Embung di Kelurahan Sambeng, Juwangi, Boyolali, Kamis (28/11/2019). (Solopos-Tamara Geraldine)

Solopos.com, BOYOLALI -- Embung yang dibangun melalui program paket pembangunan Embung oleh Balai DAS Bengawan Solo di Dukuh Kedung Dawung, Kelurahan Sambeng, Juwangi, Boyolali, disiapkan menjadi destinasi wisata.

Perangkat desa dan warga setempat "menyulap" embung itu menjadi lokasi pemancingan ikan.

Sekertaris Lurah Sambeng, Suwarso, mengatakan Pemerintah kelurahan bersama masyarakat akan menggandeng komunitas pehobi mancing atau mancing mania untuk meramaikan embung itu.

“Saat kemarau, debit air di embung turun drastis. Embung itu menjadi satu-satunya sumber air untuk mengairi lahan pertanian,” ujarnya, Kamis (28/11/2019).

Kedalaman embung itu lebih dari empat meter. Sementara panjang embung lebih dari 120 meter dan lebar 80 meter. Kondisi embung itu sangat cocok menjadi kolam pemancingan ikan yang bisa mengangkat perekonomian daerah itu.

Nantinya warga bisa membuka usaha warung makan atau wedangan saat weekend. “Biasanya, para mancing mania berdatangan saat hari libur. Mereka berkelompok memancing ikan di kolam selama berjam-jam. Saat merasa lapar, mereka pesan makanan dan minuman di warung makan milik warga,” ujar dia.

Ia mengatakan embung ini sendiri akan difungsikan sebagai penampungan air hujan atau rain harvesting. Harapannya, ini bisa menjadi alternatif sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.

“Saat ini, pemerintah desa masih mewacanakan pengerukan embung. Pengerukan itu dilakukan agar embung dapat memiliki volume air yang banyak,” kata dia.

Ia mengatakan beberapa waktu lalu pernah membuat agenda untuk promosi potensi alam Kelurahan Sambeng. Banyak ikan yang disebar di embung.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten