Enzo Dipertahankan Akmil, TNI Janji Depak Taruna Bermasalah

Selama lima tahun terakhir sejumlah taruna harus di-dropout. Pada 2015 TNI mengeluarkan 1 orang calon perwira, 2016 sebanyak 4 orang, 5 orang pada 2018, dan 2 orang pada 2019.

Enzo Dipertahankan Akmil, TNI Janji Depak Taruna Bermasalah

SOLOPOS.COM - Enzo Zenz Allie (Instagram)

Solopos.com, JAKARTA — TNI memastikan nama Enzo Zenz Allie tetap dipertahankan sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil). Namun begitu, TNI tidak segan-segan mendepak para taruna bermasalah.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan penilaian terhadap calon perwira terus dilakukan selama masa pendidikan. Biasanya masa pendidikan berlangsung selama 4 tahun. Dalam masa tersebut, tidak seluruh taruna berhasil dilantik sebagai perwira.

“Alasannya mulai dari masalah kesehatan, ada juga masalah jasmani maupun mental ideologinya,” katanya saat konferensi pers di Mabes Angkatan Darat, Selasa (13/8/2019).

Selama lima tahun terakhir sejumlah taruna harus di-dropout. Pada 2015 TNI mengeluarkan 1 orang calon perwira, 2016 sebanyak 4 orang, 5 orang pada 2018, dan 2 orang pada 2019.

Penilaian tersebut juga dilakukan pada taruna Akmil kali ini, termasuk salah satunya Enzo Zenz Allie yang riuh di media sosial. Namun KSAD berharap seluruh taruna dapat melewati tahapan penilaian tersebut.

Sebelumnya, KSAD TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan Enzo Zenz Allie tetap menjadi taruna di Akademi Militer tahun ini. Setelah santer di media sosial karena diduga terlibat dalam organisasi HTI, TNI kembali melakukan penilaian dengan menggunakan alat ukur alternatif untuk memastikan Enzo tidak memiliki masalah apapun.

Penilaian ini katanya dilakukan pada Sabtu – Minggu (10-11/8/2019) lalu, kemudian dianalisa pada Senin (12/8/2018). Hasilnya Enzo memiliki nilai indeks moderasi bernegara mencapai 84 persen atau mendapat poin 5,9 dari maksimal 7.

“Harapan saya semoga Enzo dan kawan-kawan lulus pada tahap seleksi alam. Jadi kami harap orang tua, lingkungan taruna AD dan semua orang membantu mereka sehingga menjadi Perwira TNI AD yang sesuai harapan bisa menjaga keutuhan NKRI kehidupan beragama yang beragam, nilai kemanusiaan, keadilan dan persatuan,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Lezatos! Sambal Tumpang Sorsi Kuliner Andalan di Sragen, Cuma Rp5.000 Hlo

Saat berkunjung ke Kabupaten Sragen jangan sampai melewatkan kuliner legendaris, sambal tumpang sorsi yang murah dan lezat.

Berpotensi Untung Besar, Pemuda Wonogiri Isi Waktu Luang dengan Budidaya Porang

Para pemuda di Wonogiri mulai tertarik membudidayakan porang karena tanaman itu dinilai mempunyai keunggulan lebih dibandingkan tanaman lain.

Anthony Ginting Gagal ke Final Olimpiade 2020, Masih Berpeluang Raih Perunggu

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, gagal melaju ke babak final cabang olahraga bulu tangkis nomor tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020.

Warga di Masaran Sragen Kenakan Jas Hujan Saat Memandikan & Memakamkan Jenazah, Biar Aman

Kisah unik tentang warga Desa Jirapan, Masaran, Sragen, yang memandikan dan memakamkan jenazah salah seorang perangkat desa memakai jas hujan agar aman dari penularan Covid-19.

Kabar Baik, BOR Rumah Sakit Covid-19 di Karanganyar Mulai Turun

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar sudah mulai turun.

Tersangka Ilham Siregar Meninggal karena Sakit, Bagaimana Kelanjutan Kasus Korupsi ASABRI?

Tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI Ilham W Siregar meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.

Geger! Teror Bra Gelantungan Bikin Heboh Warga Rembang

Teror bra bergelantungan di sejumlah lokasi menggegerkan warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kempis-Kempis, 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan

Sekitar 8.000 karyawan maskapai penerbangan Lion Air bakal dirumahkan agar perusahaan mampu bertahan menghadapi pandemi.

Kuliner Solo, Memanjakan Selera Harus Tahu Batas

Laman Kementerian Komunikasi dan Informatika menggolongkan informasi bahwa satai brutu menyebabkan mudah lupa atau mudah pikun sebagai disinformasi.

Kebakaran Kandang di Grobogan: 13.000 Ekor Ayam Hangus, Rugi hingga Rp1,2 Miliar

Kebakaran terjadi di kandang berisi 13.000 ekor ayam di Grobogan, Jawa Tengah, yang menimbulkan kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

Kasus Kematian Covid-19 di Jateng Tinggi, 90% dari Pasien Usia 40 Tahun ke Atas

Kasus kematian atau crisis fatality rate (CFR) akibat Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) masih terbilang tinggi.

Kisah Tragis 2 Wanita Kembar Dijuluki PSK Tertua di Dunia

Kisah tragis kali ini tentang wanita kembar yang dijuluki sebagai PSK tertua di dunia.