Namun, kali ini kubu pendiri PT PSS yang dimotori Her Suprabu juga kedatangan Erick Thohir yang juga sebagai calon investor lain. Erick Thohir memang dikenal luas sebagai penguasa di bidang industry olahraga. Sebelum mendekat ke Persis Solo, Erick sempat menjadi Presiden Inter Milan. Ia juga pernah mengelola klub MLS Amerika Serikat, DC United. Saat ini, ia masih tercatat sebagai pengelola klub kasta ketiga Inggris, Oxford United.

Kedatangan Erick Thohir ke Kota Bengawan diawali dengan pertemuan bersama Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, di Loji Gandrung. Selanjutnya, dia mengunjungi Stadion Manahan yang kelak bakal menjadi home base Persis.

Erick mengungkapkan kedatangannya diawali komunikasinya dengan Her Suprabu beberapa pekan lalu. Dia kemudian khusus datang ke Solo pada hari itu bertemu Wali Kota Solo secara langsung.

Erick mengakui kedatangannya sebagai penjajakan untuk membantu Persis Solo kembali berprestasi. Menurutnya, Persis Solo adalah klub luar biasa karena dalam klub yang berdiri sejak 1923 tersebut pernah menjadi juara di era prakemerdekaan sebanyak 7 kali. Walaupun baru penjajakan, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tersebut menegaskan dirinya serius ingin mengelola Persis.

“Saya tipe orang serius, bukan coba-coba,” ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Alila Solo, Sabtu siang.

Dia lantas menjabarkan dedikasinya menjadi pelaksana Asian Games 2018. Ia mengatakan semua itu dilakukan demi Indonesia, bukan untuk kepentingan pribadinya. Ia juga menjabarkan bagaimana langkah yang ia ambil untuk memperbaiki Inter Milan dan DC United.

“Di sini [Solo], walau penjajakan saya ingin serius [mengelola Persis]. Ini bukan hanya mimpi-mimpi. Tapi rencana ini bisa tercapai kalau ada kesolidan antara pengurus Persis, pemerintah daerah, dan suporter,” tuturnya.

Erick Thohir menjamin ketertarikannya mengelola Persis bukan karena dirinya ingin menjadi Ketua PSSI. Ia bahkan akan menolak jika diminta menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) demi mengelola Persis. “Ini era keterbukaan. Tentu yang terpenting, ingin coba membantu saja,” katanya.

“Soal proses kepemilikan, ada yang lebih ahli. Mas Her dan tim hukumnya. Yang jelas saya ingin bagaimana Persis bisa bangkit dan dimanfaatkan masyarakat Solo dan suporternya,” tambahnya.

Sementara itu, Her Suprabu, dalam jumpa pers menjelaskan, penjualan saham oleh PT SPN kepada investor baru tidak sesuai MoU dan akta pendirian PT PSS. Dalam salah satu klausul disebutkan jika PT SPN ingin mengalihkan saham, mereka harus melalui forum Rapat Umum Pemilik Saham (RUPS) Luar Biasa.

“Awalnya PT PSS selama tiga tahun tak jalankan RUPS. Tanpa komunikasi, mereka sepihak mengenalkan manajemen baru. saya enggak datang. Saya sudah mengajukan surat resmi untuk melakukan RUPS luar biasa. Kami akan menempuh langkah sesuai aturan yang berlaku,” ujar salah satu pemilik saham minoritas di PT PSS tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten