Tujuh Desa di Gunungkidul Tak Punya Kades

Tujuh Desa di Gunungkidul Tak Punya Kades

SOLOPOS.COM - Warga menyegel ruang kepala Desa Dadapayu Semanu Gunungkidul, Senin (31/10/2016). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)

Sejumlah desa di Gunungkidul kekosongan kepala desa.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Sedikitnya terdapat tujuh desa di Kabupaten Gunungkidul yang saat ini mengalami kekosongan jabatan kepala desa (kades). Tujuh desa tersebut pun harus menunggu pengisian jabatan melalui pilihan kepala desa (Pilkades) serentak, yang baru akan dilakukan pada akhir 2018.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKB-PMD) Gunungkidul, Sudjoko mengatakan saat ini ada tujuh desa yang tidak memiliki kades. Tujuh desa tersebut adalah Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari; Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu; Desa Ngawu, Kecamatan Playen; Desa Ngunut, Kecamatan Playen; Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari; dan Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong.

“Untuk saat ini Kepala Desa Ngunut, Dadapayu, dan Ngawu dijabat Pejabat Sementara (Pj), sedangkan Kepala Desa Bunder, Hargosari, Baleharjo, dan Sidorejo dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Berarti ada tujuh desa yang kosong,” kata dia, Selasa (24/10/2017).

Sejumlah desa yang mengalami kekosong jabatan kepala desa tersebut menurut Sudjoko disebabakan berbagai faktor. Selain ada sebagian kepala desa yang tersangkut permasalahan hukum, ada pula kepala desa yang meninggal dunia sehingga digantikan pejabat sementara.

Kendati tidak memiliki kepala desa, tetapi tujuha desa tersebut tak lantas dapat menyelenggarakan pilkades. Pasalnya menurut aturan, pilkades harus dilaksanakan secara serentak. Alhasil, warga di tujuh desa tersebut harus bersabar menunggu pilkades serentak yang akan diselenggarakan pada akhir 2018 untuk memilih pemimpin mereka.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tak Punya Uang, Seorang Ayah di Solo Tawarkan Barter Sepatu Bekas dengan Susu di Facebook, Polisi Langsung Bantu

Seorang ayah di Solo tak punya uang untuk membelikan susu putrinya lantas memposting tawaran barter sepatu bekas dengan sekotak susu di Facebook. Polresta Solo langsung memberi bantuan.

2.000 Mahasiswa Soloraya Ikuti Vaksinasi Massal di UIN Surakarta

Mahasiswa peserta vaksinasi tidak hanya dari kampus UIN Raden Mas Said Surakarta, namun dari perguruan tinggi lain di wilayah Soloraya.

Tabung Gas Bocor, 2 Warga Gemolong Sragen Alami Luka Bakar 30%

Dua ibu-ibu di Gemolong, Sragen, menderita luka bakar saat berupaya memadamkan api yang muncul akibat kebocoran tabung elpiji.

Vespa LX dan S Tampil Lebih Berjiwa Muda

Tampilan baru Vespa LX dan S, didesain dengan warna baru untuk menampilkan semangat dan keberanian generasi muda.

PPKM Kulonprogo, 1.697 Kendaraan Bermotor Diminta Putar Balik

Total kendaraan yang diperiksa selama PPKM darurat periode 3-20 Juli 2021 di Kabupaten Kulonprogo mencapai 6.554 kendaraan bermotor.

Instagram Reels Kini Berdurasi 2 Kali Lebih Panjang

Instagram Reels melakukan pembaruan, sekarang pengguna dapat membagikan video dengan durasi 60 detik.

Dinilai Rawan Covid-19, 3 Pusat Perbelanjaan di Solo Ini Diberi Posko PPKM Level 4

Polresta Solo mendirikan posko PPKM Level 4 di Pasar Klewer, PGS, dan BTC karena dinilai rawan penyebaran Covid-19.

Rest Area di Kabupaten Brebes Ini Berikan Nuansa Klasik

Rest area KM 260 B merupakan hasil proses revitalisasi pabrik gula yang sekarang menjadi rest area kekinian.

Dapat Bantuan Dobel, 27 Warga Gentan Klaten Kembalikan Duit Rp300.000

Jumlah warga di Desa Gentan, Gantiwarno, Klaten, yang terdaftar memperoleh bantuan di tengah pandemi Covid-19 mencapai 156 penerima manfaat bantuan.

Tipe-Tipe Kursi yang Umum Ditemukan

Ada berbagai macam tipe kursi yang bisa ditemukan. Pastikan kalian membeli kursi sesuai dengan kebutuhannya.

Akan Dikembangkan Mirip Dam Guatape, Wisata WGM Wonogiri Mungkin Tutup Sampai Proyek Rampung

Belum ada kepastian Wisata WGM Wonogiri bisa dibuka atau tidak sebelum pekerjaan fisik dimulai mengingat saat ini masih PPKM.

Hanya Punya Duit Rp5.000 untuk Beli Nasi Padang, Pedagang ini Dapat Donasi Rp108 Juta dari Netizen

Pedagang agar-agar asal Garut, Mang Eman, yang videonya membeli nasi padang dengan uang Rp5.000 viral, mendapat donasi Rp108 juta.