Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau proses pengambilan uang dalam bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dalam kunjungannya di Asrama Haji Donohudan, Jumat (1/2/2019). (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, WONOGIRI—Hingga Maret, ada 208 keluarga yang mentas dari daftar keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) alias menjadi mandiri. Mereka enggan terus dianggap tak mampu dan jadi beban negara. Di Wonogiri, secara kumulatif ada 763 KPM yang menjadi mandiri dari total 39.594 KPM.

Di tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng), ada 194.000 KPM yang mengalami graduasi menjadi mandiri. Sementara jumlah KPM di Jateng masih sekitar 1,5 juta keluarga. Dinas Sosial terus mengampanyekan graduasi KPM agar penerima manfaat bisa diberikan kepada keluarga miskin yang lebih layak. “Graduasi ini tidak boleh dipaksa, tapi harus ada kesadaran dari KPM. Menyadari secara jujur, saya sudah mampu dan kawan-kawan lain masih membutuhkan, bukan kamu sudah mampu terus di-cut,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Jateng, Sarjimo, saat ditemui wartawan di sela-sela Jambore PKH di Alun-alun Giri Krida Bakti, Wonogiri, Selasa (9/4/2019).

Ia menjelaskan masih banyak masyarakat yang semestinya dapat PKH, namun tidak menerima. Data warga miskin terhimpun dalam basis data terpadu (BDT). Dalam BDT, kategori miskin dibagi ke dalam kelompok-kelompok yakni sangat miskin, miskin, rentan miskin, dan tidak miskin. Yang diprioritaskan menerima PKH adalah kelompok sangat miskin. “Kadang ada protes, kenapa yang mampu kok menerima PKH. Ini mungkin karena waktu kali pertama menerima ia berstatus sangat miskin. Tapi seiring berjalannya waktu, ia meningkat kesejahteraannya. Solusinya ya melalui graduasi ini,” kata Sarjimo.

BDT ini, lanjut Sarjimo, dilaporkan oleh pemerintah kabupaten/kota langsung kepada kementerian. Data terakhir yang diterima Dinsos Jateng, ada 1,5 juta KPM dengan 194.000 di antaranya graduasi menjadi mandiri. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan total populasi warga miskin Jateng yang diperkirakan mencapai 40 persen total populasi, atau sekitar 15 juta warga miskin.

Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Suwartono, mengatakan kegiatan Jambore PKH itu dihadiri sekitar 2.000 orang. Selain silaturahmi antar-KPM, jambore itu juga diisi dengan pameran produk kelompok usaha bersama (KUB). “Mereka [KPM] kami latih. Kami beri stimulan membuat usaha. Hasil karya mereka yang bisa dijual bisa untuk menambah pendapatan,” kata dia.

Di Wonogiri ada 763 KPM mengalami graduasi dari total 39.594 KPM yang ada. Dinsos akan memverifikasi ulang penerima KPM itu. Mereka akan mencocokkan ulang kondisi ekonomi penerima di lapangan dengan data yang ada. “Kalau sinkron semua pihak, kami akan menempeli stiker di rumah-rumah KPM. Kalau malu kan biar mengundurkan diri,” ujar Suwartono. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten