Enak Pol! Lethok Mbah Sumini, Kuliner Ngawi yang Mirip Sambal Tumpang

Lethok merupakan salah satu kuliner khas Ngawi yang memiliki kemiripan dengan sambal tumpang.

 Lethok khas Ngawi. (Instagram/@wijang78)

SOLOPOS.COM - Lethok khas Ngawi. (Instagram/@wijang78)

Solopos.com, NGAWI — Lethok merupakan salah satu kuliner yang memiliki kemiripan dengan sambal tumpang. Bagi yang ingin mencicipi lethok tak ada salahnya berkunjung ke salah satu bakul di Pasar Besar Ngawi.

Lethok di pasar ini dijajakan oleh perempuan paruh baya yang akrab disapa Mbah Sumini. Pastikan untuk berkunjung ke Pasar Besar pada pagi hari agar tidak kehabisan. Seperti diketahui lethok ini buka setiap hari mulai buka pukul 06.00 WIB hingga stok habis.

PromosiSejarah Kecil Kekerasan Militer Belanda pada Era Perang Kemerdekaan

Bagi yang ingin mencoba lethok ini cukup merogoh kocek Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi sebagaimana video unggahan Instagram @infokulinerngawi.

Baca Juga: Viral! Ada Nasi Kucing Ayam Goreng, Begini Tampilannya

Kuliner lethok disajikan di atas daun pisang yang dipincuk. Namun, dapat dibungkus plastik jika pembeli menginginkan dibawa pulang.

Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kembdikbud), lethok berbahan dasar tempe. Meski disebut mirip, lethok memiliki sejumlah perbedaan dengan sambal tumpang, di antaranya dalam proses pembuatan, campuran, dan bumbu.

Kuliner lethok khas Ngawi ini memiliki campuran lauk, sementara sambal tumpang tanpa campuran lauk atau daging. Lethok terbuat dari tempe segar, sedikit tempe medem atau tempe busuk, dan santan. Makanan ini juga dapat dipadu dengan babat, iga sapi, dan lainnya.

Baca Juga: Kriuk! Camilan Keripik Tempe Khas Ngawi, Sudah Pernah Coba?

Kekhasan lethok terdapat pada tempe dan babat. Dua bahan tersebuat juga membuat kuliner khas ini bertahan dan tetap digandrungi masyarakat Ngawi. Lethok biasanya disantap dengan nasi hanya dan urap. Namun juga kerap disandingkan dengan pecel dan kerupuk beras.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Telaga Ngebel Bakal Dilengkapi Air Mancur, Butuh Berapa Miliar Rupiah?

Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berencana membangun water fountain atau air mancur untuk memperindah Telaga Ngebel.

Nahas, Petani Berusia 80 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas di Sumur Tua

Seorang petani berusia 80 tahun di Ponorogo ditemukan meninggal dunia di sumur tua.

Hasil Riset Kesdas, 4 dari 10 Orang Ponorogo Menderita Hipertensi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat setidaknya ada empat dari 10 orang di Ponorogo menderita hipertensi.

Bermodus Kemasan Bubuk Kopi, BNNP Jatim Bongkar Peredaran Ganja 16,9 Kg

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membongkar peredaran narkoba jenis ganja dengan barang bukti sebanyak 16,9 kilogram.

Korban Meninggal Kecelakaan di Tol Surabaya Bertambah Jadi 15 Orang

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto bertambah menjadi 15 orang.

Sopir Bus Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Ditetapkan Jadi Tersangka

Sopir bus PO Ardiansyah yang mengalami kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka.

Mantap! Pemkot Madiun Bangun Pondok Lansia, 2023 Sudah Bisa Ditempati

Pemerintah Kota Madiun kini tengah membangun pondok khusus bagi warga lanjut usia.

Jos! Pemkab Ponorogo Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-Turut dari BPK

Pemkab Ponorogo berhasil mempertahankan selama sepuluh tahun berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

2 Pelaku Pembalakan Liar Hutan di Ponorogo Ditangkap, 3 Pelaku Diburu

Dua dari lima pelaku pembalakan liar hutan lindung di Kabupaten Ponorogo berhasil dibekuk.

Awalnya Flu & Kejang, Puluhan Sapi di Magetan Terkonfirmasi Positif PMK

Puluhan ekor sapi di Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif PMK dengan gejala awal flu dan kejang-kejang.

Kreatif! Kakek-Kakek di Madiun Ini Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

Seorang kakek-kakek di Kabupaten Madiun ini mengubah limbah kayu menjadi kerajinan truk yang bernilai ekonomi.

Sadis, Pemuda Bunuh Teman Kencannya Pakai Pisau di Hotel Kediri

Pemuda asal Jombang membunuh teman kencannya di salah satu hotel di Kediri.

Waduh, 2 Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Ada Luka di Mulut dan Kaki

Dua ekor sapi di Kabupaten Madiun dinyatakan suspek penyakit mulut dan kaki (PMK).

9 Rumah di Pasuruan Dihantam Truk Bermuatan Pasir, Diduga Rem Blong

Dump truk berpelat nomor M 8148 UG bermuatan pasir batu menabrak sembilan bangunan rumah warga di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Belum Direlokasi saat Revitalisasi Dimulai, Pedagang Pasar Sleko Ngeluh

Sejumlah pedagang Pasar Sleko, Kota Madiun, mengeluh karena belum direlokasi saat proyek revitalisasi pasar tersebut dimulai.