Enggan Dimutasi, Ratusan Pekerja PT BATI Sragen Mogok Kerja

Para pekerja PT Bintang Asahi Textile Industri (BATI) di Sragen melakukan aksi mogok kerja setelah perusahaan memutasi mereka ke bidang pekerjaan yang tak mereka kuasai.

 Para pekerja PT Bintang Asahi Textile Industri (BATI) di Desa Purwosuman, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, mogok kerja pada Rabu (23/11/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

SOLOPOS.COM - Para pekerja PT Bintang Asahi Textile Industri (BATI) di Desa Purwosuman, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, mogok kerja pada Rabu (23/11/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 250-an pekerja PT Bintang Asahi Textile Industri (BATI) di Desa Purwosuman, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, mogok kerja pada Rabu (23/11/2022). Akar persoalannya adalah karena mereka enggan dimutasi.

Pekerja menduga mutasi itu dilakukan dalam upaya mengurangi jumlah karyawan. Pekerja dimutasi tak sesuai bidang mereka.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sragen, Muh. Yulianto, mengatakan masalah mogok kerja itu sedang coba diselesaikan secara bipartit. “Kami dorong penyelesaian secara musyawarah, yang penting kondusif. Penyelesaian bipartit  diusahakan antara pihak pekerja dan perusahaan, kami harapkan bisa selesai,” terang Yulianto dihubungi Solopos.com Kamis (24/11/2022).

Salah satu pekerja PT BATI yang mengikuti aksi mogok massal itu adalah Hartini, 47. Wanita yang mengaku sudah bekerja sejak 1999 itu hanya berupaya menuntut haknya sebagai pekerja.

“Pihak perusahaan terkesan mau mengurangi karyawan tetap seperti kami yang sudah bekerja 20-an tahun dengan cara dimutasi ke bagian lain. Bagian lain itu bukan ranah dan keahlian kami. Kalau memang tidak dipakai, ya dirumahkan, sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga: Perencanaan Tak Sempurna, Proyek Pembangunan Pasar Nglangon Sragen Molor

Hartini mengatakan karyawan dan perusahaan sempat negosiasi soal pesangon. Pekerja menginginkan pesangon menggunakan formula gaji dikalikan dengan masa kerja, sehingga diperoleh angka Rp15 juta-Rp20 juta. “Namun perusahaan menawarkan hanya Rp6 juta, kami tidak terima,” terang Hartini.

Pekerja lain, Sisilia Tumiyem, 62, mengatakan hal berbeda. Ia mengaku telah mengajukan permohonan pensiun namun belum diterima perusahaan. Ia mengaku sempat mau dipanggil perusahaan, tapi hingga Rabu (23/11/2022)  tidak juga dipanggil.

Perwakilan pekerja yang berunding dengan perusahaan, Edi,  mengatakan akhirnya pihak perusahaan tidak jadi melakukan mutasi. Pekerja tetap dipekerjakan lagi.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pilkades Sukoharjo Selesai Tanpa Kericuhan, Pelantikan Dijadwalkan 21 Desember

      Pilkades serentak di Sukoharjo diklaim kondusif tanpa laporan kericuhan.

      Kakung Sableng Klaten Ternyata Kepanjangan dari Kafe Ingkung Sambel Blenger

      Resto Kakung Sebleng berada di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Kartini/By Pass No. 3, Warung Kidul, Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah.

      Periksa Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor, Ditjen Dikti Terjun ke UNS Solo

      Ditjen Dikti Kemendikbudristek turun langsung ke UNS Solo untuk melakukan audit dan pemeriksaan terkait adanya dugaan kecurangan dalam pemilihan Rektor periode 2023-2028.

      Batuan Purba Sepanjang 100 Meter di Bayat Klaten Ini Bernama Watu Sepur

      Wisata Watu Sepur di Klaten menyuguhkan pemandangan deretan bebatuan purba yang mirip dengan ombak sepanjang 100 meter.

      Tidak Kuat, Presiden Jokowi Gendong Kaesang secara Simbolis seusai Siraman 

      Seluruh prosesi siraman jelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (9/12/2022), berlangsung lancar.

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presiden Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.