Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti embun upas di Gunung Bromo, Probolinggo, Minggu (30/6/2019). (Antara-Zabur Karuru)

Madiunpos.com, PROBOLINGGO -- Wisatawan penasaran menyaksikan frost atau embun upas di Gunung Bromo, Jawa Timur, yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl). Mereka antusias melihat butiran salju di lautan pasir berbisik gunung yang eksotis tersebut.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat saat dihubungi dari Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (2/7/2019), menjelaskan kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo selama Juni 2019 meningkat karena memasuki musim libur Lebaran dan dilanjutkan dengan liburan sekolah.

Menurutnya total wisatawan pada masa itu sebanyak 94.000 orang dengan rincian 92.800 wisatawan nusantara dan 1.200 wisatawan mancanegara.

"Dengan embun upas di lautan pasir juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang penasaran akan fenomena langka musim kemarau di Gunung Bromo tersebut, sehingga tidak jarang wisatawan yang mengabadikan momen tersebut," kata Sarif Hidayat.

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, lanjut dia, jumlah kunjungan wisatawan selama Juni 2019 meningkat tajam dibandingkan pada Mei 2019 yang tercatat sebanyak 53.000 wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

"Kami imbau wisatawan untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk tidak mendekat ke kawah aktif Gunung Bromo dengan radius 1 kilometer yang merupakan batas aman," ujarnya.

Dia menjelaskan embun upas dilaporkan terlihat di sejumlah titik di antaranya Resort Ranupani dan Ranu Kumbolo di jalur pendakian Gunung Semeru, Bukit Penanjakan dan lautan pasir berbisik Gunung Bromo.

Menurut Sarif, fenomena embun upas di kawasan TNBTS tersebut terjadi sejak 16 Juni 2019, karena memasuki musim kemarau dan suhu udara pada malam hari bisa mencapai nol derajat Celsius.

Embun upas di Cemoro Lawang dan lautan pasir Gunung Bromo terlihat pada 17 Juni 2019 karena suhu di kawasan itu berkisar 10 hingga 12 derajat Celsius pada siang hari.

"Sedangkan frost di kawasan Penanjakan dilaporkan pada 18 Juni 2019 dengan suhu mencapai 5 hingga 10 derajat celsius. Jika malam hari, suhu di puncak bukit yang biasanya dijadikan tempat melihat matahari terbit itu mencapai 0 derajat Celsius," tuturnya.

Gunung Bromo yang memiliki keindahan eksotis saat matahari terbit atau sunrise menjadi salah satu objek wisata favorit dan andalan di Jawa Timur. Tidak hanya wisatawan domestik berkunjung ke sana, namun wisatawan mancanegara juga tertarik melihat sunrise dari puncak gunung.

Ada tiga jalur untuk menuju kawasan Gunung Bromo yakni melalui pintu masuk Cemorolawang Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Tengger Laut Pasir, pintu masuk RPTN Wilayah Gunung Penanjakan, dan pintu masuk Coban Trisula RPTN Wilayah Coban Trisula.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten