Era Post-truth dan Model Pemberitaan Pemerintah

Opini ini ditulis Joko Priyono S.Sos M.Si, Kepala Seksi Komunikasi dan Desiminasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klaten.

 Joko Priyono (Solopos/Istimewa)

SOLOPOS.COM - Joko Priyono (Solopos/Istimewa)

Teori Marshal McLuhan yang mengusung konsep desa global (global village) terbukti sangat ampuh, jika digunakan membaca fenomena masyarakat informasi saat ini. Kini dunia hadir dalam realita tanpa sekat. Hadirnya teknologi informasi dan komunikasi seperti televisi, media massa, media sosial, dan Internet menjadikan belahan jagat makin dekat. Pesan dan informasi itu menyusup cepat menembus dimensi ruang dan waktu.

Surat kabar sebagai media konvensional banyak yang gulung tikar. Sebagian yang lain mencoba menjaga asa dan tetap bertahan. Berbeda nasib dengan media berita online dan televisi. Keunggulannya yang cepat update menayangkan pesan dan berita menyebabkan media ini kian berkibar dan survive memperkuat tajinya membidik segmentasi sasaran yang kian tunduk, patuh, dan bergantung.

PromosiLetusan Gunung Lawu Sampai Wonogiri, Belah Aliran Bengawan Solo Purba

Yang tidak kalah masif adalah media sosial. Kini setiap orang dengan platform yang dipilih bisa menjelma jadi sumber informasi yang digandrungi. Orang atau kelompok orang dengan Twitter, Facebook, Instagram dengan followers yang mentereng, dipercaya ampuh menggiring opini publik. Media sosial sebagai newcomers saat ini benar-benar punya panggung. Mereka seolah bebas memublikasikan berita dengan gaya, framing, dan pilihan fakta yang dirancang sedemikian rupa, sehingga mampu menyeret publik pada isu yang diagendakan.

Ilmuwan komunikasi kelahiran Odmonton 21 Juli 1911 yang punya nama lengkap Herbert Marshal McLuhan sudah memprediksi kondisi ini. Tokoh yang meninggal 31 Desember 1980 di Toronto, Canada itu ingin menunjukkan, teknologi menggunakan media membentuk perasaan, pikiran, dan tindakan manusia. McLuhan menyatakan manusia memiliki hubungan yang sifatnya simbiosis dengan teknologi yang menggunakan media. Manusia menciptakan teknologi, dan sebaliknya teknologi tadi membentuk manusia.

Desa global adalah suatu kondisi mengenai perkembangan teknologi komunikasi, di mana dunia dianalogikan sebuah desa yang sangat besar dan luas. Marshall McLuhan-lah yang memperkenalkan konsep ini awal 1960-an. Konsep ini berangkat dari pemikiran, suatu saat akan ada infomasi yang sangat terbuka dan dapat diakses oleh semua orang pada masa itu.

Desa global menjelaskan tidak ada lagi batas waktu dan tempat yang jelas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat ke belahan dunia lain dalam waktu sangat singkat, menggunakan teknologi internet. McLuhan meramalkan pada saatnya nanti, manusia akan sangat tergantung pada teknologi, terutama teknologi komunikasi dan informasi (Natanaeloloan : 2016).

Kondisi saat ini disebut Zainuddin Muda Z. Monggilo, dosen Ilmu Komunikasi UGM Yogyakarta sebagai banjir informasi atau era post-truth. Dalam tulisan yang diunggah Balairung Press (28/11/2019), ia mendifinisikan post-truth sebagai keadaan di mana preferensi pribadi lebih berpengaruh dibanding fakta objektif dalam membentuk opini publik.

Kondisi post-truth membuka ruang setiap orang dapat menjadi produsen pesan. Konsekuensinya adalah akan sulit membedakan apa yang benar dan apa yang salah. Pertanyaan menarik berikutnya adalah apa peran pemerintah menyikapi banjir informasi kaitan perannya dalam komunikasi publik?

Kondisi banjir informasi ini harus bisa dibaca pemerintah melalui para pelaku komunikasi publik dengan penyikapan dan langkah yang tepat. Ketika pemerintah dari pusat sampai daerah oleh ASN yang ditugasi sebagai pelaku bidang informasi dan komunikasi publik rajin mengunggah pesan berita dan informasi publik, itu adalah pilihan yang tepat. Khususnya lewat pemberitaan di portal resmi pemerintah diharapkan bisa menjadi rumah penjernih informasi di tengah banjir informasi.

Pemerintah harus lebih getol memublikasikan berita terkait kegiatan dan kebijakan pemerintah, tentunya dengan mengedepankan nilai public interest, khususnya ketika ada kesimpang-siuran informasi. Penulis menawarkan ada lima model pemberitaan pemerintah yang bisa dirujuk dalam penguatan komunikasi publik, agar pesan pemerintah itu bukan berita kaleng-kaleng.

Pertama, berita kinerja, yakni pemberitaan yang menonjolkan capaian dan keberhasilan program kegiatan pemerintah. Kinerja pemerintah harus terukur. Jangan sampai pemerintah gagal fokus. Misalnya kinerja hanya diukur dari seberapa besar pemerintah bisa menghabiskan atau menyerap anggaran. Hal itu belum bisa dianggap prestasi, kalau terserapnya anggaran tersebut tidak ada korelasi dengan kepentingan atau mengungkit kesejahteraan rakyat.

Keberhasilan pemerintah juga tidak selalu identik banyaknya piagam penghargaan. Tapi membuat rakyat tersenyum dan bahagia juga sebuah keberhasilan. Berita keberhasilan pemerintah membuat rakyat tersenyum layak harus diberi porsi khusus. Di sini nilai berita itu muncul dan menyentuh untuk dibaca.

Kedua, berita responsif, yakni pemberitaan pemerintah yang berisi tanggapan keluhan, kritik atau usulan masyarakat yang mencuri perhatian publik. Berita responsif punya nilai lebih sebab news value-nya cukup tinggi. Justru kalau pemerintah menutup mata dan abai terkait aspirasi rakyat, dampaknya bisa menggerus kepercayaan publik.

Kalau ada yang mengeluh dan direspons cepat, menunjukan sinyal baik bahwa masyarakat masih menyimpan harapan kepada pemerintah. Harapan wong cilik itu layak dijaga dan dirawat.

Ketiga, berita klarifikasi, yakni pemberitaan pemerintah terkait kondisi kritis yang menyebabkan komunikasi krisis. Krisis di sini dimaknai sebagai suatu masa yang kritis berkaitan dengan suatu peristiwa yang kemungkinan pengaruhnya negatif bagi pemerintah. Keputusan cepat dan tepat mutlak dilakukan agar tidak mempengaruhi keseluruhan operasional organisasi. Berita klarifikasi melalui narasi tunggal yang akurat, komprehensif dan cepat menyeluruh bisa jadi penjelasan atas sikap pemerintah terhadap isu viral.

Jangan dibiarkan ruang kosong di media massa atau media sosial larut dalam ketidakpastian. Kondisi ini akan merugikan citra dan reputasi pemerintah. Di sini kerja komunikasi publik jadi pertaruhan.

Keempat, berita sosialisasi, yakni pemberitaan pemerintah terkait informasi penting program kegiatan dan kebijakan publik yang penting diketahui masyarakat. Jangan sampai masyarakat berbuat salah karena tidak tahu atau pemerintah memang tidak memberi tahu. Pandemi Covid-19 hampir dua tahun terakhir adalah ujian bagi para pelaku komunikasi publik pemerintah.

Mengubah perilaku itu proses komunikasi publik yang tidak mudah. Jangan berharap masyarakat perilakunya berubah, jika pemerintah gagal memahamkan publik. Komunikasi publik itu mensyaratkan komitmen, konsistensi dan kejujuran.

Kelima, berita seremoni, yakni pemberitaan pemerintah tentang kegiatan pejabat publik. Kegiatan dan pernyataan pemerintah juga perlu disuarakan, tapi jangan terlalu narsis. Kegiatan dan pernyataan itu tetap dibingkai dalam kepentingan publik. Di sana ada urusan publik yang ditangani, bukan kegiatan yang menonjolkan pencitraan diri pejabat yang sepi dari kepentingan rakyat.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Apem, Kolak, dan Ketan

Pura Mangkunegaran bikin gebrakan kecil. Beberapa paket wisata disajikan untuk masyarakat umum. Antara lain paket kuliner khas Pura berupa apem, kolak pisang dan ketan.

Kue Ekonomi Lebaran

Lebaran tahun ini menjadi evidence alias bukti yang nyata. Mudik bukan sekadar perjalanan spiritual menengok kampung leluhur atau sungkem kepada orang tua, melainkan juga menjadi manifestasi geliat ekonomi wisata yang nyata.

Adil dalam Pikiran dan Perbuatan

Sekarang ini, orang cenderung menyukai informasi atau pendapat yang memperkuat keyakinan atau nilai-nilai mereka sebelumnya. Mereka mengabaikan bukti-bukti baru yang berbeda dengan keyakinannya.

Saling Menguatkan, Saling Memulihkan

Lebaran tahun ini, ada kebahagiaan membuncah. Kerinduan panjang tak bersua bakal terobati.

Mudik, Rohali, dan Rojali

Bayangkan perputaran uang yang tercipta dari sekitar 85 juta orang itu. Tentu tidak sedikit. Apalagi, dua tahun sudah agenda mudik ini tidak dilakukan. maria.benyamin@bisnis.com 

Hukum Cagar Budaya dan Agraria

Bagimana untuk mencegah terjadinya perusakan bangunan, struktur, situs cagar budaya terkait keberadaan masyarakat yang menempatinya? Tentu saja harmonisasi hukum antara UU Cagar Budaya dan UU Agraria perlu dijalankan.          

Surga Kuliner

Keunggulan kuliner Solo bukan muncul tiba-tiba, melainkan berakar dan bertumbuh seiring perkembangan kota.

Menjadi Ekalaya

Pandemi telah berlangsung lebih dari dua tahun. Learning loss pun sudah tampak.

Moderasi dalam Keluarga Beda Agama

Untuk mengakhiri perdebatan dan sengkarut pernikahan beda agama ini, seluruh elemen bangsa membangun sinergi, bergandengan tangan, bahu-membahu untuk menegakkan hak dan prinsip kebebasan beragama.

Vandalisme Keraton Kartasura

Selama ini, saya rasa terdapat pemahaman keliru dalam memaknai “ibu kandung” Keraton Kasunanan Surakarta, Keraton Kasultanan Yogyakarta, Pura Mangkunegaran, dan Pura Paku Alaman tersebut.

Digital Entrepreneurship: Kewirausahaan di Era Digital

Dari semua aktivitas digitalisasi dalam prinsip digital entrepreneurship perlu dipahami bahwa implementasinya tidak bergantung sepenuhnya pada hal yang berkaitan dengan teknologi atau digital.

Amerika Polah, Ekonomi Dunia Kepradah

Mungkin hari ini dalam konteks geopolitik dan geoekonomi global, analogi itu bisa dipakai. Amerika polah, ekonomi dunia kepradah.

Perangnya Amerika Serikat, Krisis Ganda bagi Dunia

Yang bikin pusing Indonesia, Amerika juga mengancam "boikot" KTT G-20 akhir tahun ini, bila mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin. Begitu kira-kira.

Saling Menguatkan, Saling Memulihkan

Momentum mudik Lebaran 2022 menjadi momentum untuk saling menguatkan saling memulihkan. Tulisan opini ini juga dimuat di rubrik Selasar Koran Solopos

Hilang Tanpa Coretan

Apakah kematian bisa diartikan sebagai ketidakadaan? Bisakah ada dan tidak ada hadir dalam satu waktu?

KK untuk Pasangan Nikah Siri

Mengulas kartu keluarga untuk pasangan yang melakukan nikah siri, Muh. Nursalim dalam artikel opini Koran Solopos edisi 18 Oktober 2021 menawarkan karya tulis berjudul KK untuk Pasangan Nikah Siri. Nursalim adalah ketua Bidang Kajian Hukum Islam Asosiasi Penghulu Republik Indonesia Jateng dan ketua Komisi Kajian MUI Kabupaten Sragen.