Emas diprediksi terus menguat

 

SINGAPURA: Emas diperkirakan berpeluang meneruskan penguatan sejak di pekan lalu karena mengacu sinyal teknikal, harga logam itu terindikasi terus akan naik.

Logam mulia telah mengalami kenaikan harga yang tajam setelah memecahkan level resistance penting pada grafik, kata penambang logam mulia Heraeus Metallhandels GmbH. Harga telah naik di atas rata-rata pergerakan 50 dan 100 hari, yang mengindikasikan emas akan menguat lebih lanjut.

"Untuk hari-hari ke depan kami menduga volatilitas dan kisaran perdagangan antara tertinggi pada Kamis dan level US$895. Rata-rata, harga emas pekan ini bisa diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan 6 pekan terakhir," ujar Wolfgang Wrzesniok-Rossbach, Kepala Pemasaran dan Penjualan di Hanau, Haraeus yang berbasis di Jerman lewat catatan email.

Emas untuk pengiriman segera sedikit berubah pada posisi US$915,38 per ounce pada pukul 8:51 waktu Singapura. Harga logam mulia itu mencapai US$925,54 per ounce pada 7 Mei, tertinggi sejak 2 April dan mengakhiri pekan lalu dengan menguat 3,4%.

Sebanyak 22 dari 32 pedagang atau 69% dari investor dan analis yang disurvei Bloomberg News menyatakan harga emas akan naik pekan ini. Sebanyak tujuh orang memperkirakan harga akan turun dan tiga orang lagi bersikap netral.

Emas untuk pengiriman Juni di divisi Comex pada New York Mercantile Exchange menguat 0,4% menjadi US$918,40 per ounce sebelum diperdagangkan pada level US$915,90 di pkl. 8:52 di Singapura.
Di antara sejumlah logam mulia lainnya untuk pengiriman segera, perak bergerak tipis di US$14,02 per ounce, platinum melemah 0,6% ke US$1.144 per ounce dan palladium menguat 0,4% di US$242,50 per ounce. (JIBI/Bisnis.com)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom