Kategori: Sragen

Entaskan Krisis Air Bersih, MAN 1 Sragen Sembari Edukasi Anti-Covid-19


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN — Seratusan guru dan karyawan MAN 1 Sragen patungan membantu mengentaskan krisis air bersih di empat kecamatan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Mereka mengirimkan 12 tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter per tangki, Selasa (20/10/2020).

Tak hanya mengirimkan bantuan air bersih di tengah kekeringan, MAN 1 Sragen juga mengedukasi masyarakat di pedesaan. Mereka mengingatkan pesan ibu tentang 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak agar terhindar dari Covid-19.

Edukasi masyarakat itu dilakukan dengan membagikan 400 lembar masker kepada warga yang tak pakai masker dan imbauan agar supaya tetap membiasakan perilaku 3M. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan bakti sosial di Hari Amal Bakti ke-39 MAN 1 Sragen.

Secret Number Comeback 4 November, Apa Persiapan Vine?

Ketua Panitia Hari Amal Bakti ke-39 MAN 1 Sragen, Suratno, menyampaikan jumlah guru dan karyawan MAN 1 Sragen sebanyak 105 orang. Dia mengatakan mereka spontanitas iuran bersama untuk membantu saudara-saudara yang masih mengalami krisis air bersih, terutama di empat kecamatan, yakni Kecamatan Jenar, Tangen, Sumberlawang, dan Mondokan.

Sumbang Sembako

Saat pengiriman bantuan air bersih itu, Suratno mengatakan para guru MAN 1 Sragen juga memberi bantuan sembako sebanyak 100 paket untuk empat kecamatan, pakaian pantas pakai, dan pembagian 400 lembar masker.

“Pembagian masker itu dilakukan per kecamatan 100 lembar. Sasaran pembagian masker itu diberikan pada warga yang tidak pakai masker. Hal ini sebagai upaya kami dalam mengedukasi masyarakat agar taat pakai masker. Sisanya diberikan kepada ketua RT di lingkungan setempat agar dibagikan kepada warga yang belum taat pakai masker,” ujarnya kepada Solopos.com, Selasa siang.

Aktris Kim Sae-ron Mundur dari Drama Dear M, Ada Konflik?

Suratno menyampaikan edukasi 3M itu cukup efektif dilakukan sembari penyaluran air bersih MAN 1 Sragen ke daerah pedesaan. Maklum saja di wilayah semacam itu belum tumbuh kesadaran untuk taat protokol kesehatan.

Dia menjelaskan setiap kecamatan diambil dua sampel desa, yakni di Kecamatan Mondokan ada di Gemantar dan Pare; Kowang di Kecamatan Sumberlawang; Desa Pule, Denanyar, Sigit di Kecamatan Tangen; dan Banyurip dan Sidomulyo di Kecamatan Jenar.

“Total dananya mencapai jutaan rupiah. Dalam baksi sosial itu juga melibatkan pengurus OSIS. Masyarakat di empat kecamatan itu masih membutuhkan air bersih. Mereka hanya mengandalkan bantuan. Kalau tidak ada bantuan, mereka bisa mengangsu dengan jarak sampai 1,5 km,” jelasnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Share