Solopos.com, JAKARTA — Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis menggandeng Widya Mitra untuk menggelar konser musik Kota Semarang, Jawa Tengah. Setelah beberapa waktu lalu sukses menggelar konser grup jaz asal Belanda Tristan Band, kolaborasi Erasmus Huis dan Widya Mitra kini menyuguhkan sajian musik Arp Frique & Family.

Ketua Yayasan Widya Mitra Widjajanti Dharmowijono menjelaskan konser Arp Frique & Family yang tak kalah ciamik bakal menyajikan musik bergenre funk – World Fusion Music ini akan ditaja di Radjawali Semarang Cultural Center (RSCC) Jl. Piere Tendean, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/11/2019) malam ini.

Inge—panggilan akrab Widjajanti—mengutarakan konser ini dipersembahkan secara gratis dan terbuka untuk umum. Sebelumnya, Arp Frique & Family tampil di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis Jakarta pada hari Kamis (14/11/2019) dan di Ngajogjazz Festival, Kota Jogja pada hari Sabtu (16/11/2019).

Sebagaimana siaran pers yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Jakarta, Sabtu (16/11/2019), Inge menyatakan Erasmus Huis berkolaborasi dengan Widya Mitra dan Komunitas Jazz Ngisor Ringin menghadirkan Arp Frique & Family asal Rotterdam. Kelompok musik itu dijanjikan memanjakan para penyuka musik bergenre disko, R&B, rap atau sejenisnya.

Album The Colorful World of Arp Frique adalah debut mereka yang eksotis dan super funky dari Niels Nieuborg. Setelah rilis album debutnya yang mengejutkan dan diterima dengan sangat baik di Rush Hour, Arp Frique terus berkolaborasi dengan Orlando Julius, Ed Motta, Americo Brito, Ronald Snijders, dan banyak lagi.

Getaran disko langsung berdenyut dalam gaya NYC, terjalin dengan suara musik Karibia dan Cape Verde, itulah tema cerita musiknya. “Di sebagian besar lagu, kita dapat menemukan sentuhan musik yang setiap saat mengajak berdansa,” papar Inge.

Single pertama Nos Magia terpilih sebagai Track of the Year 2017 dalam Worldwide Awards of Gilles Peterson dan diputar oleh BBC Radio 6 Music, BBC Radio 1,  dan NTS. Sedangkan klub DJ Antal dan Hunee selalu memasukkan lagu mereka.

Arp Frique merupakan perwujudan alter-ego dari Niels Nieuborg yang membawakan musik disko New York ala 70-an dipadukan dengan suara-suara Karibia dan Tanjung Verde. Karya-karya yang dibawakan memang dimaksudkan untuk mengajak orang-orang berdansa.

Dalam karyanya, Nieuborg memastikan bahwa ada sentuhan unik dan bisa membuat tubuh pendengar mengikuti irama yang dimainkan. Terinspirasi dari dua hal, yakni nama Arp berasal dari instrumen arp synthesizer dan Frique dari karya Chic yang berjudul ‘Le Freak’ yang menunjukkan kecintaannya terhadap musik disko.

Semua karyanya diproduksi langsung dengan menggunakan instrumen. Di album The Colorful World of Arp Frique, mereka menggandeng beberapa musisi seperti legenda dari Cape Verde, Americo Brito (vokal), musik disko-funk bersama Ed Motta dari Brasil, Ronal Snijders (flute) dari Suriname, musik afro-beat dengan Orlando Julius, serta masih banyak lagi.

Belum lama ini Arp Frique juga tampil di Festival Magia di Rotterdam yang digagas juga oleh Niels Neuborg. Musik Arp Frique terkadang terdengar vintage dan otentik, semua bunyi terkesan orisinal dan dimainkan dengan instrumen live.

Semua komposisinya adalah produk dari “dorongan kreatif yang tak terpuaskan” dari hanya satu orang. Sebagai bagian dari perjalanan karier mereka, Nieuborg merencanakan dan manggung berbagai tempat dan festival, seperti kesuksesan dalam album terbarunya, Festival Magia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Bisnis


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten