Epidemiolog UI Sebut Masker Adalah Vaksin Nyata. Benarkah?
Ilustrasi papan aturan penggunaan masker di ruang publik Jerman. (Bloomberg)

Solopos.com, JAKARTA — Epidemiolog Universitas Indonesia mengumbar informasi tentang masker di tengah teror virus corona. Epidemolog itu mengklaim ada “vaksin” yang nyata dan bisa diharapkan saat ini oleh masyarakat, yakni dengan terus menggunakan masker.

Pernyataan yang mengklaim masker laksana vaksin itu disampaikan pakar UI tersebut beberapa waktu setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan vaksin akan siap disuntikkan dalam waktu dekat. Jumlah vaksin yang bakal disiapkan pemerintah adalah kurang lebih 17 juta-180 juta.

“Vaksin itu bukan solusi jangka pendek untuk atasi pandemi. Kalau 180 juta vaksin itu 180 juta masker, saya sebagai juru wabah percaya dan mendukung Pak Jokowi. Masker itu vaksin kita,” kata epidemiolog UI Pandu Riono sebagaimana dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (30/9/2020).

Ini Cara Jitu Bikin Wajan Antilengket Lebih Awet

Dia menambahkan bahwa beberapa tokoh yang sudah tiada pun dimunculkan di muka publik dengan tambahan gambar masker untuk mendorong orang agar mau berperilaku memakai masker. “Masker itu vaskin terbaik di dunia yang dapat diakses oleh setiap orang di dunia. Bila 85% lebih penduduk pakai masker yang benar, maka pandemi dapat terkendali dengan sukses,” tegasnya.

Berbeda dengan epideimolog UI yang menempatkan masker laksana vaksin, Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengemukakan hal lebih lurus. Bedanya pakar dari satgas nasional Covid-19 itu tak hanya menempatkan masker seolah-olah pemusnah virus corona jenis baru pemicu Covid-19.

Bukan Pemusnah Virus

Dewi Nue Aisyah hanya menyebutnya untuk masker adalah satu cara pencegah penularan virus. Lengkapnya adalah dengan patuh 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) potensi penularan bisa diturunkan secara signifikan.

“Kalau pakai masker kain katun 3 lapis itu bisa menurunkan potensi penularan sampai 45%. Kalau saya pakai masker bedah, ini langsung potensi penularan turun ke 70%, ini jauh lebih efektif. Jadi sebetulnya kita bisa memilah dan memilih ketika kita [adalah] orang yang sering beraktivitas di luar rumah,” jelas Dewi.

Perhatikan! Ini 6 Langkah Jitu Rawat Ban Mobil

Melihat masih banyak yang tertular meskipun pakai masker dengan benar, maka harus dibarengi dengan perilaku menjaga jarak yang disebut bisa menurunkan potensi penularan sampai 90%.

Masih ada sisa potensi 10% dari penularan tidak langsung seperti memegang benda yang terpapar droplet kemudian memegang wajah. Hal itu bisa dihindari dengan cara rajin mencuci tangan.

“Kalau kita cuci tangan pakai sabun, tidak pegang muka, putus di situ virusnya. Kan kita enggak tahu apakah ada droplet jatuh di barang yang kita sentuh. Jadi 3M sangat bisa menyelesaikan masalah pandemi ini, tapi harus dikerjakan bersama-sama,” tambahnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom