Enggak Sulit, Ternyata Begini Perawatan Monstera Rp225 Juta Agar Tetap Sehat dan Cantik

Tanaman Monstera milik Sri Hastuti sudah memiliki lima tongkol yang siap mengeluarkan benih yang bisa disemai menjadi bibit tanaman hias.

 Paiman, warga Mogol, Ledoksari, Tawangmangu, Karanganyar, Karanganyar, berfoto bersama tanaman hias Monstera Variegata miliknya. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Paiman, warga Mogol, Ledoksari, Tawangmangu, Karanganyar, Karanganyar, berfoto bersama tanaman hias Monstera Variegata miliknya. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Monstera Variegata merupakan tanaman hias yang harganya melejit beberapa waktu terakhir. Bahkan harga satu tanaman jenis ini bisa mencapai ratusan juta rupiah bila sudah besar dan memiliki beberapa tongkol.

Seperti Monstera King Variegata milik Sri Hastuti, warga Kelurahan/Kecamatan Banjarsari, Solo, yang dibeli dari petani asal Mogol, Ledoksari, Tawangmangu, Karanganyar, bernama Paiman. Tanaman itu setinggi 1,75 meter.

Selain itu, tanaman Monstera milik Sri Hastuti sudah memiliki lima tongkol yang siap mengeluarkan benih yang bisa disemai menjadi bibit tanaman hias. Namun bagaimana sebenarnya perawatan tanaman jenis Monstera King Variegata agar tumbuh dengan sehat?

Baca juga: Daun Monstera Menguning? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Saat diwawancara wartawan di rumahnya beberapa hari lalu Sri menuturkan tidak sulit merawat tanaman itu. Tanaman itu hanya perlu disemprot air di bagian akar setidaknya sekali sehari. Bila tak disemprot pun tak masalah.

Begitu juga untuk pupuk tidak perlu diberikan secara intensif, alias hanya perlu sesekali saja. “Tanaman ini tergolong bandel, tahan dengan berbagai kondisi. Untuk perawatan paling hanya disemprot air,” tutur Sri.

Bila dalam kondisi terpaksa harus ditinggal di rumah selama beberapa hari, menurut dia, Monstera King Variegata juga tidak masalah.

Penjelasan senada disampaikan Paiman, penjual Monstera King Variegata yang dibeli Sri.

Baca juga: Istimewanya Monstera dari Lereng Lawu Karanganyar, Bisa Seharga Mobil dan Rumah

Berdasarkan pengalamannya belasan tahun menjadi petani tanaman hias, Monstera Variegata tergolong tanaman hias yang bandel. “Kalau saya biasanya hanya tak siram air secukupnya, empat hari sekali siram,” ujar dia.

Air Secukupnya

Untuk titik penyiraman air menurut Paiman di bagian akar bawah tanaman. Dia berpesan agar volume air yang untuk menyiram tidak boleh terlalu banyak.

“Airnya secukupnya saja, satu gayung air sudah cukup,” urai dia.

Baca juga: Pemilik Monstera King Dibeli Warga Solo Rp225 Juta Punya 2 Mobil & Rumah dari Bisnis Tanaman Hias

Paiman juga menyarankan agar Monstera Variegata tidak usah diberi pupuk penyubur. Sebab dengan diberi pupuk itu malah bisa membuat warna daun tidak bisa bagus.

“Kalau terlalu subur warna gak bagus,” kata dia.

Warna daun Monstera Variegata yang bagus menurut Paiman yaitu corak putih di antara warna hijau alami.

“Biar daun semakin bagus bisa dirawat atau dilap pakai lap pengilap daun. Bisa dibeli di toko tanaman hias,” ujar dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Witpari Gagas Bantuan Etalase Produk UMKM Karanganyar

Wirausaha Tangguh Bumi Intanpari (Witpari) menggagas perluasan akses pemasaran melalui pembuatan etalase atau rak display produk.

Bantuan Ponpes Belum Merata, DPRD Sragen Inisiasi Perda Pesantren

Penyusunan Perda Pesantren sudah berproses dan ditargetkan masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD Sragen pada 2022 mendatang.

Mahasiswa Internasional UMS Jalani Vaksinasi di Edutorium UMS

Sembilan mahasiswa asing yang sedang menimpa ilmu di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani vaksinasi yang dilakukan oleh Tim Vaksin UMS.

20 Rumah di Tanon Sragen Rusak Akibat Tersapu Angin Kencang

Sapuan angin kencang mengakibatkan 20 rumah di Desa Karangasem, Tanon, Sragen, rusak pada bagian atap, Kamis (21/10/2021) malam.

Sakit Menahun, Nenek-Nenek Asal Selogiri Wonogiri Gantung Diri

Diduga nenek asal Selogiri itu mengalami depresi karena sudah lama sakit asam urat sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Bupati Sragen: Dana Abadi Pesantren Jadi Kado Terindah di Hari Santri

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan pada Hari Santri 2021, para santri mendapat kado istimewa dari Presiden berupa Perpres No. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang di dalamnya ada dana abadi pesantren.

Akun Pemkot Solo Kembali Diretas, Gibran: Tak Perlu Ganti Akun!

Meski sudah beberapa kali diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Gibran menegaskan tidak akan membuat akun instagram baru.

Round Up: Kunci Sukses Bos Wong Solo, Sukoharjo Izinkan Hiburan Musik

Puspo Wardoyo membeberkan kunci sukses menjadi pengusaha.

Boulevard 10, Hunian Terbaru Andalan Tirtamaya Residence

Tirtamaya Residences mengeluarkan tipe Boulevard 10 sebagai line up hunian terbaru yang siap ditempati.

Gerombolan Kera Liar Masuki Permukiman Warga Kebakkramat Karanganyar

Gerombolan kera liar memasuki rumah-rumah warga Dukuh Manggal, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, untuk mendapatkan makanan.

Jorok! 25 Ton Sampah Dibuang Sembarangan di Sukoharjo Tiap Hari

Sebanyak 25 ton sampah ditengarai dibuang sembarangan setiap harinya di wilayah Sukoharjo. DLH setempat memetakan ada 10-an tempat buang sampah liar.

Kasus Covid-19 Klaster PTM Solo Tersebar di 8 Sekolah, Ini Perinciannya

Temuan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kalangan siswa dan guru yang menggelar PTM di Kota Solo tersebar di delapan sekolah SD dan SMP.

3 Fasyankes di Sukoharjo Ini Layani Vaksinasi Tanpa Syarat Domisili

Tiga fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo melayani vaksinasi warga tanpa memandang domilisi selama sepekan ke depan.

Warga Bantaran Mojolaban Sukoharjo Ternyata Banyak Yang Belum Vaksin

Warga bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Mojolaban, Sukoharjo, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 digelar Komunitas Omah Sambung dan Kodim Sukoharjo.

Solar Langka di Soloraya, Pertamina Tegaskan Tak Ada Pengurangan Kuota

Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis solar yang belakangan ini banyak dikeluhkan langka di wilayah Soloraya.